Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celotehan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2026

Sebuah Balasan di Bulan Desember (Part 3 - Ending)

Ternyata, suaranya bagus saat bernyanyi tapi tetap saja dia tidak percaya diri. Aku suka sekali memaksanya bernyanyi meski sering tidak diiyakan. Saat itu dia bilang buatku, "Ternyata, orang yang banyak bertanya juga bisa kesal saat orang banyak bertanya sama dia." Waktu itu aku banyak cerita sama dia, apa saja lah, mau itu hal yang random, ataupun agak serius macam topik cinta yang selalu menarik untuk dibicarakan. Tapi semua pertemanan tidak semulus itu, kami juga pernah ada salah paham.

Teh Oreo pernah kesal padaku karena waktu kami chatting, aku pernah tiba-tiba centang satu di WhatsApp. Saat itu dalam pikiranku, "Ini HP juga nanti bakal mati sendiri, ntar aku beberes dan ngerjain tugasnya." Ya, aku sangat malas buat charger HP, jadi sering sampai mati total. Aku ngga mikir di sisi lawan chat aku, dia itu jadi nggak dihargai.

Dulu itu, aku sangat suka chatting dengan banyak teman virtual yang entah dari Slowly, Twitter, Whatsapp, atau platform manapun. Aku jadi kecanduan, kebetulan HPku pun cepat banget habis baterainya, aku yang kecanduan chat pun sering nunggu HPku mati sendiri alih-alih menchargernya dulu. Aku pernah ngira hubungan sama teman virtual bisa dilakukan di waktu senggang saja dan kapanpun aku mau. Padahal kata temanku, "Virtual-virtual kan orang juga, bukan boneka."

Aku nggak memposisikan kalau aku ada di dia. Harusnya aku bayangin kalau, kita lagi hadir dan ngobrol tiba-tiba lawan bicara pergi begitu aja, nggak ada angin dan hujan, rasanya jelas ngga mengenakan. Aku nggak sadar sudah menyakiti dia secara nggak sengaja. Aku bersikap seenaknya sama teman yang padahal aku nyaman dengannya. Perlahan tapi pasti, dia pun mulai mengurangi rutinitas kami yang biasa. Bisa dibilang chatnya nggak seexcited dulu, aku paham, dan meskipun aku cuma minta maaf tapi tetap saja sih nggak mengubah aku sudah salah.

Hari-hari berlalu setelah itu, kami masih chat meski nggak seintes dulu. Teh Oreo emang nggak pernah sih chat duluan, tapi anehnya dia selalu fast respon. Di zaman sekarang, orang yang fast respon itu langka, dan itu berarti dia menghargai kita. Teteh itu juga bilang kalau chat sudah tengah hari, dia malas balasnya, di samping dia juga nggak suka notif apapun itu kalau ada langsung dihapusnya. Sepertinya, dia orang yang teratur.

Enam tahun kemudian, nggak ada yang berubah, semua tetap sama. Biasanya aku yang suka chat duluan, kali ini sudah sangat jarang. Dia juga menyadari, katanya "Mungkin kamu sudah kerja, jadi mulai stres wkwk." Aku jadi mikir, "Lah, dirinya sendiri kerja sudah selama itu, tapi dulu masih mau balas-balas chat denganku, kayak nggak nampak stresnya malah. Atau dia sudah menjelma menjadi ikan opah, kesukaannya.

"Kamu juga memulai komentar."

"Andai bisa diulang, aku ga mau komen."

"Apakah kamu menyesalinya?"

"Ya, banget."

Aku menulis ini sambil dengar lagu yang pernah direkomendasikannya tiga tahun lalu, I'm Done dari Mina Okabe.

Minggu, 02 Agustus 2026

Sebuah Balasan Di Bulan Desember (Part 2)

Kak Oreo sudah bekerja selama belasan tahun yang mengharuskan bertemu banyak orang, padahal dia seorang introvert. Aku nggak tahu, sudah berapa banyak orang yang dia temui dan pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi setangguh itu. Awalnya, aku lihat suka ngetweet hal-hal yang sendu. Aku juga nggak pernah tahu seperti apa dirinya di balik tulisan-tulisannya yang kreatif itu dan nggak bisa ditebak.

Dia punya teman yang sangat ekstrovert, mereka kontras. Persamaannya sering beradu mulut dan tidak pernah serius, tapi saling menyayangi. Seperti kata Al A'masy bin Ibrahim, "Orang yang mengajak bercanda denganmu melainkan orang yang mencintaimu." Temannya Kak Oreo juga orang yang tangguh, mungkin di luar nampak tegas tapi dia juga punya persoalan hidupnya sendiri dan tengah berjuang untuk itu. 

Kak Oreo itu seorang yang pemikir, selain sejarah dia suka filsafat. Biasanya dia nonton Dr. Fahrudin Faiz seorang filsuf muslim dan penulis asal Indonesia. Mungkin dari situ dia punya pengetahuan yang membuat orang bisa betah berdiskusi dengannya. Aku sendiri biasanya suka banyak bertanya apa saja dan jawabannya membuatku lebih terbuka.

Terkadang dia bisa tiba-tiba punya quotes kayak, "Ya, intinya sih jaga diri aja, perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan." Atau yang berat, "Kayak perasaan kita suka ke orang lain, bagaimana cara menerima dan menolaknya. Bagaimana mengaturnya, memposisikannya. Perasaan kita yang nggak suka lihat orang lain bahagia, perasaan yang senang dengan hal-hal kecil. Itu kan perlu belajar terus buat sejalan dengan kehidupan yang benar."

Dia juga pernah bilang, "Sukses itu bagiku, menaklukan ketakutan-ketakutan dalam diri dan mampu maju menghadapi tantangan-tantangan apapun itu." Dan "Kalau aku percaya diri, aku sudah sukses sekarang" Menurutku dia tengah belajar tentang bagaimana menerima diri. Jujur, aku pun sama, dan aku rasa di luar sana banyak yang mengalaminya. Aku nggak tahu sampai kapan, tapi biarlah waktu yang menjawab.

Kak Oreo suka dengan Egha Latoya dan Avril Lavigne. Karena dia, aku jadi mengenal lagu Buih Jadi Permadani, liriknya indah dan terasa puitis. Waktu itu juga aku melakukan rapid test dan hasilnya positif suspek COVID 19. Aku hanya mengurung diri di kamar asrama, meski kemudian akhirnya tes antigen negatif tapi aku terlanjur terpuruk sebelumnya. Kak Oreo tiba-tiba chat, "Heh OTG!" Mungkin dia sudah lupa, tapi saat itu pernah membuatku tertawa. (OTG: Orang Tanpa Gejala). 

Bersambung.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Sebuah Balasan di Bulan Desember (Part 1)

Enam tahun lalu, saat baru setahun aktif di Twitter (sekarang X), aku menulis sebuah tweet: "Antara Back To December dan aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember". Aku memang suka bulan Desember, karena di samping bulan kelahiran, Desember itu ada lagu yang bagus kayak judul lagu yang aku tweet tadi.

Nggak lama setelahnya ada seseorang yang reply, "Lirik lagu ERK right? :)" Tentu saja aku senang karena ada interaksi begitu, aku nggak tahu entah bagaimana algoritma tweetku muncul di dia. Sontak, aku balas saja komenan itu. Lagu itu memang sudah lama, tapi bukankah kita manusia memang senang mencari kesamaan, apalagi saat ingin berteman?

Waktu itu, aku pun DM (Direct Messages) dia duluan. Mungkin ada yang nanya kenapa aku melakukannya, karena menurutku sangat mudah memulai komunikasi di media sosial. Tinggal kita ketik sesuatu, ke orang yang dituju, terus kirim. Aku memang ingin mencari teman. Di dunia nyata, aku sulit memulai perkenalan, tidak mudah akrab, dan butuh waktu lama untuk merasa nyaman.

Ternyata, tidak kusangka orang ini merespon DM-ku dengan baik, bahkan dia juga memperkenalkan namanya dan asal daerahnya terlebih dahulu. Aku juga melakukan hal yang sama, aku bilang aku dari Aceh. Dia yang jaraknya lebih dari dua ribuan km dariku bilang, pengin banget ke titik 0 Indonesia. Aku hanya mengaminkan dan percakapan terputus setelah itu.

Tetapi, dua bulan kemudian dia tiba-tiba kirim DM, katanya mau nanya tentang Aceh. Sebenarnya, aku sudah khatam sih orang luar Aceh di Indonesia itu banyak bertanya tentang daerahku ini, mendadak aku merasa eksklusif saja jadi orang sini. Biasanya, pertanyaan yang muncul seperti "Apa semua cewek diwajibkan pakaian syar'i? Adakah penduduk non muslim di sana? Di sana pakai hukum islam? Kamu dan keluargamu mengalami kejadian Tsunami 2004? Apa ada yang pacaran di sana? Nama kamu diawali dengan Cut?" Aku pun menjawab pertanyaan mereka sepengetahuanku. Indonesia itu keren tiap daerah punya keistimewaannya sendiri, kata dia juga.

Dia bilang, suka video zaman Belanda atau zaman dulu. Menurutku, itu menarik sih. Saat kita tahu bagaimana kehidupan mereka pada masa itu sangat kontras dengan sekarang yang makin maju dengan perkembangan zaman. Masa itu sangat sederhana, begitu sulit, orang-orang sangat bekerja keras dan aku merasa sesuatu terjadi begitu alami, apa adanya. 

Beberapa bulan setelah itu, aku DM dia dan nanya, "Hai, belum tidur?" Yang dijawab, "Belum." Beberapa bulan lagi, dia pun DM aku, "Anda suka sekali begadang haha." Sebenarnya, aku malu karena kebiasaanku itu jadi ke-notice. Tapi mau bagaimana, aku memang sudah terbiasa begadang semenjak kelas 1 SMP. Waktu itu aku, aku lagi asyik-asyiknya baca cerbung tentang Coboy Junior di fanpage Facebook.

Besoknya, akhir Juli 2021. Aku DM dia kalau aku lama bakal nggak aktif di Twitter. Aku kasih tahu nomorku karena aku ingin menjaga silaturahmi dengan orang yang baik, dan tentu saja aku tidak memaksa. Aku bilang mau rehat, waktu itu aku sudah akan memasuki semester tiga saja di perkuliahan, dan aku akan stay di tempat rantauan. Kalau sebelumnya aku di rumah, atau sesekali ke kampus buat praktikum karena masih masa COVID-19. 

Akhirnya, kami lanjut komunikasi via WhatsApp. Aku bersyukur takdir-Nya memperkenalkan kami. Padahal kami jaraknya jauh sekali, meski masih satu negara, dia di ujung barat pulau Jawa sedangkan aku di ujung barat pulau Sumatera. Dia termasuk salah satu support systemku waktu itu, bahkan sampai sekarang. Dari aku memanggilnya "kakak" sampai jadi "teteh" aku baru sadar lazimmya panggilan itu di daerahnya. 

Bersambung.

Sambungannya 💛

Selasa, 06 Mei 2025

Perihal Kebaikan

Kebaikan bisa datang dari orang yang ga disangka-sangka. Pernahkah kamu ngerasa ditolong orang yang bahkan namanya pun ga kamu tahu? Kali ini, aku mau cerita tentang kebaikan yang kudapat dari mereka yang asing tapi kebaikannya nyangkut di hati.

Waktu itu hari hujan, parahnya aku mengendarai motor dengan tidak memelankan lajunya. Alhasil, tentu saja terjatuh karena jalannya licin. Syukur tidak ada luka yang berat. Tahu-tahu ada mahasiswa almamater kuning yang membantu mendirikan motorku, lalu pergi begitu saja. Posisiku masih terduduk di jalan mungkin karena masih memahami apa yang terjadi dan aku juga tidak sempat bilang ‘Terima kasih’ padahal merasa terbantu olehnya. Memang hal seperti ini harus dihindarkan untuk terjadi lagi, sangat penting mengutamakan keselamatan di jalan. Saat itu aku takut terlambat ke Sekolah karena kena jadwal piket juga padahal tengah hujan.

Pernah, aku menunggu jemputan sepulang Sekolah. Lama menunggu sampai sore dan sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan labi-labinya kakek. Sepertinya aku tidak membawa HP saat itu jadi tidak bisa menelpon orang rumah untuk dijemput. Aku juga masih belum berani untuk mengendarai motor. Sekolahku jauh untuk menjangkau kota sampai lebih dari 7 KM jaraknya. Akhirnya yang ditunggu datang, kendaraan langgananku meski seringkali muncul di Sekolahku dulu. Aku melihat labi-labi itu menuju jalur yang berlawanan arah dengan rumahku, karena berpikir tidak ada pilihan lain aku memberhentikannya. Ternyata, aku memang sudah ketinggalan labi-labi itu dari tadi. Aku mengikuti saja labi-labi yang mengantar anak Sekolah dari kota, sampai mereka turun. Aku bilang ke kakek kalau sebenarnya tujuanku ke kota. Kakek itu pun mutar balik mengantarku ke kota. MasyaAllah, sungguh baik beliau mau. Aku hanya memberi ongkos beberapa ribuan karena hanya sisa uang jajan yang kupunya.

Suatu kali, aku pernah juga bawa motor tapi ga mengaitkan tali helmnya. Ya, aku memang ceroboh. Alhasil, helmnya terbang. Hari itu siang yang terik, syukur ga ada pengendara lain di belakangku yang bisa saja helmku mengenai mereka. Ternyata, muncul dua orang yang berboncengan motor, kaka itu mau membantu mengambil helmku yang jatuh. Aku hanya bisa bilang ‘Terima kasih’. Kebetulan waktu itu pun aku lagi buru-buru. Aku jadi menghemat waktu ga perlu turun dari motor buat ambil helm itu. Aku merasa sangat terbantu.

Buat mereka di mana pun berada, semoga terbalas juga dengan lebih banyak kebaikan. Padahal, kami tidak saling mengenal, tetapi kebaikan dan keikhlasan mereka ... tak akan pernah kulupa.

Kamis, 13 Februari 2025

23

Today, exactly 23 years ago, I was born. Of course, that is not a short period of time—so much has happened over the years. But somehow, it still feels like just yesterday when I chose the Yellow Ranger, watched Barbie and Dora DVDs, read Iqra, feared the story of a disobedient child cursed into a stingray, bought syrup for Rp 500, played Tenchu 3 on PlayStation, learned to make bags from paracord, edited videos with VideoScribe, and felt homesick while living in a dormitory. Those times have passed and can never return, just like the hands of a clock that never turn backward or a broken mirror that can never be whole again.

Honestly, I am still trying to understand how the world works. People come and go, lessons are learned from mistakes, and memories fade—though some leave lasting marks.

Life is not as simple as when I used to imagine as a child:" It must be nice to be an adult—no one telling you what to do, no restrictions, having your own money, and being able to do anything." But as I grow older and enter this phase, I realize everything is much more complex. We are constantly faced with responsibilities and risks. Sometimes, I wonder why I exist in a world that is so chaotic because of human actions.
However, I believe that divine destiny is always the best, and in that belief, hope grows. When Allah has created the world and the universe along with everything in it, then He will surely take care of it. In my view, life should be allowed to flow as it is, and this temporary existence should serve a purpose. I trust that He loves all His servants unconditionally, without expecting anything in return.

Thank you for reading ♡

Bunga, December 18 2024.

Sabtu, 24 Februari 2024

Merasa Menyesal Karena Mengenal Seseorang?

Sebuah tweet dari akun centang biru tertulis, @anyaselalubenar “Kadang suka nyesel nggak sih? Mending nggak usah kenalan sekalian, jadi nggak sedalam itu”.

Aku jadi mikir, itu benar. Aku juga pernah merasakan menyesal mengenal seseorang. Bukan karena dia nggak baik, tapi kenapa akhirnya dia hilang? Itu membuatku sulit melupakan tentangnya. Seharusnya dari awal aku menyadari, bahwa konsekuensi setelah pertemuan itu kepergian. Orang-orang bebas datang dan pergi sesukanya.

“Orang itu sulit dilupakan karena sudah memberi kenangan indah untuk yang pertama kalinya”.

Ya, aku setuju dengan itu. Kenangan itu indah tapi kenapa rasanya bisa menyakitkan? Lantas, apa gunanya kenangan? Bolehkan aku membenci kenangan?

Kata orang, “Pengalaman adalah guru terbaik”. Mungkin, ini semua bisa menjadi pembelajaran untukku. Kalau nggak ketemu dia aku nggak dapat pengetahuan baru. Ya, ambil baiknya saja. Bagaimanapun dia juga pernah baik sama aku. Jadi, terima kasih kesempatannya menjadi bagian yang kuikhlaskan di kehidupan ini. Sebuah bekal untuk aku melangkah lagi.

Aku sendiri juga pernah membuat seseorang menyesali karena pernah mengenalku. Saat mendengar dia mengatakannya, jujur merasa sedih dan ingin marah. Namun, aku jadi tahu “Oh jadi seperti ini rasanya disesali seseorang sebab mengenalku. Begitu juga saat mengatakan ke seseorang kalau aku menyesal mengenalnya, mungkin dia akan merasakan hal yang sama tidak menyenangkan itu.

Teringat, perkataanku ke seseorang, “Aku tidak pernah membayangkan kalau kita bisa saling mengenal.” Yang dijawab, “Tidak usah dipikirkan itu takdir.”

Benar seperti hadist,

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ.

“Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi” HR. Muslim, Thirmidzi dan Abu Dawud.

Semua hal di dunia ini sudah ditakdirkan termasuk saat kita mengenal seseorang. Sebagai seorang muslim/muslimah kita mengimani percaya takdir-Nya. Berikhtiar (memilih dan menentukan) apakah menyesal atau bergembira karena pernah mengenal seseorang.



Sabtu, 17 Februari 2024

Beberapa Lagu Religi yang Kusukai dan Menginspirasi

Kalau pertama kali mendengar lagu, kamu fokus ke lirik atau nadanya? Yeah, apapun itu setiap lagu pasti punya tempat tersendiri di pendengarnya. Bahkan, ada yang memasukkan seseorang ke dalam lagu. Jadi, saat mendengar lagu tertentu ia jadi merasa flashback, mengenang masa lalu dan gagal move on deh wkwk. BTW jujur, sebenarnya aku sendiri tidak ingin menjadi orang yang terlalu berlarut dalam lagu karena takut lalai. Namun, nggak bisa aku pungkiri banyak lagu bagus yang liriknya mengajak pesan kebaikan, seperti lagu genre religi. Lirik indah yang bisa menggerakkan semangat seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Berikut beberapa lagu religi yang kusukai dan menginspirasi.


1.     1. Muhasabah Cinta – Edcoustic

Lirik dalam lagu ini menceritakan tentang seseorang yang diberi ujian berupa sakit, ia merasa sangat lemah dan menyadari ternyata sehat adalah sesungguhnya nikmat. Ia intropeksi diri kalau sebelumnya kurang akan rasa syukur. Kini, ia memohon ampun atas salahnya, berharap cinta-Nya dan tawakal. Meminta diberi kekuatan dan jika meninggal dipertemukan dengan Ilahi. Sepotong lirik,

“Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku.” TKP

 

Edcoustic, grup nasyid dari Bandung pada tahun 2002 dan lagu ini dirilis tahun 2008. Salah satu personilnya Aden yang juga merupakan penulis lirik lagu ‘Ketika Cinta Bertasbih – Melly Goeslaw feat. Amee’, telah meninggal. Al Fatihah buat beliau.

 

2.     2. Seharusnya Terlambat (OST. Jangan Buat Aku Berdosa)

Lirik dalam lagu ini bercerita tentang seorang Muslimah yang tengah menyukai lawan jenisnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu, tapi seharusnya perasaan tersebut tidak terlalu terbawa di luar ikatan halal sehingga bisa menimbukan dosa. Muslima ini tidak menyalahkan orang yang membuat ia jatuh hati dan perasaan yang di luar kendalinya. Pada akhirnya Tuhan yang tahu bersama siapa takdirnya.

“Tak sepenuhnya salahmu

Hatiku lemah jauh darinya

Menahan takdir kedatanganmu

Bukan kuasaku

Meski kadang tak rela

Cintamu seharusnya terlambat

Pada siapa hati kan halal

Tuhan yang tahu.” TKP

 

Soundtrack ini dari film Jangan Buat Aku Berdosa yang kurekomendasikan banget untuk ditonton. Tentang nggak boleh pacaran, pentingnya jilbab syar’i dan mesti mengikhlaskan. TKP

 

3.     3. Menuju Syurga Mu – El Banat

Cerita dalam lirik lagu ini yaitu seseorang yang merasa hampa bila jauh dari Tuhan. Cobaan yang datang di dalam hidup, membuatnya menguatkan hati. Ia juga berharap Tuhan membimbingnya menjadi hamba yang menuju surga-Nya.

“Kubuka lembaran baru, kukuatkan ketaatan

Teriring tobat keinsyafan

Oh Tuhan bimbinglah kami ini menjadi hamba sejati

Menuju syurga Mu.”  TKP

 

Lagu ini dipublikasikan pada tahun 2017 oleh El Banat, yang keempat anggotanya dari SMAIT Jambi. 

 

4.     4. Jangan Salahkan Hijabku – Shohibatussaufa

Seperti judulnya, lirik dalam lagu ini menegaskan untuk jangan menyalahkan hijab seorang Muslimah bila tingkah lakunya salah atau ada perkataan yang menyakiti hati. Muslima ini memakai hijab karena mengikuti perintah Allah dan bukti cinta pada-Nya meskipun, sembari proses belajar untuk mengubah tingkah lakunya menjadi lebih baik. Muslimah bisa saja salah tapi hijab itu nggak pernah salah.

“Jangan, jangan, jangan salahkan hijabku kalau begitu

Aku terus-terus belajar untuk ubah tingkah laku

Berhijab caraku untuk lebih baik

Muslimah terbaik sudah tentulah berhijab.” TKP

 

Mungkin untuk saat ini segitu dulu, insyaAllah kalau ada lagi kutambahkan.

Kamis, 14 September 2023

OST (Original Soundtrack) Anime yang Menyentuh

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hai anime lovers, kali ini ana mau share OST anime yang menyentuh dan sering dibilang anak zaman now yaitu so deep … Warning, OST anime yang ana sukai ini liriknya banyak sedihnya guys, meski nadanya ceria. So, monggo kalau mau disimak … Ini dia OST anime versi ana …


11  1. Kimi ga Kureta Mono (Apa yang telah kau berikan untukku) - Secret Base (OST Anime Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai).

Kimi to natsu no owari shourai no yume ookina kibou wasurenai

Juunengo no hachigatsu mata deaeru no wo shinjite

Saikou no omoide wo ...

Aku takkan melupakan akhir musim panas bersamamu, mimpi masa depan kita, maupun harapan besar kita

Jadi, percayalah bahwa kita akan bertemu lagi pada Agustus 10 tahun mendatang

Demi menciptakan kenangan terbaik ...

Huhu, ya Allah sedih banget kan guys T_T baru dengar liriknya saja yang pertama ana sudah teringat begitu jelas dengan jalan cerita animenya yang menyedihkan.


2       2. I Will - Chelsy (OST Ao Haru Ride)

Chiisaku yureta himawari sayonara mo ienai mama …

Bunga matahari perlahan berayun, tak dapat mengucapkan perpisahan …

Suka aja gitu di bagian reff OST ini juga karena ada tergiang di adegan animenya yang berkesan sekali. Di mana waktu itu si Yoshioka Futaba berkata pada Kou Tanaka/ Mabuchi Kou kalau ia ada ketinggalan sesuatu di kelas padahal teman laki-laki yang disukainya itu sudah naik kereta api. Batin Yoshioka, ‘Kalau Kou turun berarti dia menyukaiku, kalau Kou tidak turun berarti tidak menyukaiku’. Sampai akhirnya kereta api melaju kencang dengan OST ini dan ternyata … Kou turun! Hal itu memuat Yoshioka tersipu, padahal ia tidak meninggalkan perihal suatu apapun di kelas.

 

33  3. Orange - 7!! (OST Shigatsu wa Kimi no Uso)

Ameagari no sora no you na kokoro ga hareru youna

Kimi no egao wo oboete iru omoide shite egao ni naru

Kitto futari wa ano hi no mama mujakina kodomo no mama

Meguru kisetsu wo kakenukete iku sorezore no ashita wo mite

Bagaikan langit setelah hujan reda, bagaikan hati yang sedang cerah

Aku mengingat senyumanmu dan senyuman itu pun menjadi hal yang terkenang

Kita pasti masih seperti di hari itu, masih seperti anak kecil yang polos

Melewati berbagai musim yang berlalu dan melihat hari esok masing-masing

Sepertinya OST ini memang sudah terkenal dengan nuansa sendu karena banyak sekali yang memutarnya di salah satu platform internet. Apalagi ending-nya sangat menyedihkan, benar-benar membuat hati pilu T_T.


4. Kirameki (Berkilauan) - Wacci (OST Shigatsu wa Kimi no Uso)

Tsunaideitai te wa kimi no mono datta yo

Nigirikata de nani mo kamo wo tsutae aeru sono te datta

Hoka no dare demo nai kimi ja nakya dame da yo

Itsumademo soba ni itai to omoeta

Tanganmulah yang ingin kugenggam

Dengan mengungkapkan segalanya melalui tangan itu

Tidak ada orang lain, cuma kamu yang kuinginkan

Ku menyadari bahwa ku tak ingin berpisah darimu

Kalau kamu lagi galau please ana saranin jangan coba-coba buat dengar lagu ini, pasti sakit banget rasanya. Ana sudah ngalamin sendiri soalnya, sayangi hati kalian.

 

55  5. Memories – Maki Otsuki (OST One Piece)

Moshimo sekai ga kawaru no nara

Nani mo shiranai koro no watashi ni

Tsurete itte omoide ga iroasenai you ni

Seandainya dunia ini berubah

Bawalah aku ke saat aku belum mengenal apa-apa

Agar kenanganku tak memudar

Ana ga nonton animenya sih, panjang banget karena sudah sampai ribuan lebih episode. Meski ada yang katanya sudah nonton sampai habis episodenya dia malah tonton ulang. One Piece sejati ya itu, ga bosan-bosan dah. Ana dengar banyak yang suka karena di dalam anime ini ada teorinya yang menarik.

 

66  6. Alive - Raiko (OST Naruto)

Dare datte shippai wa suru nda

Hazukashii koto janai

Kono kizu o muda ni shinai de

Waratte arukereba ii

Semua orang pernah berbuat kesalahan

Itu bukanlah hal yang memalukan

Jangan menyia-nyiakan luka itu

Lebih baik melangkah dan tersenyum

Ana baru tahu OST ini dikirim dari teman. Bagus sih liriknya berarti kita harus melangkah maju ke depan, terlepas dari banyaknya kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu tapi itu tidak menyurutkan semangat untuk berbuat lebih baik lagi daripada merasa putus asa. Nadanya ceria.


Ya, mungkin segini saja OST anime yang ana share, harapannya semoga bermanfaat dan menghibur ...

Rabu, 28 Juni 2023

Cerita Tentang Anime yang Mengharukan

Hai. Aku mau cerita. Tapi, bukan cerita yang dalam. Apa itu tidak apa-apa? Aku hanya mau meluangkan isi pikiranku saja di sini. Aku baru menyadari, kalau kita nggak mengabadikan hal yang kita alami dalam hidup, di masa depan kita akan melupakannya. Mungkin, ada yang tidak benar-benar lupa, contohnya seperti momen penting. Meski, hari ini bukan momen penting tapi juga perlu diapresiasi karena kita pernah merasa terhibur olehnya. Bagaimanapun dia telah menemani kita, itu lebih dari cukup.

Kamu tau maksudku nggak? Seperti, tahun berapa ya, aku lupa mungkin kurang lebih 2017. Aku pernah menonton suatu anime. Awalnya, aku nggak tertarik, tapi setelah aku tau alur ceritanya aku berubah pikiran. Ini sesuatu yang mantap! Sekarang aku pikir, kenapa aku baru mengenal ini. Tapi, nggak apa-apa lah daripada nggak sama sekali kan, kata orang-orang. Oh ya, aku menonton anime karena terinspirasi dari ka Alvi Syahrin.

Ceritanya, dulu beliau tuh punya karya di Wattpad yang judulnya 'Dan Dia Kembali' dan penggambaran karakternya pakai pemain anime. Ini menarik ya. Kalau menurutku lebih suka yang kayak gini. Karena biasanya setahuku penggambaran karakter di Wattpad itu pakai gambar orang Korea, Spanyol atau Indonesia itu sendiri. Kalau tidak salah, ka Alvi juga bilang ceritanya terinspirasi dari anime Anohana dan Ao Haru Ride. Genre yang kusuka umumnya shoujo, slice of life, school, yang ringan-ringan gitu lah. Makanya banyak yang ceritanya sedih tapi yang penting aku ambil hikmahnya saja.

Jadi inilah dia. Anime yang pernah kutonton. Meski bahkan sudah lama, tapi selalu menjadi yang menarik. Maaf buat yang tidak suka sepertinya ini akan sedikit mengandung spoiler. 


1. Anohana (2011).

Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai, atau Anohana: Bunga yang kita lihat waktu itu.

Ini anime pertama yang pernah kutonton.

Bercerita tentang 6 sahabat sedari kecil yang selalu bermain bersama. Akan tetapi, persahabatan mereka renggang karena salah seorang sahabat yang meninggal. Hal itu masih terjadi hingga beberapa tahun kemudian hingga sahabat mereka yang sudah meninggal tiba-tiba kembali lagi ke dunia untuk meminta dikabulkan permohonan.

Banyaknya karakter membuat kita jadi tahu sudut pandang masing-masing 6 sahabat. Kesusahan apa yang mereka hadapi, kisah bagaimana yang dijalani. Anime ini mengajarkan kita untuk menghargai persahabatan, bahwa yang kita butuhkan adalah teman untuk berbagi suka dan duka. Seperti Yadomi Jinta yang seharusnya tidak berusaha sendiri membuat kembang api karena dia masih punya sahabat-sahabatnya lain yang bisa diminta tolong.

Lalu menerima masa lalu meski tidak mengenakan dan berdamai dengan itu semua. Yaitu Anjou Naruko yang cintanya bertepuk sebelah tangan, para sahabat yang harus mengikhlaskan kepergian salah sahabatnya dan tetap harus melanjutkan hidup dengan baik.


2. Ao Haru Ride (2014). 

Perjalanan Musim Semi Biru.

Ini bukan sekedar cerita tentang anak SMP yang bersemi kembali saat SMA. Ini tentang bagaimana kita harus menjadi diri sendiri seperti Yoshioka Futaba sehingga dia bisa mendapatkan teman yang tulus. Mulanya dia membuat citra palsu supaya mendapatkan teman tapi pada akhirnya hubungan pertemanan yang dibangun justru palsu. 

Kemudian ada Mabuchi Kou/ Tanaka Kou yang putus asa semenjak ibunya meninggal karena sakit. Dia terus saja terjebak masa lalu dan merasa semua ini terjadi karena salahnya. Sampai pada akhirnya menyadari bahwa dia juga pantas untuk bahagia hal itu karena didukung oleh teman-temannya. 

"Bahkan jika ada seseorang yang menyakitimu, aku akan menghajarnya." -Yoshioka Futaba.

"Setidaknya pertama-tama menendang jauh masa lalu ... Orang yang tidak dapat mempertimbangkan kebahagiaan mereka sendiri tidak perlu bangga mendukung orang lain." -Kominato Aya.


3. Shigatsu wa Kimi no Uso (2016)

Kebohonganmu di Bulan April

Arima Kousei yang sangat mahir bermain piano tetapi menyerah dengan hal itu semenjak ibunya meninggal. Teman masa kecil Sawabe Tsubaki sudah berusaha membantunya namun belum berhasil. Hingga kemudian, Miyazono Kaori membujuknya menjadi pengiring biola. Gaya bermain biola yang bebas oleh perempuan itu membuat Kousei menyukainya.

Ada banyak pelajaran dari anime ini. 

1. Kita harus tahu minat dan bakat kita, kembangkanlah terus sebagai bekal untuk masa depan. Jangan lupa teruslah berlatih supaya lebih mahir.

2. Tidak baik untuk terus berada di masa lalu, apapun yang terjadi hidup harus selalu maju.

3. Terkadang kita nggak pernah tahu dari suatu potensi yang dipunya bisa menginspirasi hidup orang lain sebegitu besar.

4. Apapun kondisimu jangan pernah menyerah, teruslah semangat. Tanpa ragu, buatlah hal-hal yang kamu sukai dalam hidup ini. Ciptakanlah, karena semua akan menjadi kenangan indah dengan orang-orang yang kamu sayangi dan menyayangimu.

5. Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk bagaimana ia nanti di kemudian hari, mereka sudah terlebih dulu memikirnya. Meski terkadang caranya salah dan menyakiti si anak.

BTW, aku salut dengan semangat anak-anak SMP ini. Sedari kecil mereka punya warna dalam hidupnya. Ada yang jago main piano a.k.a pianis, vioilinis, pemain baseball dan pesepakbola. Karena takutnya zaman sekarang anak yang meski sudah sekolah masih belum tahu minat dan bakatnya apa. Mungkin sekolah kita memang belum mendorong akan hal itu. Jadi, buat kamu yang masih belum tahu, terus mencari. Percayalah, itu akan menjadi hal yang berguna suatu saat nanti.

So, itu dulu anime-animenya yang bisa kucerita karena memang paling berkesan. Sebenarnya, ada banyak lagi tapi karena aku nontonnya juga sudah lama jadi ingatanku memudar. So, harus mampir ke Wikipedia dulu biar ingat jalan ceritanya lagi. Semua anime di atas sedih, cenderung sad ending kecuali Ao Haru Ride. Anime-anime itu ada live action, aku juga sudah tonton semuanya, seru dan haru. Anohana juga kutonton ulang kalau Shigatsu wa Kimi no Uso baru akhir-akhir ini nontonnya. Makanya OST-nya masih terngiang-ngiang banget. 

Salam sayang, Arina Kousei dan Miyazono Kaori:')

Kousei, Kaori dan malam yang dipenuhi kunang-kunang.

Omong-omong, kapan nanti aku akan bahas OST anime yang enak dan sedih juga.

Bonus.

Oh ya ini ada quotes dari Miyazono Kaori.

"Biarpun kau sedang sedih, galau, atau terjatuh kau harus tetap bermain! ... Begitulah orang seperti kita bisa bertahan!"

"Ini bukan karena kau tidak bisa. Kau cuma tidak mau."

"Buang semua ketakutanmu dan lompatlah!"

"Mungkin hanya akan ada jalan yang gelap di depan sana. Tapi kau harus tetap yakin dan terus melangkah maju. Yakin bahwa bintang 🌟 akan menerangi jalanmu meskipun hanya setitik kecil."


Minggu, 26 Maret 2023

Sebuah Cerita 'Greening' dan Tentang Persahabatan

Sebelum aku membagikan suatu cerita, aku ingin memberi tahu. Awal dibuatnya cerita ini karena tugas dari admin grup WhatsApp menulis. Waktu itu antara pertengahan Juli tahun 2020, memang sudah lama sekali. Kami dibentuk kelompok-kelompok yang beranggotakan 3 anggota. Kebetulan, aku tidak punya kesibukan saat itu, karena belum masuk perkuliahan juga. 

Aku memang ingin sekali bikin cerita yang temanya cinta lingkungan. Kubuatlah beberapa part awal, sisanya para anggota kelompokku yang namanya Fitri dan Nisa. Rupanya, beberapa part awal yang udah kubuat diubah sama mereka. Aku sih nggak masalah, yang penting alur cerita dan ending-nya bagus. 

Saat aku minta Fitri buat mengirim ulang ceritanya, karena di aku sudah terhapus. Aku baru baca lagi saat ini. Serius. Setelah mau 3 tahun lamanya. Waktu itu, aku belum baca. Entah kenapa, antara terlalu menunda sampai lupa dan nggak percaya diri lalu mengabaikan. Padahal, aku sudah bilang pada Fitri, ceritanya akan kutaruh di blogku dan kukirim tautannya ke dia. Tapi, nomornya udah nggak aktif lagi.

Dalam ceritanya ada kata-kata yang kuedit, aku mengusahakan cara penulisan yang benar beserta EYD-nya biar enak dibaca. Cerita ini juga banyak kejadian yang tidak dijelaskan bagaimana bisa terjadi. Untuk sekarang, aku tidak berminat mengubahnya seperti yang seharusnya. Nggak tahu kalau nanti.

***

Bahkan, aku nggak tahu mau buat judul cerita ini apa. Maunya 'Greening' yang jelas temanya tentang persahabatan.

Prolog

Orang-orang mengira murid SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) itu ribet, harus PKL (Praktik Kerja Lapangan), banyak biaya ini itu dan lain sebagainya. Tapi tidak dengan Syakhiera Ningrum. Dia ialah seorang siswi yang mantap mengambil jurusan Multimedia di SMK. Di mana pembelajarannya tentang editor, pemrograman, animasi yang cukup menguras pikiran, tapi tidak membuatnya menyerah dan selalu belajar bersungguh-sungguh.

Kini Syakhiera atau yang biasanya dipanggil Ira sedang berada di Kantin bersama seorang sahabatnya Elseana Brenindia. Seperti biasa suasana kantin ketika bel istirahat berbunyi bagaikan tempat buaya-buaya yang sedang kelaparan. Dempet sana sini hingga semua stand warung penuh. 

Brakkk ...

Ira dan Ana kaget, seketika melihat orang yang menggebrak meja.

"Ih Nufa ngagetin aja gimana kalau kita jantungan," kata Ana.

"Hehehe maaf gaes:)." Nufa nyengir kuda.

"Yaelah nah baru muncul lo. Memangnya ada apaan sih sampe segitunya!?" Ucap Ira pada sahabatnya yang satu lagi itu.

"Nah, ini. Lo semua harus dengar kalo di sekolah kita tercinta ini bakal ada murid pertukaran pelajar dan itu cowok!"

"Hah, kirain ada apaan. Penting banget memangnya!?" Ucap Ira lagi.

"Wah berita bagus ini, bisa dijadiin doi buat Ira. Tau ni dia betah banget kelamaan dengan status jomblonya." Kali ini Ana.

"Ih, apaan sih lo An. Gue tu single ya, bukan jomblo. Nggak ah. Lagian mending gue pacaran sama kasur dan rebahan seharian."

"Nah lo dengar tu kata Ana. Duh nih anak udah kek nolep. Ini cowok beda lho, percaya sama gue."

***

Part 1

Secangkir cokelat panas dan sepiring pisang goreng menjadi pelengkap suasana di kala cuaca sedang hujan. Alam menjadi basah karena terguyur oleh rinai hujan yang datang tanpa permisi. Walau menghantam dengan bergerombol menjadi keindahan tersendiri baginya. 

Terlihat seorang gadis berumur 17 tahun yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya.

Tlingg

Telepon genggam yang ada di atas nakas itu berbunyi khas masuk pesan.

'Selamat malam, Ra.'

'Udah siapin tugas sekolah?'

'Jangan begadang, ya.'

Ira hanya melirik sekilas, chat yang muncul di pop up itu. Ia menghela nafasnya, tidak berniat membalas. 

'Duh cowok itu kenapa sih kayak ngejar-ngejar gue terus.' batin Ira.

Sembari Syakhiera makan pisang goreng,

Duaaarrr.
 
Seketika suara petir menggelegar menghantam alam semesta menjadikan gadis itu ketakutan dan bersembunyi di bawah selimut yang bergambar Doraemon. Ya, ia gemar dengar tokoh kartun tersebut.
Sangking ketakutannya, Syakhiera tertidur pulas tanpa memikirkan tugas sekolahnya karena juga sudah selesai. 

Malam sudah berlalu, bulan pun sudah berganti menjadi matahari, ayam jantan berkokok lantang. Menegaskan pagi sudah tiba. Rinai hujan sisa semalam membasahi tanah dan sedikit membuatnya menjadi lembab. 

Syakhiera telah bangun dari tidurnya dan sudah bersiap-siap berangkat ke Sekolah. Ia lalu berpamitan kepada kedua orang tuanya dan langsung pergi dengan menggunakan sepeda motor. Jalanan menjadi berair akibat hujan semalam, dan Alhamdulillah jalan tidak macet mungkin semesta lagi berpihak kepadanya. 

Tapi tiba-tiba,

Byuuurrr ...

Mobil bermerek Alphard melewatinya dan menginjak genangan air yang cukup besar sehingga membuat rok Syakhiera kotor dan basah. 

"Woi heh awas lo ya kalo ketemu gue sayat-sayat tubuh lo! Lalu gue kasih tubuh lo itu ke raja hutan, woi!" Teriak Syakhiera dengan suara yang menggelegar, tapi itu tidak mempan karena mobil yang tadi melintas sudah masuk parkiran. 

"Yah ... Kotor dong roknya, mana 10 menit lagi masuk." Monolog Syakhiera.

Syakhiera menghidupkan mesin motor dan melajukannya sampai parkiran.

***

Part 2

Setelah memarkirkan motornya, Syakhiera pun berniat ingin mengunjungi kamar kecil namun seorang murid lain menghampirinya.

"Ra, chat gue kok nggak lo bales sih kemarin?" Ucap murid itu. Namun ia terkejut saat baru menyadari hal lain.

"Lho itu rok lo kenapa kok bisa kotor gitu sih? Wkwk." Ucap murid itu lagi terkekeh.

"Nggak penting chat lo. Oh my, pake nanya nih rok gue kotor gegara mobil lo ya, tau nggak!?" Balas Ira.

"Haduh, maafin gue ya, jadi nggak enak, sopir gue nggak sengaja pasti."

"Serah lu deh!" 

Syakhiera berlalu.

'Duh gue jadi merasa bersalah sama Ira.' ucap murid itu.

_____

"Darimana aja lo Ra? Untung jam kosong ini kok bisa telat sih, lo?" Tanya Ana. "Rok lo kenapa tu kok bisa basah?" Sambungnya terkejut.

"Banyak bet pertanyaan lo. Pertama gue baru habis dari kamar mandi. Kedua gue telat gegara rok ini kena becek. Ketiga gue bersihkan masih belum kering."

"Hah kok bisa sih, gegara siapa emangnya? "Ucap Nufa.

"Gegara si murid pertukaran pelajar itu tuh si Fathan!" Ucap Ira yang sebenarnya nggak mau membesar-besarkan masalah.

"Ya memang nggak sengaja kali, dia baik banget malah anaknya. Dia saudara jauh gue. Menurut kita kalian serasi banget ya nggak, An." Ucap Ana.

"Ya ... Gue setuju." Ucap Nufa pelan.

"Serasi dari Hongkong?! Udahlah lupain aja gue bad mood dah bahas gitu-gituan."

"BTW, kita dari tadi nungguin, kira absen tau. Mau nengok PR lo juga nanti dikumpul di meja Pak Kajur wkwk." Ucap Ana.

"Duh. Ngerti banget deh gue kalo gini. Traktirin gue siomai jangan lupa."

***

Part 3

Teeettt ...

Bel yang menandakan jam istirahat pun berbunyi dengan nyaringnya. Sontak seisi kelas pecah dengan para penghuninya yang sudah tidak sabar ingin mengisi perut yang keroncongan. Hingga menyisakan tiga sekawan ini.

"Hayuk Ra. Kita ke Kantin kata lo mau ditraktir siomay?" Ajak Nufa melihat Ira yang sibuk membaca buku.

"Nanti aja deh. Lagi seru-serunya ini belajar tentang materi animasi."

"Yaelah ni anak, niat banget memang mau masuk jurusan ini wkwk. Gue aja nggak tau apa yang mau dipelajari pusing." Sahut Ana.

"Duh si Ana ya, moga gue nggak ketularan lo deh." Ucap Nufa. "Jadi lo maunya gimana Ra?" 

"Heh tadi kan lo juga yang mau PR Ira, Nufa." Balas Ana.

"Udah-udah debat lah terus kalian, cem mau jadi capres aja. Gue nitip aja siomainya." Kali ini Ira.

"Ok deh sayy. See you later, beb" Ucap Nufa lebay melangkah bebarengan dengan Ira.

Beberapa menit kemudian. Seorang murid menghampiri Ira.

"Ra, maafin gue ya. Gue tau gue salah. Gue bakal berhati-hati. Ini sebagai permintaan maaf dari gue, ya meski bukan apa-apa." Ucap murid yang berjenis kelamin laki-laki itu tiba-tiba menyodorkan cokelat merek Silverqueen

Sontak Ira mendongakkan kepalanya. 'Duh ganteng juga ya ni orang baru nyadar gue.' batin Ira.

"Ya lupain aja si, bukan murni kesalahan lo juga ini. Nggak usah ngasih apa-apa. Sorry gue tadi bad mood makanya ninggalin lo tadi."

"Gapapa lo ambil aja. Yang penting lo dah maafin gue 'kan sekarang."

"Yaudah sih kalo lo keras kepala."

"Oh ya bales chat gue ya. Jujur, gue pen temenan sama lo."

'Kok kayak sakit ya pas dibilang teman.' batin Ira.

"Ok Fat." Ucap Ira akhirnya.

"Makasih. Yaudah gue permisi ya." Laki-laki itu berbalik. Di sisi yang berlawanan, Ana dengan senyum menggodanya ke arah Ira serta Nufa tersenyum penuh arti. Sementara Ira memasang muka datar.

Part 4

Seorang perempuan tengah men-scroll layar Handphone-nya. Jarinya yang lentik menari-nari di atas keyboard. Namun berhenti setelah tahu ada sosok tak asing baru ditambahkan ke dalam grup yang juga sudah diikutinya beberapa minggu lalu.

'Ini kan Fathan!' Batinnya.

Ira pun berniat memulai obrolan dengan Fathan. Awalnya ragu, namun ia menyangkalnya 'Ah cuma nanya doang.' batin Ira.

"Fat kamu mau gabung di grup Greening juga ya?"

Ya, akhirnya menunggu dibalas. Semenit, dua menit, 5 menit, 10 menit.

"Nih orang sengaja balas dendam apa ya karena gue dulu sering kacangin dia." Ucap Ira sebal. Baru saja dia mau guling-guling memukul bantal di kasur.

Tiiit

Bunyi itu menandakan masuk pesan baru, sontak Ira membaca obrolan itu.

'Serius ini Ira chat gue duluan:o'

'Iya Ra, gue pen gabung di grup itu. Wah gue salut sama lo gabung juga. Si Ana malah gue ajak nggak mau.'

'BTW, MBB Ra. Gue tadi habis ke kamar kecil."

Ira tersenyum.

'Walah-walah pantesan dari tadi dah nunggu. Jadi suudzon nggak jelas gue, wkwk jadi malu untung dia nggak tau' batin Ira.

"Ya udah capek gue minta Ana sama Nufa buat gabung grup pecinta lingkungan itu. Tapi belum ada kemauan mungkin mereka ya."

"Oh ya Fat. Gapapa. Bukankah semua orang ada kesibukan masing-masing? Wkwk sok bijak gue." Balas Ira.

'Haha ya walau nunggu mereka sadar nggak semudah membalikkan telapak tangan. Nope, kamu benar kok Ra :)'

"Ok Fat. HP gue lowbat nih. Sampai jumpa besok ya."

'Eh, ok Ra. Selamat malam, moga mimpi indah juga ya lo.'

Ira hanya membaca saja chat itu. Entah kenapa rasanya begitu menggelitik. Ia menguap. Setelah membaca do'a, meraih gulingnya dan tertidur.

Part 5

Ya hari pun berganti, matahari menyinari. Ira sudah selesai menyiram bunga di tamannya. Pagi ini, gadis itu telah siap untuk menghadiri perkumpulan Greening, aksi menanam 100 tunas pohon.

Setelah pamit dengan orangbtuanya, Ira ke taman kota dengan berjalan kaki, karena jaraknya pun tidak terlalu jauh.

Ira mencari-cari sosok yang namun batang hidungnya belum juga muncul.

"Hai Ra!" Panggil Fathan.

Ira menoleh. Fathan pun dengan cepat menghampiri. 

"Nyariin siapa hayo, gue ya!? Lo kok kayak orang kecarian gitu nengok sana-sini."

"Ye, nggak usah kepedean lo."

"Yaudah yuk ke sana." Kata Fathan menunjuk ke tengah aula. 

Ira hanya memangut saja. Kegiatan di mulai dengan pembukaan oleh MC (Master of Ceremony). Lalu mereka, anggota grup itu pun melakukan kegiatan menanam tunas pohon. 

Ada banyak macam tunas pohon, seperti tunas pohon Mangga, Jeruk Bali, Jeruk Mandarin, Rambutan, Belimbing, Durian, Jambu Biji, dan Jambu Air. Selain itu ada juga bunga Sepatu, Tulip, Mawar Merah, Mawar Putih, Melati, bunga Pacar Air. 

Tidak hanya di kalangan pelajar dan mahasiswa, para warga setempat pun ikut antusias dalam kegiatan Greening. Acaranya tidak hanya penanaman 1000 tunas pohon tetapi panitia juga menyediakan stand bazar ada makanan, buku, novel, dan pakaian.

Part 6

Ketika acara Greening selesai, Fathan mengajak Ira ke sebuah tempat yang penuh dengan bunga ada yang putih dan ada yang merah *ups malah nyanyi🤣✌,️ di mana lagi kalau bukan di taman. 

Di taman Fathan tidak melakukan basa-basi seperti pada umumnya, dia langsung to the point saja ke intinya.

"Ra, sebenarnya gue menyukai lo lebih dari seorang teman." Ucap Fathan.

Ira terdiam, shock dan membuat jantungnya bersenam ria.

"Ra, ko lo diam aja sih?" Kata Fathan.

"Hmmm, sama. Tapi gue pengen hubungan kita gini aja. Sebatas teman yang saling menyukai," Jawab Ira yang pipinya memanas seperti kepiting rebus.

Awalnya, Fathan tidak setuju dengan perkataan Ira. Namun, cara Ira menjelaskan membuat laki-laki itu mengerti kalau bisa berteman dengan Fathan saja sudah membuat syukur.

"Ya sudah kalau ini memang kemauan lo dan mungkin lebih baik menjadi sahabat yang saling menyukai kayaknya lebih enak gitu wkwkwk." Fathan sambil tertawa dan diikuti oleh Ira. "Gimana kalau lo gue anterin pulang, udah sore juga." Sambung Fathan.

"Yaudah kalau lo maksa." Ira sambil nyengir kuda.

"Yeee ... Gue nggak maksa, gue hanya menawarkan! Idih pengen banget gue paksa lo buat pulang bareng sama gue," 

"Ya biarin wleee, dasar kang BCA," Kata Ira sambil mengejek Fathan

"BCA apaan tuh?" Tanya Fathan penasaran.

"Bacok Cangkang Aqua🤣." Syakhiera terbahak-bahak.

"Jadi lo ngatain gue kang rongsokan apa?! Awas lo ya," Fathan sambil mengejar Ira memutari taman dan untungnya tidak banyak pengunjung jadi mereka lebih leluasa untuk saling mengejar.

"Hah hah hah aduh udah ah Fat gue capek," Ira ngos-ngosan kecapekan dan bercucuran keringat.

"Iya hah hah, yuk pulang." Kata Fathan

Fathan dan Ira menuju ke tempat parkir menghampiri motor berwarna hitam yang berbeda merek N-MAX. Fathan men-starter motornya dan disuruh nya Ira untuk naik. Brum brum brum "Pegangan Ra, nanti jatuh," Suruh Fathan.

"Iya bawel."

Part 7

Sore berganti malam, Ira sudah sampai di rumahnya dengan diantar oleh Fathan. 

"Makasih ya Fat, nggak mau mampir dulu?" Tanya Ira. 

"Iya sama-sama sayang, eh iya Ra😅, emang boleh?" Tanya balik Fathan.

"Ya boleh dong Fat, pintu rumah gue terbuka buat lu 24 jam wkwk," Kata Ira yang sudah merah pipinya karena Fathan bilang sayang.

"Hehehe iya Ra, lain kali aja gue mampir soalnya udah malam juga, ntar nyokap gue nyariin. Gue pulang dulu ya dah." Pamit Fathan.

"Iya hati-hati di jalan jangan main kebut-kebutan." Ira teriak karena Fathan sudah melajukan motor N-MAX nya.

___

"Ra baru pulang kamu nak?" Kata mama Dewi.

"Iya mah, capek banget ini dan tadi juga banyak warga yang antusias." Ira menjelaskan kejadian tadi.

"Ya udah kamu mandi lalu makan ya, mamah udah masak makanan kesukaan kamu." 

"Siap bu bos," Ira mengangkat tangan kanannya dan ditempelkan ke jidatnya menirukan gaya hormat pas lagi upacara.  

Ira menuju ke kamarnya dan langsung masuk kamar mandi. Di bawah shower yang mengalirkan air yang cukup dingin menjadikan Ira lebih segar dari sebelumnya dan tentunya tidak lupa dengan wangi stoberi kesukaannya. 

"Ugh segarnya~" Monolog Ira. 

Ting ting ting ayay yay bang Joni suka petay ayay yay bang Joni suka petay

Handphone Ira berbunyi menandakan ada video call yang masuk. Dilihatnya layar Handphone ternyata sahabat-sahabat nya Ana dan Nufa.

'Hai Ra, lo udah pulang belom?' Nufa.

'Alhamdulillah gue udah pulang tadi diantar sama si Fathan.' Ira. 

'Hah? Yang benar lo?' Ana dan Nufa barengan.

'Heleh katanya nggak suka sama Fathan tapi kok udah pulang bareng sih,' Goda Nufa.

'Ih apaan sih, oh iya tadi kan gue ke taman tuh sama si Fathan nah dia nembak gue masa.' Cerocos Ira 

'Wah terus? Lo terima nggak?' Ana.

'Ya, sama gue nggak diterima sih soalnya gue tuh pengen sekolah dulu yang tinggi, terus sukses dulu, bahagiain ortu setelah itu baru gue nyari pacar ya itupun kalau ada yang mau hahaha.' 

'Yah nggak dapat traktiran dong :( ish lo mah kenapa nggak diterima coba jadi nggak makan-makan nih.' Ana bersedih.

'Ish lo mah An, perut aja yang dipentingin.' Nufa.

'Ya biarin wleee.'

'Udah-udah ih jangan berantem. Udah dulu ya gue mau tidur capek good night girls.' 

Ira ke kamar mandi melakukan rutinitasnya sebelum tidur yaitu cuci muka dan menggosok giginya karena itu sudah menjadi kebiasaannya sedari kecil. Sudah selesai dengan rutinitasnya Ira mematikan lampu kamarnya karena dia lebih nyaman.

Part 8

Mentari sudah datang, menyambut Ira di pagi hari. Kicauan burung dan kokokan ayam jantan menjadi penghias di pagi yang cerah ini. Seperti biasa Ira melakukan rutinitasnya yaitu dengan membersihkan kamarnya dan menyiram tanaman yang ia rawat seperti anak sendiri.

Lihat kebunku penuh dengan bunga~
Ada yang putih dan ada merah~
Setiap hari kusiram semua~
Mawar melati semuanya indah~

Ira bersenandung ria layaknya anak Taman Kanak-Kanak yang sedang belajar nyanyi dengan gurunya. Sangking senangnya Ira sampai bablas, matahari sudah naik sejajar dengan bayangan tubuhnya. Datanglah sebuah mobil sedan keluaran terbaru yang berwarna merah muda bergambarkan karakter kartu Hello Kitty yang sudah memasuki pekarangan rumahnya. Ternyata eh ternyata yang di dalam mobil itu sahabat nya, siapa lagi kalau bukan Ana dan Nufa. 

"Etdah lo hari gini masih aja nyiram tanaman, noh liat matahari udah naik." Kata Nufa kesal.

"Iya nih, pasti lo lupa dah kita hari ini mau ngapain." Sambung Ana.

"Ya enggak lupa dong, ini gue tinggal ganti baju aja."

"Yaudah sana cepet."

___

Seperti biasa Bioskop kalau weekend padat akan pengunjung dan kebetulan hari ini ada film baru yang di angkat dari sebuah novel karyanya kak Luluk. Makanya hari ini Ira, Ana, dan Nufa pergi nonton film Mariposa. Entah kenapa akhir-akhir ini sikap Nufa menjadi aneh dan agak menjauh.

"Eh guys maaf nih gue nggak bisa ikut kalian soalnya barusan nyokap gue nyuruh pulang, bye, have fun," Una dengan terburu-buru dan meninggalkan kedua sahabatnya.

"Nufa ... Woi, etdah tuh anak kenapa? Nggak kayak biasanya." Ana

"Udah positif thingking aja na, mungkin emang lagi buru-buru. Ayo masuk bentar lagi mau mulai filmnya." 

Hari berganti petang, langit berwarna jingga dengan kicauan burung tak lupa angin sepoi-sepoi yang menambah suasana. Ira dan Ana menghabiskan harinya berdua tanpa Nufa karena dia ada urusan katanya. Sempat terbesit dalam pikiran Ana bahwa Nufa mengkhianati Ira soalnya waktu itu Ana mendengar pembicaraan Nufa dengan Fathan tanpa sepengetahuan orangnya. Tapi, Ana tidak menghiraukannya mungkin itu Fathan yang lain 'kan nama Fathan di dunia ini banyak bukan hanya satu atau dua orang saja. 
 
"Hiks ... Maaf guys gue nggak bermaksud untuk ngehancurin persahabatan kita tapi gue harus ngejar orang yang gue suka dan orang tersebut adalah orang yang waktu itu nembak lo Ra! Lo egois Ra! Kenapa sih lo nggak peka kalau gue itu suka sama Fathan! Tapi, lo malah nikung gue dari belakang! Apa itu yang namanya sahabat?!" Monolog Nufa mengeluarkan amarahnya dan tak lupa air mata yang membasahi pipinya. "Pokoknya gue harus dapetin Fathan bagaimanapun caranya meskipun persahabatan gue hancur yang penting gue bisa dapetin hatinya Fathan! Ya gue harus mendapatkannya!" 

Semenjak hari itu sikap Nufa menjadi berubah, nggak pernah lagi bareng Ira dan Ana, kalaupun disamperin dia langsung pergi begitu saja. Dan itu membuat sahabatnya bingung dengan sikapnya kenapa berubah apakah mereka berdua punya salah? Atau apa? Itulah yang Ana dan Ira pikirkan sekarang ini.

Part 9 (End)

Sudah seminggu mereka tidak saling berkomunikasi dan masih menjadi tanda tanya bagi keduanya. Akhirnya Ira dan Ana memutuskan mengajak Nufa bertemu di taman sekolah untuk menyelesaikan masalah ini, karena mereka tidak mau persahabatan nya hancur.

"Nuda, kok akhir-akhir ini lo berubah sih nggak mau bareng kita, nggak mau main lagi sama kita, kita samperin lo malah ngejauh. Emang kita punya salah apa sama lo? Coba lo ngomong biar kita selesaikan masalah ini baik-baik. Gue nggak mau persahabatan kita hancur karena hal sepele." Kata Ira. 

"Hah?! Hal sepele dari mana, lu udah nikung gue dari belakang! Apa itu yang namanya sahabat?! Harusnya lo ngerti dong kalo gue itu suka sama Fathan! Tapi lo malah nikung gue Ra! Lo tau rasanya kayak gimana? Sakit Ra sakit! Ketika orang yang gue suka tapi orang yang gue suka itu malah lo rebut, itu yang namanya sahabat hah?! Gue benci sama lo Ra gue benciii ..." Amarah dan air mata Nufa bersatu.

"Ya Allah Nufa ... Gue nggak tau kalau lo suka sama Fathan, lagian gue sama Fathan nggak jadian kita hanya sahabatan nggak lebih dari itu." Ira menjelaskan hubungannya dengan Fathan. 

"Sahabat? Sahabat kok pegang-pegangan tangan kayak gitu?! Udahlah mungkin persahabatan kita sampai di sini aja, nggak guna punya sahabat yang suka nikung dari belakang." Hampir meninggalkan mereka berdua tapi ditahan oleh Ana.

"Woi Nufa! Nggak gini caranya, kita bisa selesaikan masalah ini baik-baik. Dan untuk hubungan Ira sama Fathan itu emang cuma sahabatan! Masalah pegangan tangan? Itu hal wajar dalam persahabatan, dan hal itu juga sering kita lakuin, please lo jangan kayak gini gue nggak mau persahabatan kita hancur hanya karena gara-gara cowok!" Ucap Ana.

"Maafin gue Fa, gue nggak bermaksud buat nikung lo benaran dah. Please... gue mohon sama lo jangan kayak gini kita baikan ya. Gue janji bakalan deketin lo sama Fathan asal lo mau jadi sahabat gue lagi," Ira memohon kepada Nufa dengan sesegukkan. 

Nufa langsung memeluk keduanya dan di situ pecah sudah tangisan mereka semua. Nufa merasa bersalah dengan semua sikap dia. Karena ia hampir menghancurkan persahabatannya hanya gara-gara laki-laki. 

"Hiks ... Hiks ... Maafin gue Ra, Na, gue emang bego, gak becus jadi sahabat! Gue egois! Gue jahat! Maafin gue😭 sekarang terserah kalian, gue mau diapain gue ikhlas, kalian mau jauhin gue? Gapapa gue ikhlas mungkin itu balasan buat orang yang kayak gue." Dengan air mata yang deras sederas air hujan yang mengguyur alam semesta. 

"Iya Fa gue udah maafin lo sebelum lo minta maaf, udah ah jangan pada nangis gini nanti cantiknya hilang hehe dan lo Fa, lo gausah ngerasa seakan-akan semua salah lo, ini juga salah gue karena gue nggak peka kalo lo suka sama Fathan." Sambil mengelap sisa air matanya.  

Akhirnya mereka kembali bersatu, susah senang mereka jalani lagi bersama dengan damai tanpa ada pertengkaran. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi mencintai orang yang sama, dan tidak ada lagi tangis kesedihan tapi yang ada kini mereka menangisi kebahagiaan.

Selesai

Alhamdulillah, akhirnya cerita selesai. Pasti ada beberapa kejanggalan di dalamnya, yaitu:
Sejak kapan Fathan kenal sama Ira dan berujung suka?; Nggak ada adegan Ana dan Fathan tampak dekat apalagi akrab padahal mereka saudara jauh; Saat pulang dari acara Greening, Ira langsung mandi, setelah selesai ia menerima panggilan video masuk dari sahabat-sahabatnya, kemudian tidur. Ira nggak makan masakan yang sudah disiapkan mamahnya yang menghampiri waktu ia baru sampai rumah tadinya; Sejak kapan Nufa suka sama Fathan? Penulis saja nggak peka, apalagi Ira 😭

Pada intinya, begitulah suatu karya pasti ada yang suka dan tidak. Karya yang sempurna atau tidak, hm tidak ada buatan manusia yang sempurna sebenarnya. Tapi, yang terpenting karya itu sudah selesai dikerjakan dan nggak pernah takut untuk berkarya lagi.

Special thanks to

Allah swt.

All characters
Ira, Ana, Nufa, Fathan, Mamah, Pak Sopir.

Writers
Bunga, Fitri, Nisa.

Written July 22, 2020
Edited March 26, 2023

Selasa, 08 Februari 2022

Ngomongin Program TV Kartun dan Series di Zaman Dulu

Pernah nggak sih, kalian merasakan kehidupan seperti anak 90-an? Atau zaman sebelum ada internet? Saat bangun pagi dan pulang sekolah menonton kartun dan sinetron yang masih berkualitas.

Aku sendiri pernah. Bersyukur juga sih, karena pernah merasakan nonton kartun anak-anak di program tv Spacetoon, waktu SD dulu. Kayak merasakan sedikit jadi anak 90-an lah, wkwk. Paling suka kartun Shanmoo and Jimmy, yang lain seperti: Code Lyoko, Magic School Bus, Hachi, Ninja Hatori, Minky Momo, Chalkzone, Scooby-Doo dan masih banyak lagi. Kangen banget sama slogannya 'kami akan kembali' dan 'kami kembali' Sayangnya, kini slogan itu tinggal kenangan karena programnya sudah tidak ada lagi hiks:'). Suka banget sama iklannya karena durasinya nggak lama, hahaha. Sebelum pergantian program TV khusus kartun ini, ada planet zomoroda (khusus anak perempuan) berarti kartun yang akan ditayangkan tentang anak perempuan. Adikku yang cowok juga nonton meski kartun yang ditayangkan genrenya perempuan, hhh. Selain zomoroda, ada planet aksi (ketegangan dan misteri) juga planet olahraga (kekuatan dan tantangan). 

Sayangnya, kehadiran Spacetoon ini nggak bertahan lama, hilang berakhir jadi Net. Btw, aku jarang nonton net, karena dulu di TV kami nggak ada. Akhirnya, aku nyari tau. Kutemukan info di Wikipedia. Spacetoon ternyata milik negara Uni Emirat Arab yang nggak percaya lagi dengan Spacetoon Indonesia, gara-gara ada yang bawa kabur uang milik Spacetoon 7,5 m rupiah. Tapi, nggak sampai dilaporkan karena penggelapan dana telah tercover pemilik baru dan dinyatakan 'selesai' di sisi lain manajemen sudah ganti. 

Kangen banget waktu selingan iklannya, ada boneka yang menurutku dulu kelihatan 'seram'. Yang beryanyi, 'Pada bintang-bintang sinari Spacetoon~' ada tikus dengan temannya makhluk kecil, nanti memancing di rumahnya sendiri, terus tiba-tiba rumahnya jadi banyak pondok. Raksasa yang bermain dengan kumpulan jamur-jamur kecil, dan mereka membentuk suatu benda. Jamur-jamur itu menyuruh raksasa menebak gambar apa. Lalu, raksasa bingung. Ada satu jamur yang naik ke tubuh raksasa membisikkan jawabannya. Raksasa menjawab tebakan itu, dan benar. Setelahnya, mereka tertawa bersama.

Oh ya, program TPI juga bagus. Sering ada legenda di sana. Soundtracknya 'Dari ufuk timur, hingga ke ujung barat~' menurutku dulu seram dengarnya. Terlebih ada anak durhaka yang dikutuk jadi ikan pari. Waktu itu sekitar tahun 2009, ada series sepertinya bukan dari dalam negeri. Sebelum mulai program TV kera sakti. Ceritanya tentang kerajaan. Dari luar tampak gubuk kumuh, tapi di dalamnya berisi kerajaan yang indah banget. Ada sumur ajaib juga. Aku ingin nyari tau itu series apa tapi lupa judulnya:,)

Oh ya, aku baru tau beberapa judul kartun yang udah kulupa dari teman Slowly. Zumbers dan Boom & Reds

Selasa, 22 Desember 2020

Pesan Untuk Masa Lalu

Dini hari, seorang perempuan tengah mendapatkan surat dari sahabat penanya. Ia membaca isinya, di sana tertulis, "Apa pesan untuk dirimu di masa lalu?" Perempuan itu bergumam dan berpikir. 'Wah baru kali ini aku mendapatkan pertanyaan yang menarik seperti ini.' Perempuan itu menulis jawabannya. 

Pesan Untuk Masa Lalu. 

Hai diriku di masa lalu. Terima kasih sudah berjuang sekeras dan bertahan sejauh ini ya. Aku tak pernah menduga kamu setangguh itu. Aku bangga padamu diriku. Meski tak jarang aku menyakitimu, tapi kamu tidak pernah menyerah. 

Aku memang bodoh, karena tak pernah menyayangi dan merawat dirimu dengan baik. Aku salah, tak seharusnya aku begitu, padahal kamu selalu ada untukku. Padahal satu-satunya yang mengertiku selain Tuhan adalah dirimu.

Hai kamu yang tak pernah pergi di saat dunia menjauh, aku rindu senyuman polos itu. Kamu yang berusaha, mencoba belajar hal baru hingga bisa seperti sekarang. Kesalahanmu dahulu menjadi pelajaran untukku di masa sekarang. Terima kasih sudah menunjukkan mana yang salah dan benar.

Kita dulu selalu bersenang-senang ya. Tak terasa, waktu beranjak begitu cepat, kini aku tumbuh dewasa. Ternyata, menjadi dewasa itu melelahkan. Ini lucu, padahal dulu aku ingin menjadi cepat dewasa. Masalah yang dahulu kita hadapi bersama ternyata hanya secuil dari yang dialami orang dewasa.

Tapi, hidup memang untuk meninggalkan dan ditinggalkan kan? Setidaknya aku bersyukur pernah bertemu denganmu. Meski pertemuan itu singkat, aku sangat menghargainya.

Maafkan aku bila tak sehebat kamu yang dulu. Terima kasih sudah berjuang, aku merindukanmu dan selalu. Aku berjanji akan menjaga diriku sebaik mungkin. **

Terima kasih atas pertanyaannya Puan, aku terharu. Aku juga ingin mengetahui jawaban atas pertanyaan yang kamu ajukan itu ... Akhir gadis itu.

Senin, 14 Desember 2020

Begitulah Kehidupan..

Suatu kali aku pernah membaca artikel di Hipwee karya penulis Rahmadianti Cynthia katanya, "Ada alasannya kenapa orang-orang yang hadir di masa lalu tak lagi menemanimu di masa kini."

Ya, meski semua udah berubah, pasti ada alasannya.

Aku jadi ingat saat waktu kecil dulu. Aku pernah mengenal sosok seorang 'kakek' ya meski bukan kakek kandungku, tapi saudara. Aku memanggilnya wak laki. Beliau sangat bersahabat kepada kami. Mungkin Tuhan sudah mengatur semuanya, melalui beliau menciptakan kisah yang ga akan terlupakan. Kami ga tau kalau cerita itu akan jadi suatu kenangan.

Waktu dulu, wawak itu pernah mengajak kami mandi laut yang jaraknya lumanyan dekat dari Rumah. Di usianya yang sudah senja, beliau berjalan kaki pun tidak memakai alas. Beliau membawa rombongan dari kami dan cucu-cucunya. Kau tau kan anak-anak kecil itu tingkahnya rusuh dan kesana kemari tapi beliau ga pernah merasa keberatan menjaga kami.

Di laut, kami mencari keong yang sayangnya ga pintar nyari:v ada juga cari kerang kecil-kecil meski mana kenyang untuk dimakan:') pernah juga mencari umang kecil yang kami masukkan ke botol aqua. Banyak sekali, aku dan adikku menaruhnya di aquarium tapi sayangnya binatang-binatang itu mati:( mungkin karena bukan habitatnya.
Oh ya, belakangan kami baru tau kalo umang itu diperjualbelikan saat itu, bahkan dengan rumah khususnya.

Wak laki juga pernah mengajak kami salat berjamaah di mesjid saat Maghrib dan pulang saat Isya. Sayangnya, dalam perjalanan hujan dan saudaraku membagikan sajadahnya sebagai dijadikan payung suruh kakeknya.

Saat kami mengaji di Balai dulu, ada lembaran-lembaran yang berisi salawat, kisah 25 nabi, malaikat 10 yang diharuskan untuk laminating. Kami pergi ke ATK bareng wawak itu.

Wak laki itu orangnya pintar. Berbeda dengan cucunya, aku paling suka mendengarnya berbicara dalam bahasa inggris. Juga saat beliau tiba-tiba memberi kuis seperti, "Kenapa kerajaan majapahit dinamakan 'Majapahit'"? Dan saat aku tidak tau jawabannya, beliau bilang, "Karena di sana ada buah yang rasanya pahit."

Saat di TV di Rumah wak laki sudah rusak saat itu, beliau selalu nonton di tempat kami. Hal itu tidak menjadi masalah, karena yang ditontonnya juga kami menikmatinya, do u know? Uttaran! Haha, series India yang entah kenapa beliau suka. Jadi saat siang menjelang sore series itu tayang dan beliau pun terbawa alur ceritanya. Pas ada adegan nenek Tapasya kami mencak-mencak dan yang paling sedih saat tokoh utama 'Iccha' meninggal, kami terbawa suasana. Dan kupikir, wawak itu sedih banget pasti saat itu,  walau itu hanya sebuah film.

Waktu itu juga lagi hangat-hangatnya keluar cetakan uang 2000 rupiah yang sebelumnya ga ada. Aku mendapatkannya dari abangku, lalu kupamerkanlah ke wawak itu, dan beliau pun heboh memberitakan pada istrinya.

Dan, Wawak itu sudah meninggal kurang lebih 5 tahun yang lalu. Padahal tidak ada sakit apapun, cuma katarak di sebelah matanya. Cuma masuk angin, malam itu. Kami tak pernah menyadari kalau hari itu kan tiba. Kucing kesayanganmu pun mondar-mandir di sekitarmu, mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi pada tuannya. Dan, beliau wak laki sudah tenang di alam sana, semoga ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.

Wak, makasih pernah mengukir cerita di masa kecil kami. Indah sekali kala itu. Saat kudengar cerita ibuku, wawak pun sering mengajak ibu dan saudara-saudara yang lain di masa mudamu, menonton bioskop yang dulu pernah ada di sini. Ternyata memang dari dulu dirimu sudah mau berbagi.

Ya ada kalanya orang yang dulu sangat akrab denganmu tidak lagi hadir, selain karena masa-masa itu telah habis, semua terjadi ada alasannya.

Selasa, 15 September 2020

Kenangan Fanfiction Coboy Junior

Dulu, waktu masa SMP bisa dibilang aku fansnya Coboy Junior, itu sekitar tahun 2015. Sampe coba dengar-dengar lagunya yang ternyata enak juga. Kalo dipikir sekarang, ga nyangka juga sih bisa ngefans, terutama ke Iqbaal. Oh ya, aku nulis ini, siapa tau ada yang can relate denganku, jadi bisa nostalgia kita, eaak.

Memang lucu sih kalo dipikir-pikir, aku suka bukan berawal dari lagunya ato visualnya tapi karna cerbung fanfiction, wkwk. Jadi berawal  googling random trus nemu FP yang judulnya 'Cerbung Cerpen Tentang Coboy Junior, ada kutipan yang membuatku tertarik. Ga peduli itu genre fanfiction yang penting ceritanya enak. Oh ya sekarang, aku ingin cerita tentang cerbung yang kubaca, oce.

First, judul Cerbung itu "Sadique" yang setelah kutau pengarangnya ka Nit. Ini cerbung tentang fanfiction yang pertama kubaca, makanya berkesan banget. Dan ya ceritanya sadis sih:') di mana tokoh utamanya Iqbaal yang nikah muda sama (namakamu) karena insiden yang buat ortu Iqbaal salah paham. 

Oh ya, memang di sana ada (namakamu) mungkin si author menghargai kali ya biar ceritanya lebih ngena juga. Aku sendiri yakin kalo ga ada (namakamu) waktu itu pasti ga bakal baca. Ya walo bacanya juga 'namakamu' sih, bukan emang nama sendiri:v

Oh ya, back to kisah jadi Iqbaal sama (namakamu) ga saling cinta, tapi kupikir bohong sih kalau dalam satu hubungan ga ada yang luluh! Bermula (Namakamu) yang udah luluh tapi si Iqbaal malah ... Spoiler ga:v tapi akhirnya mereka juga tetap punya anak. Kalo kamu penasaran, ka Nit ada repost dah cerita itu di WP cuma nama pemerannya diganti.

Selain cerbung Sadique, aku juga pernah baca tentang karya ka Nit yang lain kayak: 'Plaster' (ini sedih banget guys ceritanya si Iqbaal yang disia-siakan sama (namakamu)) aku masih ingat kutipannya.

Plaster
Hanya dibutuhkan ketika luka
Dan dibuang ketika luka itu telah sembuh
Tanpa kamu sadari itu adalah aku
Aku Plaster yang membalut lukamu dan membuatmu kembali tertawa
Plaster yang akhirnya kamu buang hingga tidak berarti apapun lagi di matamu
Ya, itu aku.

Nah, kurang lebih seperti itu:v

Trus ada juga cerita, 'Chaque Seconde', ini bahasa Prancis yang artinya Setiap Detik. Ceritanya si Iqbaal yang sadboy:') ada juga Iqbaal yang punya kembaran, nah aku lupa juga jodoh si (namakamu) dengan Iqbaal ntah kembarannya, kalau ga salah judulnya Tegenover (bahasa Belanda:seberang), If He, Mater Retro (kalau ga salah ceritanya tentang Iqbaal yang punya istri jahat:'v) The Rain (mirip film Heart kayaknya) dan Optimus Pater (bahasa latin:ayah terbaik). Ya, ka Nit memang sering pake bahasa asing untuk judul cerbungnya.

Oh ya, kalo dipikir-pikir tokoh utamanya rata-rata Iqbaal ya. Hm, maklum aja lah:v dia banyak fans dan paling gans mungkin, wkwk. 

Second, nah yang ini unik sih karena satu-satunya penulis cowok fanfiction Coboy Junior yang kutau. Imajinasinya beuh, keren banget. Aku sampe pernah bertanya-tanya "IQ lo berapa sih kak? Pen gue beli." Haha. Jadi kak Nda ini pernah bikin cerbung yang terinspirasi dari novel Twilight dan judulnya "Someday" perannya (namakamu) as Bella, Iqbaal as Edward dan Bastian as Jacob.

Hidup itu untuk memilih dan menemukan pilihan lagi tapi gue gak ngerasa mendapatkan keduanya. Gue gak ngedapet pilihan untuk 'membenci' lo dan 'memiliki' lo. Gue cuma seorang gadis yang diutus untuk terus mencintai lo, padahal lo gak pernah melirik gue lebih dari 1 menit, gue sayang sama lo Bas, dan gue tau lo sayang sama (namakamu) ... Tapi gimanapun alasannya gue gak bisa benci lo, walaupun waktu memaksanya~

Itu kata-kata terakhir dari Steffie saat ia berhasil mengorbankan hidupnya untuk Bastian. Bastian yang saat itu akan menyelamatkan (namakamu) tapi gadis itu telah diselamati oleh Iqbaal.

Selain Someday, ada banyak cerbung kak Nda yang lain kayak: Reflection dan Reason tapi aku lupa alurnya:') Dearmoon sweet parah ceritanya mereka liburan ke Korea *btw, kapan lagi coba anak SMA liburan sampe ke belahan dunia bagian sana:v kalau Emotion cuma beberapa bab doang:') parah sih ka Nda, untung reader mu ini sayang:') ceritanya itu tentang (namakamu) yang emosian mulu. Oh ya, rupanya ka Nda ini suka nonton drakor juga hihi.

Third, cerbung Mak Cit. Yang kubaca cuma Hopeless, Near, Flatshoes, ga sempat baca semuanya:') keburu Mak Cit hapus takut dengan plagiat:') duh, nasib reader telat-,- tapi Mak Cit udah buat novelnya lho👍🏼 Flatshoes Oppa & A Swing Time, coba kamu baca cuplikannya dijamin tertarik, ya itu cerbung fanfiction dulu tapi setelah diterbitkan diganti tentang kekoreaan karena tema penerbitnya itu. Oh ya, aku pernah baca cerbung 1 cm nya, dengan kutipan fenomenal:

Jika sesuatu menempel terlalu dekat maka tidak akan terlihat jelas. Ketika kita menyimpan jari telunjuk tepat 1 cm di hadapan mata, maka hanya akan terlihat bayangannya saja, terkesan semu. Namun jika kita jauhkan secara perlahan 1 cm demi 1 cm, jari tersebut akan terlihat lebih 'jelas', terlihat ada, dan itu berlaku pada 'cinta' :') - 1 cm.


Fourth, cerbung Dizah yang kubaca setelah ka Nit, judulnya PIMP (papa Iqbaal mama please) ceritanya tentang Iqbaal, duda beranak satu, yang anaknya itu syukur-syukur ada teman-temannya jombs yang jaga, Kiki, Aldi dan Bastian. Wkwk ceritanya kocak. Cerita ini tenar banget sampe banyak yang komen walau di lapak tetangga. Tapi Iqbaal nya kalo ga salah jahat banget gitu, sampe ngelakuin KDRT ke istrinya. Sampe aku pernah berpikir Iqbaal yang asli memang sejahat itu wkwk.

Pernah juga baca Dandelion yang ceritanya si (namakamu) suka bunga itu. My Idiot Boyfriend, si Iqbaal yang punya gangguan psikologis dengan (namakamu) Psikiaternya. Mini Iq(nam), cerita tentang masa kecil Iqbaal dan (namakamu). Juga Amnesia. Ya itu semua pengarang yang sama, Dizah. 

Oh iya waktu itu, saat membuat cerbung, Dizah penulis yang umurnya masih 14 tahun lho. Aku jadi berpikir, pas umur segitu ngapain ya:') kalau kak Nda udah SMA.

Fifth, ka Salshabilla *kurang tau juga sih gini bener ato ga tulisannya. Kakak itu buat cerbung yang judulnya Ungliwity(?) Ga tau Inggrisnya gimana😭 artinya cinta yang ga disadari. Pertama ku tertarik baca karna karakter (namakamu) nya orang Korea yang beuh tjakep abis. 

Trus kakak ini juga nulis cerbung yang genre action, Victim 2812. Itu digit tanggal ultahnya Iqbaal ya🤣 ceritanya menarik juga, pembunuh bayaran yang menyamar jadi anak SMA. Trus, tiba korban yang ke 2812 itu malah teman SMA nya sendiri sekaligus perempuan yang dicintainya. Nah lho, dilema lah si Iqbaal ini, apakah dia akan tetap membunuh atau melindungi gadis itu. 

Aku juga pernah baca cerbungnya Tesya yang judulnya SFS (song from soniq) ini tuh ceritanya kayak si (namakamu) yang merupakan Soniq (sobat Iqbaal) lomba cover lagu trus diunggah ke YT. Pemenangnya akan ketemu Iqbaal gitu. Aku baca ini sampe kebawa mimpi-_- Iqbaal SMS aku-,-

Nah terus cerbungnya Vita, Jealous, tapi ga sampe habis kayaknya. Cerbung di FP Citra's slide, Assalamu'alaikum Cinta dan Blogger, cerita tentang (namakamu) yang punya visitor sampe 1 juta:')

Oh ya, rasanya masa itu bahagia banget pas bisa baca cerbung-cerbung itu. Setelah pulang dari kampung, walo HP habis baterai main sambil cas dong *ini jangan ditiru, langsung cuss buka FP di FB yang waktu itu sinyal masih E tapi ga lelet kayak sekarang.