Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2025

Review Novel Nemesis - Agatha Christie

Bismillah. Di awal tahun 2025 ini, saya pengin review novel klasik yang sudah lama selesai dibaca saat tahun kemarin. Hanya saja realisasikan review-nya sekarang karena waktu itu kurang niat, mager (malas gerak), dan takut ga bisa review novel ini. Meskipun saya sudah sering review novel tapi masih ga pede (percaya diri), guys! Padahal kan usaha dulu ya, nulis saja, hasilnya nanti belakangan. Tahun, kemarin jarang banget sih saya nulis di blog ini, postingan ga nyampe sepuluh. Apa kabar ya, my readers? Hahaha, geer (gede rasa) banget kayak punya saja:v ya sudah, cukup curcolnya.

Novel ini berjudul Nemesis dari penulis Agatha Christie. Penulis dari Britania Raya a.k.a Inggris ini memang legend dengan novel fiksinya yang sering bercerita tentang detektif. Penulis kelahiran 1890 dan meninggal di tahun 1976 (86 tahun semasa hidup) ini bahkan karyanya masih bisa kita nikmati saat ini. Memang penulis itu abadi ya dalam karyanya, terlebih dia tokoh perempuan yang mendunia. Sebenarnya, saya sudah lama mendengar nama penulis ini sekitar delapan atau sembilan tahun yang lalu tapi baru kali ini pengin menyoba membaca karyanya karena tertarik saat baca blurb di belakang sampulnya. “Biarkan keadilan mengalir bagaikan arus yang kekal,” Waktu itu lagi lihat-lihat banyak buku yang ada di rak Gramedia dalam mall kota saya. Mumpung ada duit THR dari bapak auto beli di malam lebaran itu. Saya nggak langsung sering membacanya, sering mengulur karena memang tengah nggak mood baca atau alurnya yang lambat saat di awal terasa bosan menurut saya. Namun, karena sudah terlanjur dibeli jadi mubadzir kan kalau nggak dibaca terus, hehe. Selesaikanlah apa yang sudah dilakukan, terlebih itu buku dan kupikir sebagus apa sih tulisan penulis yang satu ini?

Ternyata memang nggak diragukan lagi, nggak nyesal lah bacanya. Novel yang terbit pada tahun 1971 ini bercerita tentang seorang wanita tua bernama Jane Marple yang biasa dipanggil Miss Marple mendapat surat dari kawannya sebelum meninggal. Surat itu berisi bahwa dia mesti menyelidiki suatu kasus pembunuhan tapi kawannya nggak kasih clue yang diperlukan. Bayangkan saja seorang nenek yang biasanya baca surat kabar saat petang, menderita rematik, merajut, dapat tugas menjadi detektif untuk mengungkapkan siapa yang terlibat dalam pembunuhan dan di mana terjadi kejadiannya, siapa yang menyangka? Tapi, Miss Marple lebih nggak menyangka kalau dia dapat surat itu dari Mr. Rafiel.

Mr. Rafiel digambarkan punya kepribadian yang kuat, sulit, bahkan kadang-kadang kasar sekali tapi orang-orang nggak benci itu karena dia luar biasa kayanya. Seseorang yang mengumpulkan uang banyak sekali sepanjang hidupnya. Sementara, Miss Marple bukan orang yang kejam, kecuali saat berhadapan dengan keadilan. Dia pernah membuat seorang anak ketakutan saat mendapatinya menyiksa kucing. Miss Marple sering berbincang dengan pikirannya, dan mengakrabkan diri dengan orang di sekitar untuk mendapatkan informasi guna penyelidikannya. Dia bertindak dengan banyak bertanya dan bicara, suka mencari tahu serta amat berhati-hati.

Miss Marple bercerita kalau dia bertemu dengan Mr. Rafiel sekali saja di kepulauan Bahama, yang terletak di Karibia. Mereka hanya sempat sekali-sekali bercakap-cakap, meskipun begitu Mr. Rafiel mempercayakan tugas berat itu ke Miss Marple dengan imbalan yang banyak sekali. Dua puluh ribu pound yang jika dirupiahkan pada zaman itu sekitar dua puluh satu juta rupiah dan lima miliar di tahun sekarang. Meski Miss Marple sudah berumur tapi uang kan memang tidak bisa disia-siakan di umur berapapun.

Mulanya sesuai arahan surat dari Mr. Rafiel, Miss Marple mengikuti sebuah tur “The Famous Houses and Gardens of Great Britain”, yang berlangsung selama dua atau tiga minggu. Miss Marple menumpang bus yang berisi enam belas penumpang. Miss Marple menebak mungkin orang-orang yang ada di dalam bus bisa menjadi bagian petunjuk dari tugas yang akan dilakukannya. Miss Marple mencatat pengamatannya. Miss Marple juga menginap di rumah The Old Manor House sepuluh menit dari hotel yang merupakan instruksi Mr. Rafiel.

Yang saya suka, novel ini mempunyai plot twist. Miss Marple memang cerdas dalam memecahkan kasus misteri ini. Novel ini paripurna dan membuat saya tidak sabar menamatkan beberapa part terakhirnya. Novel ini adalah kaya terakhir dari seorang Agatha Christie di akhir riwayat hidupnya. Kata kawanku yang pernah membaca karya penulis ini,  “Agatha suka menulis cerita yang berbelit-belit supaya karakternya kelihatan pintar. Zaman dulu sih cerita detektif itu susah buatnya jadi begitu ada yang buat dan oke ... ya terkenal lah wkwk. Kalau sekarang mah sudah banyak saingan, jadi harus otentik biar laris.” Hm, sudut pandang yang menarik. 

Intinya, menurut saya novel ini sangat recommended untuk dibaca untuk pembaca dengan umur di atas 17 tahun, meskipun bahasanya baku dan terkadang butuh waktu lama untuk mencerna. Novel dengan tema cinta, kepercayaan, dan pengkhianatan ini punya pesan moral yang penting bahwa keadilan bisa ditegakkan dari kasus lama yang telah terkubur. Ending-nya memuaskan.

Beberapa quotes yang kusuka, “Menyedihkan sekali bila seseorang meninggal pada usia muda. Soalnya banyak yang tak dapat mereka nikmati. Tapi mereka juga terlepas dari banyaknya kesulitan.”

“Cinta. Itu adalah salah satu kata yang paling mengerikan di dunia ini.”

“Dalam hidup ini kita tidak akan berhasil kalau tidak berani mengambil risiko, bila memang perlu.”

“Karena kalau cinta kita cukup besar, kita akan bersedia berkorban, meskipun itu akan menghasilkan kekecewaan atau banyak kesedihan.”

“Kejahatan yang kejam itu sama dengan kanker—tumor yang ganas. Itu menyebabkan penderitaan.”

“Orang merasa malu sekali bila harus mengucapkan terima kasih dan memulai hidup baru lagi.”

“Kebulatan tekadlah yang membawa keberhasilan, bukan?”

“Menurut saya, rasa benci bisa hilang. Kita bisa mencoba untuk seolah-olah mempertahankan rasa benci itu, tapi itu akan gagal. Rasa benci tidak mempunyai kekuatan sekuat rasa cinta.”

“Seks tidak dapat menggantikan cinta. Seks mengiringi cinta, tapi hanya seks saja tidak akan berhasil. Cinta sama artinya dengan kata-kata yang diucapkan pada misa pernikahan. Dalam senang dan susah, dalam keadaan kaya dan miskin, serta dalam keadaan sakit dan sehat. Itulah yang harus dihadapi seseorang, bila dia mencintai seseorang dan ingin menikah dengannya.”

Penggambaran lingkungan rumah Jane Marple

Tanaman merambat yang cepat tumbuh, amat berguna sebagai penutup pagar dan bangunan lainnya yang tidak sedap dipandang. Bunga yang menarik menurutku, karena kecil-kecil, putih. Cantik sekali.

Salah satu halaman favorit saya adalah saat Miss Marple berbicara dengan Clotilde, di mana ketegangan antara kedua karakter sangat kuat.

Sekian, Thankyouu^^

Jumat, 10 Mei 2024

Review Novel Yang Telah Lama Pergi - Tere Liye

Bismillah, aku ingin me-review sebuah novel yang berjudul Yang Telah Lama Pergi oleh Tere Liye. Sedikit intermezzo, alasan kenapa aku suka review novel itu supaya ga mudah lupa dengan alur ceritanya. Aku juga pernah dengar istilah “Baca elit, review sulit” sebenarnya sih it’s okay kalau mau baca saja tanpa review, kan itu hak prerogatif ya.

Cerita bermula ketika Al Mas’ud sang pengembara dari Baghdad, pembuat peta yang ditangkap para perompak di kapal. Ia tengah diadili sebelum dihukum karena dikira merupakan mata-mata kerajaan. Ia selamat karena Biksu Tsing yang punya hubungan baik dengan pimpinan bajak laut Selat Malaka, Raja Perompak.

Raja Perompak bernama Remasut dan mempunyai penasihat arif bernama Pembayun. Pada umumnya, Perompak itu mudah membunuh dan menjarah harta benda milik orang lain. Remasut memiliki visi berbeda, dia berhasil menyatukan para perompak. Mereka memang masih memenggal kepala lawannya, tapi mendahulukan proses pengadilan di geladak kapal untuk memberikan kesempatan lawan membela diri. Raja Perompak mengumpulkan kelompok kapal suku ‘Orang Laut’ yaitu suku Lambri dan Visayan. Raja Perompak juga memiliki keempat Hulubalang serta tabib, koki, hakim bahkan pemusik.

Remasut tentu memiliki peristiwa di masa lalu yang menjadi motivasi terbesar di hidupnya dan menjadikan dia seperti sekarang. Peristiwa itu diceritakan oleh Pembayun. Jadilah Mas’ud berada di kapal perompak sekarang, menjadi penasihat muda. Mas’ud juga berlatih pedang dengan samurai, Emishi. Raja Perompak berniat menyerang Kerajaan Sriwijaya dan hal pertama yang ia lakukan justru strategi untuk melumpuhkan armada kerajaannya terlebih dahulu dari utara, timur, barat dan selatan. Remasut juga meruntuhkan benteng Kota Panai yang dekat dengan kerajaan tanpa menyakiti penduduknya dari solusi Mas’ud.

Cerita ini memiliki plot twist, terutama di bagian ending. Gaya narasinya mudah dipahami. Novel ini memiliki banyak kelebihan terutama di bagian strategi bertempur. Kekurangannya, karakter dibuat seakan terlalu sempurna bahkan tidak manusiawi atau bahasa sekarangnya OP (Overpowered). Pesan moral banyak terdapat dalam quotes yang tertera.

"Tubuhmu kurang turun, agar saat maju atau mundur kepalamu tetap stabil. Kakimu terlalu lebar, bahkan kambing bisa berlarian di bawahnya. Setiap pemain pedang yang lihai, dia memiliki kuda-kuda yang kokoh." -Emishi.

"Agar perompak lain menghormatimu. Respek tidak diberikan gratis, Al Baghdadi. Kamu harus mendapatkannya sendiri dengan bertarung. Raja Perompak memberikanmu kesempatan terbaik." -Emishi.

"Perompak mungkin saja tidak pernah punya niat baik, Al Baghdadi. Mereka hanya tahu soal menjarah, merampok. Tapi kadang kala, saat sesuatu yang terlihat kejam, jahat terjadi, boleh jadi ada kebaikan di dalamnya. Hikmah, bukankah begitu bangsa kalian menyebutnya? Ada hikmahnya." -Pembayun.

Aku tahu kenapa Biksu Tsing menyelamatkanmu, Al Baghdadi.... Dia tahu, kamu bukan hanya pembuat peta. Kamu memiliki sesuatu yang dibutuhkan dalam rencana ini. Kamu peduli. Dan kamu berani menunjukkan kepedulian itu. Lihatlah, kamu nekat melawan Raja Perompak. Bahkan Hulubalang terkencing-kencing jika Raja Perompak membentak seperti tadi. Kamu tidak. Kamu memang takut, wajahmu pucat pasi, tapi demi penduduk Kota Panai, kamu menyingkirkan rasa takut itu. Bukankah itu yang terjadi tadi?" Pembayun.

"Untuk mempercepat prosesnya, mereka juga menggunakan strategi menghasut. Itu trik kuno yang licik. Tapi siapa yang akan meributkan moralitas? Semua sah dilakukan saat perang."

Raja Perompak, di antara mitos, legenda, cerita-cerita hebat tentangnya, dia tetap seorang manusia. Dan hari ini, dia kehilangan sepupunya, satu-satunya keluarga yang dia miliki di muka bumi. Dia memang Raja Perompak, memimpin ribuan perompak yang suka menjarah, membunuh, penjahat. Namun di dalam dirinya, dia tetaplah manusia yang punya perasaan. Masih ada kebaikan di sana. Siapa yang lebih mulia dari raja-raja munafik. Seolah-olah mulia, seolah-olah dia peduli pada rakyat, namun kenyataannya dia egois dan jahat."

"Rencana yang matang, persiapan yang matang, adalah kunci memenangkan pertempuran besar."

"Kamu akan membahayakan dirimu sendiri di luar sana, Al Baghdadi. Kamu akan terlempar oleh ombak. Sekali kamu masuk laut, nasibmu tamat. Aku tidak mau kehilangan temanku." -Pembayun.

"Aku tahu hidupmu penuh dengan ujian. Kegagalan. Kehilangan. Rasa sakit. Kecewa. Marah. Datang silih berganti. Tapi ketahuilah, kamu bukan lagi anak kecil yang terapung-apung sendirian di atas gentong kayu. Kamu sekarang adalah pemuda cerdas, berpengetahuan, berani, dan pandai bertarung. Semua masa lalu itu. Semua kehilangan. Rasa sakit. Peluk erat-erat, Remasut. Karena kalau pun kita kehilangan, gagal, tidak mendapatkan apa pun, kita tetap memperoleh sesuatu yang spesial. Menemukan sesuatu yang berharga. Pelajaran. Dan boleh jadi itulah yang penting dan abadi. Atau boleh jadi, itulah yang sedang membentuk karakter, masa depanmu. Kamu sedang disiapkan untuk sesuatu yang besar tadi. Aku percaya, suatu saat, kamu akan menemukan ketenang lan hidup, Remasut. Atau setidaknya, tahu pasti apa yang akan kamu lakukan....." -Tsing.

"Aku melatihmu untuk mampu bertahan atas serangan sesulit apa pun. Dan itu sangat penting. Ingatlah, samurai terbaik di dunia adalah samurai yang bahkan tidak pernah memulai menghunuskan pedang lebih dulu. Dia hanya bertahan. Dia mungkin akhirnya membunuh lawan, tapi dia bertahan. Itulah yang sedang kuajarkan kepadamu, Al Baghdadi. Agar anakmu kelak, masih mengenali ayahnya, seorang pembuat peta. Agar istrimu nanti, masih mengenali suaminya, seorang laki-laki yang tidak berlumuran darah. Berdiri." -Emishi.

"Tenang saja, pengkhianat tidak akan mengkhianati orang yang akan membantunya membalaskan dendam." -Pembayun.

"Aku datang tidak untuk membalaskan dendam, Khan. Aku datang karena inilah takdirku. Dan aku dengan senang hati menjalaninya. Seperti sungai yang mengalir. Mungkin. Aku kalah. Atau aku menang. Tapi apa pun hasilnya, dengan senang hati aku menjalani takdirku. Berusaha melakukan yang terbaik." -Emishi.

Jumat, 02 Februari 2024

Review Buku KKN : Kuliah Kerja dan Curhat Colongan - Cloud And Shine

Bismillah … Hai 2024, semoga tahun ini dipenuhi dengan hal-hal baik. Sekarang, aku ingin me-review buku yang pertama kubaca di awal tahun, tepatnya Januari kemarin. Bukunya berjudul KKN : Kuliah Kerja dan Curhat Colongan yang ditulis oleh nama pena Cloud And Shine. Penulisnya merupakan kawanku yang sudah kenal lama kurang lebih enam tahun lalu meskipun secara virtual. Buku ini punya cover yang cantik dengan latar dataran tinggi, beberapa sapi dan alat musik daerah. Penerbitnya adalah Guepedia.

Tema buku ini adalah KKN a.k.a Kuliah Kerja Nyata, yang seperti kita tahu bukan hal baru dalam dunia fiksi. Setiap KKN memang memiliki ceritanya sendiri yang unik. Buku ini sendiri bercerita tentang perjalanan KKN tokoh utama perempuan bernama Cinco atau Cin dengan 18 kawannya yaitu Ichi, Ni, San, Yon, Go, Roku, Sichi, Hachi, Kyuu, Juu, Uno, Dos, Tres, Cuatro, Seis, Siete, Ocho dan Nueve yang semua nama disamarkan. Buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Cinco yang menempuh kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) dan melaksanakan KKN selama Juli – Agustus 2022.

BTW, jujur aku agak sulit merasa familiar dengar nama kawan-kawan Cinco, karena sudah biasa dengan nama dari bahasa Indonesia atau Arab. Aku jadi bingung yang mana kawan Cinco berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Namun, setelah membaca ceritanya aku jadi tahu Cuatro soalnya sering muncul sebagai ketua kelompok, Kyuu yang introvert, Ocho pernah menjadi imam shalat, lalu Sichi karena insiden PDH atau pakaian dinas harian. Rupanya, nama kawan-kawan Cinco diambil dari angka bahasa Jepang dan Spanyol.

Bisa ditebak, buku ini seperti diary penulisnya dengan prodi (program studi) ilmu perpustakaan di salah satu kampus daerah Jawa Timur. Diary ini berisi pengalaman saat mengikuti KKN dengan tema “Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Masyarakat Multisektoral Berbasis Potensi Wisata Lokal.” Cerita di mulai dengan miss-komunikasi terkait tempat posko KKN, piket masak hingga konflik terkait kepindahan posko antara anak perempuan. Rupanya program kerja KKN Cinco juga terlambat dibahas dan ada hari-hari di mana jadwal prokernya akan padat. Desa tempat Cinco KKN memang mempunyai potensi di bidang budaya dan kesenian dari cerita banyaknya acara seperti karawitan yaitu seni musik tradisional Jawa yang menggunakan instrumen gamelan.

Di cover buku terdapat beberapa sapi, tapi dalam ceritanya aku tidak menemukan banyak bahasan tentang sapi itu. Memang, tugas UMKM-nya membuat membuat stik susu karena potensi susu sapi tapi sejujurnya aku ingin mengetahui proses pembuatan makanan itu. Mungkin stik susu itu kembarannya stik keju (?).

Aku menyesali ada kedekatan antara mahasiswa berumur 20-an dengan anak SMP yang mungkin belum berumur 15 tahun. Seharusnya sebagai dewasa harus tegas dengan anak di bawah umur tersebut dan memberitahu kalau perilakunya itu salah. Aku suka pernyataan Cinco, “Jika kau hanya menganggapnya sebagai ‘adik’ dan tidak lebih, tolong perjelas bahwa sebenarnya kau tidak menyukainya, karena jika terus menerus bersikap demikian kepada anak perempuan tersebut pasti akan menjadi salah paham.”

Aku memaklumi beberapa typo karena ada penulis yang tanpa peran editor. Itu patut diapreasi. Membaca buku ini jadi mengenang saat KKN. Di mana mahasiswa yang berbeda latar belakang, karakter, disatukan bertugas membantu masyarakat desa. Tentu, konflik sudah pasti ada dan kesalahan juga tak luput dilakukan tapi setelah itu bagaimana bisa bertanggung jawab memperbaikinya. Padahal, pernah sampai di fase ingin KKN cepat-cepat selesai hingga akhirnya menyadari masa itu tidak akan terulang kembali.

“Pada dasarnya semua yang kita lalui akan menjadi masa lalu. Masa lalu tersebut akan menjadi kenangan. Kenangan tersebut tidak bisa kita lalui lagi. Hanya bisa dikenang dalam hati, bahwa kita pernah melalui masa-masa itu.” -Cinco.

Rabu, 15 November 2023

Review Novel Kusni Kasdut - Parakitri

Pada mulanya, aku ga tertarik dengan buku ini, apalagi saat melihat judul dan cover-nya. Tapi, lagi-lagi berbekal situs goodreads dengan rating yang tinggi 4 dari 5 maka aku pun mencobanya. Saat membaca Kusni Kasdut adalah penjahat fenomenal yang berhasil lolos dari penjara berulang kali … Aku langsung, ‘Hah!? Penjahat kenapa sampai dibuatkan bukunya!” Tapi, memang sih aku pengin tahu bagaimana jalan cerita dari sudut pandang seorang penjahat a.k.a tokoh antagonis karena selama ini menurutku banyak sekali dari tokoh protagonis. Ya, kita ga pernah tahu sisi kehidupan seseorang tanpa menelusurinya.

Ternyata Kusni Kasdut pernah ikut berjuang membela negara pada masa revolusi nasional Indonesia, itu yang membuatku salut. Aku pernah membaca di Kaskus, ada sebuah ungkapan ‘Jika kemiskinan itu selalu jadi alasan dibalik aksi-aksi kriminal.’ hal ini ternyata benar seperti yang dialami Kusni Kasdut. Ia lahir dari keluarga miskin mendambakan harkat diri yang tak ditemukannya. Sampai ia mempertanyakan arti pengorbanan setelah selalu menemui kegagalan dari pergulatan pahitnya hidup dan pertentangan pedihnya batin.

Kusni waktu dulu pernah masuk Heiho (tantara pembantu) saat Indonesia masih dijajah Jepang, yang dilatih sangat keras oleh tentara pendudukan Jepang di Malang. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Kusni bergabung dengan TKR (tentara keamanan rakyat) bergerilya hingga Surabaya menghadapi pasukan sekutu dari Inggris. Inggris ingin melucuti senjata Jepang sedangkan Indonesia mau senjata itu setelah Jepang menyerah kepada sekutu dan kembali ke negaranya. Kusni juga bergabung dengan laskar Brigade Teratai yang anggotanya dari copet, rampok, germo, wanita panggilan selain TNI. Kusni mengambil emas dan berlian milik warga keturunan Tionghoa untuk modal perang dan memukan Meriam tentara Belanda untuk melawan Belanda.

Kusni sering ditangkap pasukan Belanda, dipukuli dan dijebloskan ke Penjara tapi juga selalu bisa meloloskan diri. Kusni kecewa tak bisa masuk TNI karena luka di kakinya. Ia mengurus surat pernyataan bekas pejuang dan ke Biro Rekonstruksi Nasional (tempat penempatan bekas pejuang) di Jakarta, namun tak mendapat jawaban (pekerjaan).

Empat tahun ikut berjuang demi tanah air, tapi dalam sekejab menjadi orang susah. Hingga akhirnya Kusni bersama temannya memeras dengan modus penculikan orang kaya yang hasilnya dibagi-bagi kepada sesama pejuang. Kusni juga merampok hartawan Arab hingga terbunuh yang waktu itu belum banyak terjadi seperti sekarang. Aksi nekat lainnya merampok perhiasan emas dan berlian koleksi Museum Nasional Jakarta senilai Rp. 2,5 miliar pada tahun 1963.

Kusni ditangkap ketika akan menjual sisa hasil curiannya, sempat melarikan diri hingga beberapa kali pindah penjara. Ia tercatat sudah delapan kali kabur dari penjara. Sampai pengajuan grasinya ditolak Soeharto menjelang eksekusi mati. Kusni melukis Gereja Katedral Jakarta di hari-hari senggangnya dan lukisan itu dipajang di Museum Katedral Jakarta.

Quotes menarik dalam buku.

“Kalau tak ada kemurahan hati, keraslah! Kalau tak ada harga diri, rebutlah!”

“Begitulah manusia, pikirnya. Ia hanya berani waktu musuhnya lemah.”

“Apa sebenarnya yang gelap di dunia ini? Pohon dan batu tetap di tempatnya. Air dan angin mengalir dan berembus seperti sediakala. Matahari terbit di timur dan terbenam di barat. Semua di sana. Hanya hati manusia yang berubah. Apa yang perlu dirisaukan?”

“Bapak jangan lupa, saya ini dokter! Tugas saya menyembuhkan bukan menambah penderitaan!”

“Tapi revolusi telah memberi sesuatu yang tak ternilai harganya kepada mereka semua: pengalaman dalam pengorbanan. Atau lebih tepat, kesempatan menggunakan kemampuan semaksimal mungkin. Ia telah memberi kesempatan kepada para pejuang untuk menikmati harga dirinya. Berapa orangkah yang beruntung memperoleh saat melakukan sesuatu dengan segala kemampuan dan kegairahan yang ada, tanpa udang dibalik batu, tanpa nafsu-nafsu pribadi?”

“Apa yang sudah dilakukan tak mungkin ditiadakan lagi. Dan bohong melelahkan kehidupan, karena bohong menuntut kebohongan lain untuk mendukungnya. Terus begitu tanpa akhir, sehingga orang tak pernah jadi dirinya sendiri dan banyak kesusahan yang ditimbulkan.”

“Sebab apa yang mengubah hidupnya pada akhirnya apa yang bisa dikerjakannya, sebab apa yang bisa dikerjakan tumbuh dalam kemungkinan yang melingkunginya. Maka ia senantiasa siap, tanggap, dan cermat dengan lingkungan, sehingga tanpa disadarinya ia sibuk dengan menyenangkan. Keinginan dan nafsu tak sempat merembes dari apa yang mungkin dilakukannya saat itu juga.”

“Tapi dunia dan kehidupan ini rupanya bukan untuk ditaklukkan tapi dihidupi.”

“Tiap orang menemukan kemungkinan untuk berbuat di atas semua ini tanpa ditanyakan pangkat dan harga diri.”

“Bahwa satu hal yang sangat penting bagi manusia, ia lebih beruntung dari kebanyakan orang. Dipelajari dan dipahaminya banyak hal langsung dari perbuatan, langsung dari kehidupan. Hampir tidak ada dari buku, hampir tidak ada dari kabar angin, hampir tidak ada dari tontonan, hampir tidak ada dari petuah.”

Perjalanan hidup seorang bromocorah legendaris menginspirasi lagu ‘Selamat Pagi Indonesia’ dari grup music rock, God Bless.

Sumber bacaan tambahan

Rabu, 01 November 2023

Review Novel Te O Toriatte - Akmal Nasery Basral

Dokumentasi pribadi

Hai guys, di awal November ini aku akan membahas sebuah novel yang berjudul Te O Toriatte karya Akmal Nasery Basral. Aku menyukai novel ini sama seperti aku menyukai novel-novelnya Tere Liye. Novel ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Meutia Ahmad Sulaiman yang berumur 14 tahun ketika tsunami Aceh melanda dan menewaskan seluruh keluarganya. Meutia selamat dan diadopsi keluarga Jepang. Setelah ia merasa bahagia lagi, musibah masih menimpanya (gempa tsunami Tohoku) dan kebocoran nuklir Fukushima yang menewaskan orang tua angkatnya membuat Meutia kembali merangkap traumatik yang meretakkan jiwanya. Di tengah mengalami PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), ia berjibaku mewujudkan mimpi menjadi Doktor Computer Engineering sekaligus memilih salah satu di antara tiga lelaki yang mencintainya.

Dari novel ini aku jadi tahu macam-macam yang belum kuketahui sebelumnya, dialognya juga menggunakan nuansa bahasa Jepang beserta terjemahan bahasa Indonesianya. Novel ini punya tiga latar tempat Aceh, Jakarta dan Jepang. Aku suka tema sains pembahasan tentang Genom Ryoichi Yamaoka (pakar genom ternama berkebangsaan Jepang) yang kata penulisnya mirip Kento Yamazaki, dikemas secara sederhana dengan menggunakan analogi buku sehingga mudah dimengerti. Jadi menambah pengetahuanku, bahwa ada Joe-Hin Tjio seorang ilmuwan genetika kelahiran Indonesia yang menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang. 

Kutipan yang kusukai,

“Hidup adalah menjalani masa kini, bukan merayakan masa lalu.”

“Hidup adalah keberanian, menghadapi yang tanda tanya. Tanpa kita bisa mengerti, tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah.” -Soe Hok Gie.

“Apakah cowok songong itu tak pernah membaca sejarah bahwa perempuan Aceh tak pernah takut terhadap lelaki? Jangankan cuma satu orang, satu batalyon bersenjata pun akan dihadapi.”

“Yang lebih menakutkan bagi kita adalah mereka yang masih hidup, sebab hanya yang masih hidup yang bisa berbuat jahat.”

“Bahagia itu adalah pilihan hidup. Kebahagiaan bisa diperjuangkan.” “Kebahagiaan bukan berarti tidak ada-nya masalah dalam hidup kita. Bukan, bukan itu, karena masalah pun merupakan bagian alami dari hidup kita sehari-hari.” “Bahagia dalah cara kita beradaptasi menghadapi masalah, memeluknya dengan ramah dan mencari jalan keluarnya tanpa menyerah.”

“Kamu harus terus melangkah. Jangan sampai kesedihan menghalangimu untuk mencapai mimpi-mimpimu.”

“Tapi hidup kan bukan hanya urusan romance. Kamu harus berurusan dengan keluarganya juga nanti.”

“Tapi pertengkaran itu sebetulnya bisa dibuat peraturannya di awal hubungan. Apa saja yang bisa dan boleh dipertengkarkan, apa saja yang tidak perlu dan terlarang karena hanya menghabiskan energi.”

“Orang itu tidak berubah. Karakter tidak berubah, apalagi jika sudah seumur Mami Tuta. Believe me.”

“Seharusnya ini hal yang mudah karena hanya tinggal memilih. Tetapi ternyata justru memilih itu yang tak mudah.”

“Tuhan membenci orang yang putus asa dan bunuh diri.”

“Ketidakikhlasan itu bisa timbul karena perasaan bersalah.”

“Aku tahu. Tapi kadang risiko harus diambil untuk menunjukkan keseriusan cinta.”

“Semua orang rentan terkena mental disorder dengan beragam derajat, dari yang paling ringan sampai yang paling berat. Yang paling ringan misalnya orang yang sering melamun, itu gerbang awal menuju dunia halusinasi.”

“Aku tidak bisa menyembuhkanmu.” “Hanya Allah yang mampu, karena Dialah Maha Pencipta sekaligus Maha Penyembuh. Kesembuhan akan datang melalui ikhtiar medis, do’a tanpa lelah dan izinnya.”

“Allah adalah Maha Penyembuh. Hanya Dia yang menyembuhkan, sayangku. Sering-seringlah kita menyebut nama-Nya dengan penuh cinta, penuh rindu. Itulah sebaik-baik obat di muka bumi.”

“Bahwa Tuhan selalu menolong hamba-Nya dengan cara-Nya sendiri, pada waktu yang dia kehendaki. Bukan menurut cara dan waktu yang kita inginkan. Tugas kita sebagai manusia hanyalah melakukan yang terbaik dan setelah itu bersikap ikhlas terhadap apa pun ketetapan-Nya.”

“Sebab hidup bukanlah menunggu hujan usai melainkan terus berkiprah di tengah badai.”

“Betapa pun musibah datang bertubi-tubi di sekeliling kita, selama tangan-tangan kita masih terus saling bertaut melakukan ‘genggam cinta’ maka tak ada pelajaran/hikmah yang akan kita lewatkan sebagai sesama manusia, sesama makhluk Tuhan yang harus saling tolong menolong. Saling menjaga agar cahaya kemanusiaan tidak pernah redup di relung-relung hati terdalam. Kita sebagai makhluk paling cerdas di atas muka bumi.”

Berikut beberapa tempat yang berkesan di novel ini.

Masjid Baiturrahim Ulee Lheue adalah sebuah masjid bersejarah yang berada di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Masjid ini dibangun pada abad ke-17 dan merupakan peninggalan Kesultanan Aceh.

Masjid Istiqlal adalah sebuah masjid nasional yang berada di kota Jakarta Pusat, Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Masjid ini menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara dan masjid terbesar keenam di dunia dalam hal kapasitas jamaah.

Pemandangan Angsa di Danau Inawashiro, Fukushima, Jepang



Edelweis di Gunung Pangrango, Lembah Mandalawangi, Jawa Barat


Universitas Aizu, Aizuwakamatsu, Jepang.

Sabtu, 28 Oktober 2023

Review Novel Theodore Boone : The Fugitive - John Grisham

Tidak salah kalau pengguna situs goodreads memberi rating 4.7 nyaris mendekati nilai sempurna 5 untuk novel ini, karena ceritanya memang bagus. Membahas tentang hukum yang dikemas dengan secara sederhana bahkan dengan tokoh utama seorang anak usia 13 tahun. Menurut Wikipedia, penulisnya merupakan mantan politikus dan pensiunan pengacara yang berasal dari Amerika Serikat. Bukunya telah terjual lebih dari 235 juta eksemplar di seluruh dunia. Pada bagian tentang penulis di novel ini, karyanya sudah diterjemahkan ke dalam 45 bahasa. Wow, fantastis ya.

Kembali ke laptop, novel serial anak yang berjudul Theodore Boone: The Fugutive oleh John Grisham ini mennceritakan tentang seorang anak SMP yang melihat buronan sewaktu dia tengah dalam liburan bersama teman-temannya. Theo, anak yang punya tekad untuk menegakkan keadilan ini berhasil menyeret Pete Duffy (buronan FBI) kembali ke meja hijau, tapi jalan yang harus ditempuh masih sangat panjang dan itu berarti dia harus kembali berhadapan dengan bahaya.

Buku ini cukup bagus untuk orang yang awam tentang hukum sepertiku, memberikan pandangan ‘Oh ternyata seperti ini ya rasanya bagaimana jalannya persidangan’ sangat rumit, banyak berkas dan laporan yang harus diurus. Menjadi tahu sedikit juga bagaimana rasanya menjadi pengacara, juri, saksi, terdakwa bahkan hakim. Penulis sangat lihai memasukkan topik tentang hukum karena ia juga merupakan lulusan sekolah hukum. Oleh sebab itu, banyak juga karyanya yang difilmkan dan ditonton oleh banyak orang.

Aku sangat suka dengan karakter utama, yang punya sifat pemberani menegakkan keadilan dan kebenaran. Punya rasa ingin tahu yang tinggi, cerdas, tertarik dan mengerti banyak tentang hukum, tidak heran karena kedua orang tuanya berprofesi sebagai pengacara. Ia juga merupakan anak yang mandiri, di mana dia mencuci sendiri piringnya setelah makan dan sehari-hari kemanapun naik sepeda. Ia baik hati, mengayomi, peduli dengan teman-temannya. Aku suka interaksinya dengan Ike, paman yang juga sangat menyayangi keponakannya itu.

Aku sangat suka novel ini dan merekomendasikannya. Novel ini juga membahas sedikit sejarah tokoh dunia berpengaruh semacam Abraham Lincoln. Dulu sekali, aku cenderung tidak peduli tentang siapa dia, tapi setelah kutahu dalah presiden pertama di Amerika Serikat yang juga menghapus perbudakan, jadi salut dengan perjuangannya. Meski takdir akhirnya tragis karena dibunuh elit global saat tengah menonton teater, jasanya ga akan dilupakan banyak orang di seluruh dunia. Aku memang ga begitu tertarik dengan politik sih tapi dalam kehidupan ini ga bisa lepas dari politik ya.

Kutipan yang kusukai.

“Sering kali, orang yang bersembunyi tepat di depan mata kitalah yang tidak pernah ditemukan.”

“Aku mendapat masalah dan FBI mencariku. Rasanya sangat tidak menyenangkan. Kalau kau berada di pihak yang berlawanan dengan mereka, sulit untuk menyukai mereka. Cara kerja mereka bagus dan mereka tahu itu, tapi mereka tidak selalu benar.”

“Setiap wajah itu berbeda dan wajah mudah disamarkan. Tapi, cara berjalan tiap-tiap orang itu berbeda dan cara berjalan itu lebih sulit disamarkan.”

“Dipenjara itu tidak enak, kau tahu, karena kau dikurung dan dilupakan. Aku kehilangan segala-galanya, termasuk keluargaku. Nama, kehormatan, profesi, harga diri, semuanya. Itulah yang kau pikirkan saat berada di penjara—hal-hal yang selama ini kau sepelekan.

“Kejahatan seringkali menyeret orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang lebih suka tidak terlibat. Memang seperti itu. Seandainya saksi takut bersaksi, banyak kejahatan yang tidak akan pernah terbongkar.”

“Ini semua salahmu.” “Trims, Julio. Terima kasih banyak.”

“Setiap senyum membuat dunia menjadi semakin indah.”

“Aneh rasanya, menonton sidang seolah semuanya baik-baik saja, padahal tahu bahwa seluruh pertunjukan itu akan berakhir secara mengejutkan.”

“Mereka yang baru belajar bahasa asing sering melakukan kesalahan dengan berusaha menerjemahkan kata demi kata.”

“Betapa sepi pekerjaan sebagai hakim, betapa penting mengambil keputusan yang memiliki dampak besar bagi kehidupan begitu banyak orang.”

“Dia genius. Orang genius bisa mengenali sesama orang jenius.”

“Ingatlah ketika kau dituduh melakukan kejahatan, kau berhak untuk meghadapi para penuduhmu dan menyanggah pernyataan mereka yang bersaksi memberatkanmu.”

“Ada saatnya bisa sedikit memaksakan kehendak, tapi ada saat juga saat-saat memaksakan kehendak justru membuat kenyataan semakin parah. Lebih baik mengaku kalah mumpung masih punya harga diri.”

Berikut tempat perjalanan wisata yang dilakukan oleh Theo dan teman-temannya.

Teater Ford ialah sebuah bekas teater di Washington, D.C., yang digunakan untuk sejumlah pertunjukan panggung pada awal tahun 1860-an. Di teater inilah pada tanggal 14 April 1865 Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln ditembak oleh John Wilkes Booth.

Monumen Washington adalah monumen yang berbentuk obelisk yang berada di tengah kawasan National Mall di ibu kota Amerika Serikat, Washington, D.C.. Monumen ini didirikan untuk mengenang Presiden Amerika Serikat yang pertama, sekaligus pemimpin Tentara Kontinental yang merebut kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris.

Thomas Jefferson Memorial adalah sebuah memorial di Washington, D.C. yang ditujukan kepada Thomas Jefferson, seorang Bapak Pendiri Amerika Serikat dan Presiden Amerika Serikat ke-3. Bangunan neoklasik ini dirancang oleh John Russell Pope.

Rabu, 25 Oktober 2023

Review Novel The Color Of A Dream - Julianne Maclean

Hai guys, kali ini aku akan mereview novel lagi. Yeah, beda dari sebelumnya penulisnya adalah Julianne Maclean, jelas bukan nama orang Indonesia tapi Kanada. Penulis lulusan sastra inggris ini rupanya sering menerbitkan novel dengan genre romantis. Genre yang sebetulnya ga kusukai sama sekali tapi berhubung aku sudah terlanjur beli bukunya ya sudahlah takutnya mubadzir kan kalau tidak dibaca, sayang juga. Kenapa aku ga suka genre romantis, karena geli saja gitu hh bayanginnya. Oh ya, ternyata novel ini termasuk novel dewasa ya untuk pembaca yang berumur 21 tahun ke atas. Walaupun aku sudah dewasa tapi novel seperti ini masih asing untuk aku baca apalagi penulisnya dari luar negeri.

Sejujurnya, aku ga merekomendasikan novel berjudul ‘The Color Of A Dream’ ini setelah habis membacanya. Tapi, aku teringat dengan rating 4 sekian di situs goodreads. Ya, nilai yang bagus dari 5. Jadi, aku hanya mencoba melihat kelebihan dari novel ini selain cover cantiknya yang kusukai.

Novel ini bercerita tentang Nadia Carmichael yang berpisah dari saudara kembarnya, diadopsi, sampai ia butuh transplantasi jantung karena korban virus misterius. Nadia pun operasi jantung yang baru, namun setelah pulih ia selalu bermimpi untuk menemukan identitas pendonornya. Menurutku, novel ini cukup menarik ketika penulis membahas tentang ide transplantasi jantung kemudian bagaimana jantung baru itu mencoba menyesuaikan di tubuh seseorang lain. Pertamanya, jantung akan bereaksi tidak seharusnya itu hal normal lalu penerima jantung baru minum obat tertentu supaya jantungnya berdetak seperti di dalam tubuh manusia pada umumnya.

Aku jadi mengerti bagaimana rasanya jadi orang yang mengalami transplantasi jantung ini. Dia merasakan sakit yang begitu sangat, sampai tidak sanggup untuk membawa benda-benda berat yang biasanya bisa dibawa sebelum seseorang melakukan operasi. Sampai ia bisa tiba-tiba tak sadarkan diri.

Novel ini memiliki dua POV (point of view) yaitu Nadia Carmichael dan Jesse Vincent Fraser. Awalnya aku ga mengira apa hubungan Nadia dengan Jesse karena di beberapa part awal selalu diceritakan kisahnya Jesse, sampai aku pikir ‘Apa aku salah baca atau ada isi bacaannya yang keliru’ karena ga disebut karakternya Nadia. Sampai akhirnya terjawab di part 22 dari seluruh part 65. Aku salut sama karakternya Nadia yang tangguh setelah banyak nasib buruk yang dialaminya, pantesan Jesse juga yang memujinya, “Kau tampak hebat.”

Kehidupannya Jesse sebenarnya juga ga semulus itu di mana dia selalu menjadi bayang-bayang kakaknya yang sukses dan mempesona tapi aslinya banyak sisi gelap. Aku suka Jesse yang mandiri lepas dari tangan orang tuanya yang pilih kasih dengan anaknya, sama seperti aku suka Diana yang mandiri juga sangat sayang dan mengayomi sama adik kembarannya. Kehadiran Christine bisa membuat pasangannya yang punya karakter buruk sekali menjadi sedikit lebih baik.

Kekurangan novel ini karena ada gaya hidup karakternya yang menurut mereka itu pilihan dan bebas tapi menurutku terlalu buruk yaitu mabuk-mabukkan, tinggal serumah di luar ikatan pernikahan dan ketika mereka ada masalah cukup membuatku pusing yang seharusnya aku ga perlu repot memikirkannya, ‘Tapi semua pembaca pasti juga terbawa emosional kan?’ karena memang penulisnya jago.

Oke sekian, selanjutnya seperti biasa kutipan yang kutertarik.

“Percayalah, saat hubungan baru yang mengasyikkan ini sudah kehilangan daya tariknya dan kau terjebak dalam pekerjaan rendahan, bertengkar dengan gadis itu tentang bagaimana kalian akan membayar tagihan telepon, perasaanmu akan lain dan kau akan menyesal.”

“Definisiku tentang kesuksesan berbeda dari mereka. Aku tidak perlu menghasilkan satu juta dollar. Aku tidak ingin memiliki serangkaian hubungan superfisial dengan gadis-gadis yang tidak punya kesamaan denganku.”

“Bukankah itu bagian dari kehidupan? Mengikuti kata hatimu? Menjajaki hal-hal yang tidak diketahui dan mencoba-coba serta belajar dari kesalahan?”

“Hal-hal tertentu dalam hidup berada di luar kendali kita.”

“Kalau kau percaya seseorang tidak menyukaimu, tidakkah kau akan menjauhi orang itu? Jika orang itu memperlakukanmu dengan sikap tidak pecaya, bukankah kau akan berhenti berusaha mendekatkan diri?”

“Hidup seharusnya disertai dengan label peringatan.” “Perhatian. Kegembiraan dan kesedihan di depan. Jalan terus dengan sangat berhati-hati.”

“Karena kalau ada satu hal yang yang kupelajari dalam hidup, itu adalah jangan pernah mengabaikan firasat.”

“Kalau ada satu hal yang kupelajari ketika berada di rumah sakit-itu adalah bahwa hidup ini singkat dan kita tidak oleh menyia-nyiakan waktu yang berharga dengan merasa benci atau menyimpan dendam.”

“Secara pribadi, aku percaya hal-hal tertentu memang ditakdirkan dan ‘kebetulan’ adalah kata yang terlalu sederhana untuk hal yang terjadi pada kebanyakan dari kita.”

Kamis, 19 Oktober 2023

Review Novel To You Who Is Far From Anywhere – Akiko Abe

Bismillah … Bermula dari Gramedia yang berbaik hati mau kasih promo buku-buku sampai sekian persen, pada akhirnya aku bisa punya beberapa novel lagi termasuk yang satu ini. Oke, ini merupakan novel terjemahan sekaligus dari negara jepang yang pernah kubaca. Terima kasih Gramedia karena aku bisa punya novel ini dengan harga 20.000 rupiah saja dari harga yang tertera di belakang covernya yaitu 82.000 rupiah itupun di pulau Jawa, bukan Sumatra. Terima kasih juga buat para pengguna situs Goodreads karena sudah memberi bintang >4 dan menulis ulasan yang bisa meyakinkanku membeli buku ini. Sekian intermezzonya.

Novel cantik dengan cover depan bergambar piano dengan seekor kucing di bawahnya dan cover belakang tampak sepasang dua murid sekolah ternyata juga secantik isinya. Saat pertama kali aku membacanya bisa langsung membayangkan seperti tengah menonton anime. Seperti deskripsi yang terdapat di sampul belakang, tokoh utamanya yaitu Kazuki Tsukigase menyimpan sebuah rahasia dan memutuskan untuk melanjutkan SMA di sebuah pulau terpencil bernama Tokishima. Di sana terdapat sebuah tempat misterius yang dijuluki Pantai Kamikakushi. Dan secara tidak sengaja Kazuki menemukan seorang anak perempuan terdampar di pantai tersebut yang menggumamkan ‘1974’ saat tak sadarkan diri. Apa artinya?

Penggambaran wilayah pantai Kamikakushi hanya saja sulit untuk aku pahami, apa harus baca ulang di bagian itu hm. Aku berharap novel ini bisa diadaptasi menjadi anime hanya ingin tahu saja bagaimana bentuk visual pantai tapi nggak tega juga lihat masa lalu Kazuki ☹ aku sudah mencari referensi di mesin pencarian memang indah.

Di dalam novel ini menggunakan istilah Kamikakushi (menghilangnya seseorang secara misterius) dan Marebito (seseorang yang datang dari jauh membawa keberuntungan).

Karakter di sini adalah persahabatan Kazuki dengan tiga orang temannya Mikiya, Shuuji, Akimitsu (seperti kata pengulas Goodreads) meskipun berbeda karakter, ya mereka lah alasan aku juga tertarik dengan novel ini, rindu dengan cerita persahabatan daripada roman. Kazuki juga bermain piano aku jadi ingat seperti tokoh utama yaitu Arima Kousei di Shigatsu wa Kimi no Uso. Di sini juga ada Takatsu yang tsundere (lagi-lagi seperti kata pengulas Goodreads) dan Nishina sensei yang megayomi. Aku suka keberanian Nanao.

Kutipan yang kusukai,

“Kau merasa seolah dunia ini hanya terdiri dari hal-hal yang indah dan menyenangkan, lalu kau merasa mampu hidup tanpa menyakiti dan disakiti orang lain. Meskipun kau tahu bahwa sesungguhnya tidak mungkin ada hal semacam itu dan hari-hari seperti itu tidak akan pernah tiba.”

“Karena kita punya perasaan, makanya kita disebut manusia, kan.”

“Tapi kau terlalu keras, ada kalanya kau malah jadi berpikiran sempit.”

“Kau kan manusia. Manusia itu perginya ke sekolah!”

“Manusia itu, berapa pun usianya, pasti kesulitan menyampaikan sesuatu dan menjadi orang dewasa itu bukan berarti kau bisa menyampaikannya dengan baik.”

“Lagi pula asrama putra kan tempat berkumpulnya makhluk-makhluk kelaparan.”

“Ngomong-ngomong, kau tidak ikut klub? Kau memancarkan aura yang mirip dengan orang yang tidak punya kesibukan.”

“Di dunia saat informasi lebih cepat mengalir dibandingkan air, manusia tidak akan terlalu ingat pada kejadian yang bahkan baru terjadi seminggu.”

“Karena dia itu orang yang sangat idealis, ia tidak akan membiarkan orang yang tidak ia percaya menyentuh karyanya. Terlebih lagi membiarkan mereka memilikinya.”

“Tidak cukup kalau hanya baik. Kita harus memeriksa sifat dan penampilannya lebih jauh.”

“Mengucapkan hal-hal kecil seperti ‘enak’, ‘terima kasih’, atau ‘cantik’ ke perempuan itu perlu, loh.”

“Aku tidak akan memaksamu untuk bercerita. Lagi pula aku tidak berhak untuk menghakimimu.”

“Padahal biasanya orang pura-pura mendekati dan dan berusaha menyenangka orang yang memberikan keuntungan buat dirinya dan akan berlagak angkuh pada orang yang posisinya lebih rendah dibanding dirinya.”

“Kau menyesalinya?” “Kalau menyesal … mungkin tidak.” “Kalau begitu tidak masalah, dong.”

“Kau membolos? Kau benar-benar anak yang berjiwa bebas, ya.”

“Setiap manusia memiliki ritme pemikiran dan penyampaiannya sendiri-sendiri. Jika ritme itu terganggu, maka mereka pasti akan merasa terancam.”

“Tsukigase juga tidak boleh terus terima disakiti. Kau boleh saja marah,”

“Mereka hanya bersenang-senang sejenak, lalu setelah itu mereka tidak ingat pernah berkata demikian. Jangan pernah mengambil hatiucapan orang-orang seperti itu.”

“Jika kau melukainya dan membuatnya bersedih, itu tidak pantas disebut rasa suka. Aku tidak akan pernah mengakui perasaan semacam itu.”

“Memang apa salahnya dengan cerita yang sederhana dan membosankan? Bukankah bagus jika Kazuki memiliki teman, lukanya sembuh dan bahagia? Bukankah merasa senang dengan itu semua merupakan bukti bahwa kau menyukainya?”

“Orang asing yang kita kenal dari internet itu tidak bisa kita percaya.”

“Aku terlalu santai dan lengah hingga mudah disudutkan sampai tidak dapat melepaskan diri seperti terjerat dalam jaring laba-laba.”

“Para orang dewasa itu tidak menanyakan dan mengatakan apa pun padanya, kemudian seenaknya mengambil keputusan di akhir.”

“Yang namanya keluarga, mau apa pun yang terjadi, tidak boleh bercerai-berai.”

“Yang jelas mereka peduli dari lubuk hati yang terdalam. Ucapan dan Tindakan tanpa memikirkan dirinya sendiri itu mungkin yang disebut orang-orang kasih sayang.”

“Setelah ini pun hari-hari akan terus berlanjut dan akan berakhir suatu hari.”

“Suatu peristiwa dapat mengubah hubungan manusia dan hubungan yang telah berubah tidak bisa kembali ke asal sepenuhnya.”

“Tetapi saat terlintas di benakku bahwa orang itu pasti berharga bagi seseorang, perasaan jahat itu menjadi kecil. Bukan menghilang, ya. Hanya menjadi lebih kecil dan aku terus mengulangnya setiap hari sehingga aku belum pernah melakukannya.”

“Menjadi aneh tidak melanggar aturan dan bukan berarti karena kita aneh, kita tidak boleh hidup, kan.”

“Sesungguhnya yang paling jauh adalah masa lalu. Masa itu sudah jauh berlalu meninggalkannya dan tidak akan pernah bisa diulang kembali. Seberapa panjangnya ia menjulurkan tangannya, masa itu tidak akan pernah tergapai. Meski ada yang ingin ia sampaikan, sudah mustahil.”

“Seperti hukum rimba, yang lemah akan dimakan.”

“Masa lalu berada sangat jauh melebihi apa pun yang ada di dunia ini sehingga mau sekeras apa pun aku berusaha menggapainya, tidak akan pernah tercapai.”

Akhirul kalam, cerita dan bahasa novel ini memang sederhana tapi tetap saja rasanya indah dan sesuai untuk dibaca semua kalangan.

Rabu, 18 Oktober 2023

Review Novel Tentang Kamu - Tere Liye

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hai guys, kali ini aku akan mereview lagi novel Tere Liye dan sekarang judulnya Tentang Kamu. Ini novel kedua yang kusukai setelah Hujan. Aku suka novel ini karena genrenya seperti biografi, menceritakan riwayat hidup seseorang dari ia lahir sampai tiada. Sekali lagi, novel Tere Liye yang ini bukan tentang cinta-cintaan belaka, itu hanya bumbu saja. Lebih dari itu novel ini ada tentang keluarga, persahabatan, kehidupan, perjuangan, pengorbanan, dll khas cerita Tere Liye lainnya.

Ini adalah kisah hidupnya Sri Ningsih yang begitu menginspirasi. Beliau mempunyai warisan 19 triliun hasil inovasi, kerja keras dan kebaikannya. Bagaimana bisa? Ayo baca novel ini:D di dalam cerita ini juga terdapat tokoh karisma bernama Zaman Zulkarnaen, berprofesi sebagai pengacara  yang amanah. Zaman pernah ditanyai pertanyaan, 'Jika berkata jujur akan membuat empat orang jahat terbunuh mengenaskan, sedangkan berbohong akan membuatnya selamat, maka pilihan apa yang akan Anda ambil?'


Zaman punya empat belas piala taekwondo dan pernah mengatakan, "Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji sesederhana apapun itu, memiliki kehormatan."


Sri Ningsih pernah menulis diary yang terdiri dari 5 juz. Berikut kutipan yang kusukai.


Juz pertama. Tentang kesabaran. 1946-1960.


"Kekerasan yang mereka peroleh justru dari orang yang seharusnya menyayangi dan melindungi."


"Ada cara terbaik sebaliknya untuk menerima takdir kejam itu dengan memeluknya."


Juz kedua. Tentang persahabatan. 1961-1966.


"Aku ingin sekali punya hati seperti miliknya. Tidak pernah membenci walau sedebu. Tidak pernah berprasangka buruk walau setetes."


"Kamu tidak perlu menjelaskan lebih detail tentang harta warisan miliknya. Tapi aku tahu, aku bisa menebaknya, harta itu bernilai triliunan rupiah. Kerena itulah harga dari hati seorang Sri Ningsih."


"Menilik prinsip hidupnya, kekayaan sebesar itu tidak akan datang gratis, tapi didapat dengan kerja keras."


Juz ketiga. Tentang keteguhan hati. 1967-1979.


"Jika itu harus disebut keberuntungan, maka itulah keberuntungan kerja keras, pantang menyerah."


"Bahkan sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya."


"Saham adalah instrumen keuangan yang dapat tumbuh lebih cepat dri investasi emas, tanah dan sebagainya. Nilainya terus bergerak setiap kali sebuah perusahaan melakukan ekspansi."


"Kadang kala sesuatu yang kecil bisa menjadi petunjuk akurat."


Juz keempat. Tentang cinta. 1980-1999.


"Setiap kali kita menunda melakukannya, semakin sedikit waktu yang kita punya."


"Tidak ada lagi waktu untuk mengenang masa lalu. Saatnya terus bergerak maju."


"Pool ini bukan panti sosial, hanya bisa menampung pendatang dengan skill."


"Saat kita telah berhasil melupakan sesuatu, bukan berarti itu benar-benar telah lupa begitu saja, boleh jadi masih ada yang mengingatnya."


"Semakin kamu bilang bukan siapa-siapa, itu justru berarti memang siapa-siapa."


"Daripada kita sibuk bertanya kapan seorang gadis menikah, hanya membuatnya sedih, lebih baik bantu dia agar segera mendapatkan jodohnya. Itu lebih bermanfaat."


"Bagi spesies tertentu laki-laki dan lazimnya itu spesies terbaiknya, kriteria kecantikan hati jauh lebih penting dibanding tampilan fisik."


"Jika memang berjodoh, maka berjodohlah. Tidak perlu terlalu berharap, tapi tidak juga sangat negatif menanggapinya."


"Apapun akhir dari kisah ini, seharusnya dia bersyukur, karena telah diberikan kesempatan untuk merasakan sesuatu yang sejak dulu tidak diketahuinya: jatuh cinta."


"Tidak baik anak gadis berlama-lama punya hubungan yang tidak jelas."


"Ah, jatuh cinta kadang membuat orang bisa melakukan hal bodoh."


"Bagi para pendatang, kadang kala ada banyak masa lalu yang tidak ingin ditengok kembali."


"Dalam kehidupan, masa sekarang dan masa depan jauh lebih penting, karena masa lalu, sehebat apapun itu telah tertinggal di belakang."


"Tapi aku tidak akan menyalahkan diri sendiri, karena itu tidak akan mengubah situasi."


"Maka, semoga besok, beban di hati terangkat sedikit. Tidak usah banyak, sedikit saja tidak apa. Besok, besoknya lagi, biarkan waktu menyiram semua kesedihan hingga hilang tak berbekas."


"Seluruh prosesi pernikahan itu, mau dengan tradisi apapun, sama sakral dan indahnya. Mempelai wanitanya terlihat cantik, mempelai prianya tampak tampan."


"Sungguh terima kasih untuk kesempatan mengenalmu. Itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cinta-lah yang akan mempertemukan kita."


"Karena pada akhirnya, semua hal memang akan selesai, memiliki ujung kisah. Maka saat itu berakhir, aku tidak akan menangis sedih, aku akan tersenyum bahagia karena semua hal itu pernah terjadi."


"Mencintaimu telah memberikanku keberanian dan dicintai olehmu begitu dalam telah memberikanku kekuatan. Terima kasih."


"Lanjutkan kisah hidupmu, kamu akan memiliki petualangan hidup berikutnya yang lebih panjang. Penuhi mimpi-mimpi lamamu, melihat dunia."


"Aku tidak pernah melihat ibu kandungku. Tapi aku menemukan ibu terbaik di kota ini, ibu yang tiada duanya."


"Tidak ada yang tahu sesungguhnya suasana hati seseorang hanya dengan melihat wajahnya. Hati manusia persis seperti lautan, penuh misteri. Kita tidak pernah tahu kejadian menyakitkan apa yang telah dilewati oleh seseorang."


"Selain apa-apa yang kita belanjakan untuk kebaikan. Sisanya, akan ditinggalkan, bahkan diperebutkan."


"Kita tidak perlu menilai posisi moralitas firma hukum lain, biarkan itu menjadi urusan mereka sendiri. Kita fokus saja melaksanakan amanat sebaik mungkin."


Juz kelima. Tentang memeluk semua rasa sakit. 2000 - ...


"Album-album ini membekukan waktu yang pernah kami lewati. Tidak semua foto bisa disimpan, aku memilih yang terbaik, yang mewakili masa-masa itu."


"Dia tidak memiliki pendidikan formal tinggi, tapi semangat belajarnya luar biasa. Diam-diam, dia menyerap begitu banyak pengetahuan lewat memerhatikan orang lain. Dan memiliki ketertarikan atas berbagai disiplin ilmu."


"Malam hari, saat penghuni panti menghabiskan waktu dengan mengobrol atau menonton televisi, Sri terbenam membaca buku-buku."


"Lantas memutar balik seluruh fakta, menuduh orang lain adalah penjahatnya, menyuruh orang lain belajar sejarah-khas sekali seperti jutaan pengkhianat lainnya."


"Pengawal-pengawal ini naif sekali, tidakkah mereka berhitung dengan kekuatan sendiri?"


"Sangat menyakitkan memang, menuduh orang lain pengkhianat, padahal sejatinya diri sendiri yang mengkhianati orang lain. Merasa paling benar, tapi kenyataannya tidak."



Berikut latar tempat di novel ini, berasa keliling dunia hh.


Belgrave Square, London, UK
    Belgrave Square, London, UK          Victoria Station, London


 
    Quay d'Orsay, Paris, Perancis            Maison de Retraite

 
    Grande Mosquee de Paris                  Seine River, Paris

 
    Pulau Bungin, Sumbawa                    Bandara Adi Soemarmo, Surakarta

 
    Pasar Beringharjo, Yogyakarta          Monas, Jakarta

 
    Pasar Senen, Jakarta                          Tower Bridge, London

  
     India Square, London                        Big Ben, London


    Chealsea Flower, London     Bus London


    Cappadocia, Turki                            Fatih Sultan Mehmet Bridge, Turki

    Champs-Elysees, Paris, France        Golden Gate Bride, San Francisco, California, US

Sumber gambar: Wikipedia.