Minggu, 02 Agustus 2026

Sebuah Balasan Di Bulan Desember (Part 2)

Kak Oreo sudah bekerja selama belasan tahun yang mengharuskan bertemu banyak orang, padahal dia seorang introvert. Aku nggak tahu, sudah berapa banyak orang yang dia temui dan pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi setangguh itu. Awalnya, aku lihat suka ngetweet hal-hal yang sendu. Aku juga nggak pernah tahu seperti apa dirinya di balik tulisan-tulisannya yang kreatif itu dan nggak bisa ditebak.

Dia punya teman yang sangat ekstrovert, mereka kontras. Persamaannya sering beradu mulut dan tidak pernah serius, tapi saling menyayangi. Seperti kata Al A'masy bin Ibrahim, "Orang yang mengajak bercanda denganmu melainkan orang yang mencintaimu." Temannya Kak Oreo juga orang yang tangguh, mungkin di luar nampak tegas tapi dia juga punya persoalan hidupnya sendiri dan tengah berjuang untuk itu. 

Kak Oreo itu seorang yang pemikir, selain sejarah dia suka filsafat. Biasanya dia nonton Dr. Fahrudin Faiz seorang filsuf muslim dan penulis asal Indonesia. Mungkin dari situ dia punya pengetahuan yang membuat orang bisa betah berdiskusi dengannya. Aku sendiri biasanya suka banyak bertanya apa saja dan jawabannya membuatku lebih terbuka.

Terkadang dia bisa tiba-tiba punya quotes kayak, "Ya, intinya sih jaga diri aja, perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan." Atau yang berat, "Kayak perasaan kita suka ke orang lain, bagaimana cara menerima dan menolaknya. Bagaimana mengaturnya, memposisikannya. Perasaan kita yang nggak suka lihat orang lain bahagia, perasaan yang senang dengan hal-hal kecil. Itu kan perlu belajar terus buat sejalan dengan kehidupan yang benar."

Dia juga pernah bilang, "Sukses itu bagiku, menaklukan ketakutan-ketakutan dalam diri dan mampu maju menghadapi tantangan-tantangan apapun itu." Dan "Kalau aku percaya diri, aku sudah sukses sekarang" Menurutku dia tengah belajar tentang bagaimana menerima diri. Jujur, aku pun sama, dan aku rasa di luar sana banyak yang mengalaminya. Aku nggak tahu sampai kapan, tapi biarlah waktu yang menjawab.

Kak Oreo suka dengan Egha Latoya dan Avril Lavigne. Karena dia, aku jadi mengenal lagu Buih Jadi Permadani, liriknya indah dan terasa puitis. Waktu itu juga aku melakukan rapid test dan hasilnya positif suspek COVID 19. Aku hanya mengurung diri di kamar asrama, meski kemudian akhirnya tes antigen negatif tapi aku terlanjur terpuruk sebelumnya. Kak Oreo tiba-tiba chat, "Heh OTG!" Mungkin dia sudah lupa, tapi saat itu pernah membuatku tertawa. (OTG: Orang Tanpa Gejala). 

Bersambung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar