Rasa-rasanya bosan aja ga sih dengan kasus Covid-19 (corona virus disease 2019) yang ga habis-habis? Berawal dari bulan maret, ini sudah mau hampir 5 bulan lho. Entah kapan ini berakhir. Aku juga ga tau mau senang, sedih ato apa yang jelas beraduk lah, karna ada kelebihan juga kekurangannya yang kurasakan. Sesekali mengaduh gapapa lah ya.
Karena keadaan Corona ini bersifat pandemi, jadi berdampak pada semuanya, kesehatan masyarakat dan ekonomi. Seumur-umur baru kali ini kurasakan keadaan bangsaku tidak stabil, dulu ada tapi ini lebih parah, maybe? Ga usah jauh-jauh ke luar negeri, di daerah kita saja banyak yang kena dampaknya.
Saat keluar rumah, harus memakai masker, mesti jaga jarak, juga ingat, cuci tangan. Saat memasuki suatu fasilitas pun diperiksa suhu tubuh. Nah, yang ini paling menimbulkan salah paham, ada yang takut karna kayak ditembak gitu:(, eh bukan jadian maksudnya:') ada juga yang karena keringat dingin jadi naikin suhu tubuhnya.
Jadi, akibat pandemi ini apa? Sekolah & sederajat, universitas & sederajat ditutup, rencana-rencana yang akan direalisasikan jadi dihapus dan acara terpaksa dibatalkan. Bahkan tempat ibadah pun ga boleh dipake buat ibadah.
Karena sekolah dan universitas ditutup jadilah media pembelajarannya melalui daring. Munculah istilah kayak kulon ato kuliah online. Biasanya guru ato dosen memberi tugas berupa pdf, powerpoint, dsb melalui aplikasi chat sejuta umat maybe, ialah WA. Atau pernah Zoom? Tapi dengar-dengar ga aman deh.
Juga muncul tagar #dirumahaja dan saat mendekati lebaran ada #janganmudikdulu. Tapi tagar itu ga bisa dipukul rata sih, ya kalo anak sultan boleh ngomong gitu wong dia duduk anteng di rumah duit ngalir terus. Bagi keluarga ekonomi menengah kebawah gimana mau di rumah aja, keluarga di rumah mau dikasih makan apa. Belum lagi kebutuhan yang lain.
Kalo tagar #janganmudikdulu aku setuju. Tapi ntah kenapa ga sedikit yang tertangkap pas mereka mau mudik. Entah apa alasannya, tapi posthink aja mungkin ada hal di desa yang ga didapat di kota pada saat itu, ato ada keperluan mendesak kayak keluarganya sakit. Seperti quotes unknow, 'Hukum tidak mengerti kenapa orang itu mencuri. Yang hukum tahu orang itu mencuri.'
Dampak corona ini bagiku, sebagai lulusan 2020 ya kayak di PHP-in aja gitu. Dan ini lebih sakit daripada ngerasa di PHP-in doi, serius. Katanya UKK kami dibatalkan, eh tiba² ada, ya karna sekolah sendiri sih. Tapi kami yang tadinya habis UN di bulan Maret langsung menyimpan semua buku pelajaran rapat-rapat, jadi mesti belajar lagi akhir Mei.
Tapi ya kelebihannya sertifikat yang didapat bisa buat teman yang akan melamar kerja.
Kalo daftar kuliah kelebihannya kalo saya, ga perlu ujian tulis lagi di tempat kampusnya, cuma kirim nilai rapor melalui pos dan ujikes mandiri itupun pake pdf. Ya jadi kayak dimudahkan.
Bersyukur lebih dalam, daerahku ga terlalu parah kasus coronanya. Aku tidak bisa membayangkan gimana dengan masyarakat yang tinggal di kota besar. Juga gimana lelahnya petugas medis menangani. Ya moga mereka yang sakit segera diberi kesembuhan. Pada akhirnya yang dibutuhkan ialah kesadaran sendiri untuk tidak keluar rumah kecuali saat benar-benar dibutuhkan.
Dan sekarang sampai juga di tahap new normal, ah melonjak naik dah kasusnya, moga setelah ini juga berakhir, seperti negara yang kasusnya udah ga ada, aamiin paling serius.
Hikmahnya ya mungkin Tuhan ingin menyadarkan kita hamba untuk kembali pada-Nya. Karna ya, mungkin kita udah terlalu jauh dari-Nya. Dengan makhluk sekecil virus corona yang bahkan tidak dapat dilihat dengan mata ini mengajarkan bahwa manusia itu tidak ada apa-apanya dibanding Dia, tidak patut untuk bersikap sombong.
Kita mesti rajin berolahraga dan menanamkan pola hidup sehat dari sekarang. Juga kita harus selalu menjaga kebersihan. 'Kebersihan setengah dari iman.' 'Allah itu indah dan menyukai keindahan.'
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 07 Juli 2020
Meski Perlahan Terlupakan, Terima Kasih Sudah Mewarnai Hari-hariku.
Gimana sih cara kalian buat mengenang masa yang udah lampau? Yang kita udah lupa, tapi saat kita membaca atau melihatnya jadi teringat. Caranya dengan catatan di HP kah? Curhat di medsos? Atau nulis di diary 'asli'?
Memang sih, mengenang hal itu ga sepenuhnya bikin kita bahagia, atau buat bersedih. Tapi, bukankah sesekali kita melihat ke belakang, untuk bercermin, syukur-syukur bisa memperbaiki kesalahan yang lalu untuk melangkah ke depan.
Manusia itu unik, tapi juga tidak ada yang sempurna, hidup untuk berproses dengan pilihan masing-masing, di samping itu semua sudah diatur, dengan risiko, harapnya menjadi lebih baik sampai tiada.
Karna saya ingin menghargai proses itu, jadinya dengan cara menulis diary, hehe. Ini penting banget buatku, selain jadi ingat tentang pengalaman terdahulu, juga bisa mencurahkan hobi. Dan yang terpenting menambah rasa syukur, alhamdulilah masih diberi helaan nafas sampai saat ini :)
Penampakan diary, ini dulu harganya lebih kurang 20 ribuan lah. Ukurannya segenggaman tangan. Warna pink khas ceue banget kan:') kartunnya Sofia, btw ada yang pernah nonton ga?
Dan berikut beberapa isinya, yang singkat saja;
Kertasnya warna pink. Sudah kurang dari 5 tahun yang lalu, ini saat SMP. Aamiin-kan do'anya untuk kita semua guys, hehe.
Jadi dulu tu ada balai yang seolah jadi saksi bisu hidup kami di sana. Gimana ga, dari kelompok A (Qur'an kecil), B (Qur'an besar) dan C (kitab Arab). Indah banget kala itu, shalat maghrib berjamaah, piket selepas selesai ngaji, muadarah (latihan pidato) dan maulid nabi. Pas kecil (SD) ga lupa jajan dunk apalagi ada uang saku, cuss~ kami beli es gabus yang enak sekali cuma gopek, kerupuk mie, bahkan lotre:v
Memang saat² terakhir ngaji di situ udah berkurang santri²nya. Mungkin karna mereka udah beranjak dewasa dan ada kesibukan masing-masing. Nah kan, curcoll :)
Syukur banget bisa melalui itu:) hm, bau² masih normal.
Nah tu tau kok, hehe. Emang si, lebih mudah ngomong daripada melakukannya *plak
Apa yang kamu lakukan saat jamkos?
Ngakak bet wkwk kalo ingat itu. Ya hikmahnya, jan ucap kata² kasar dan ga boleh maen nyiram² orang juga😅😂
Seriously, kalian pernah digituin ga si? Itu pelajaran olahraga. Kalo diingat sekarang ko mau-maunya disuruh begitu wkwk. Tapi gapapa lah sebagai anak yang rajin dan patuh terhadap guru:')
Memang sih, mengenang hal itu ga sepenuhnya bikin kita bahagia, atau buat bersedih. Tapi, bukankah sesekali kita melihat ke belakang, untuk bercermin, syukur-syukur bisa memperbaiki kesalahan yang lalu untuk melangkah ke depan.
Manusia itu unik, tapi juga tidak ada yang sempurna, hidup untuk berproses dengan pilihan masing-masing, di samping itu semua sudah diatur, dengan risiko, harapnya menjadi lebih baik sampai tiada.
Karna saya ingin menghargai proses itu, jadinya dengan cara menulis diary, hehe. Ini penting banget buatku, selain jadi ingat tentang pengalaman terdahulu, juga bisa mencurahkan hobi. Dan yang terpenting menambah rasa syukur, alhamdulilah masih diberi helaan nafas sampai saat ini :)
Penampakan diary, ini dulu harganya lebih kurang 20 ribuan lah. Ukurannya segenggaman tangan. Warna pink khas ceue banget kan:') kartunnya Sofia, btw ada yang pernah nonton ga?
Dan berikut beberapa isinya, yang singkat saja;
Jadi dulu tu ada balai yang seolah jadi saksi bisu hidup kami di sana. Gimana ga, dari kelompok A (Qur'an kecil), B (Qur'an besar) dan C (kitab Arab). Indah banget kala itu, shalat maghrib berjamaah, piket selepas selesai ngaji, muadarah (latihan pidato) dan maulid nabi. Pas kecil (SD) ga lupa jajan dunk apalagi ada uang saku, cuss~ kami beli es gabus yang enak sekali cuma gopek, kerupuk mie, bahkan lotre:v
Memang saat² terakhir ngaji di situ udah berkurang santri²nya. Mungkin karna mereka udah beranjak dewasa dan ada kesibukan masing-masing. Nah kan, curcoll :)
Syukur banget bisa melalui itu:) hm, bau² masih normal.
Apa yang kamu lakukan saat jamkos?
Ngakak bet wkwk kalo ingat itu. Ya hikmahnya, jan ucap kata² kasar dan ga boleh maen nyiram² orang juga😅😂
Seriously, kalian pernah digituin ga si? Itu pelajaran olahraga. Kalo diingat sekarang ko mau-maunya disuruh begitu wkwk. Tapi gapapa lah sebagai anak yang rajin dan patuh terhadap guru:')
Senin, 29 Juni 2020
Tips Mengerti Berbahasa Inggris
Hi guys! Kali ini saya ingin membagikan beberapa tips supaya bisa bahasa Inggris.
Dari sekian banyak bahasa tentu perlu pengantara yaitu English supaya mudah untuk berkomunikasi dengan populasi di dunia. Hal ini juga memudahkan pendatang untuk mencapai tujuannya.
Tapi, kenapa harus English? Karena bangsa Inggris dulu yang paling maju di dunia. Juga banyak pengetahuan berbahasa Inggris yang sayang banget kalau ga dipelajari:(
Oh ya, tips ini ala saya saat belajar bahasa Inggris ya.
1. Mendengarkan Lagu Barat dan Memahami Liriknya.
Biasanya saya mencari terjemahan liriknya dulu, kalo suka baru kudengar lagunya. Hingga nemu penyanyi favorit yang kena banget seperti TS! Lama kelamaan jadi teringat artinya. Sampe pernah nulis lirik lagu terjemahan di buku khususnya, tapi dah ga tau terselip di mana:(. Oh ya, kalo kamu mau menghindari musik, bisa dilanjut ke bawah.
2. Install Aplikasi Belajar Bahasa Inggris
Kita hidup di zaman sekarang yang seolah dimudahkan. Bersyukurlah dan manfaatkan itu. Banyak banget aplikasi belajar English di PS. Kalo saya dulu pernah pake Duolingo dan Hello English. Bukan promosi, memang asyik banget lengkap deh.
3. Nonton Video YT Berbahasa Inggris
Nonton video dengan subtitle English boleh banget lho. Banyak channel luar negeri yang penuh informasi, pengalaman, seperti TED dan minutevideos. Bisa juga nonton video bahasa Indonesia sama subtitle English tentunya.
4. Catat Kosakata Bahasa Inggris Asing yang Baru Kamu Ketahui
Kamu bisa mencatat kosakata English di buku khusus beserta terjemahannya. Btw, ini sebenarnya tips dari guru kesayangan saya Miss Ira. Beliau bisa baca² ulang buku itu di mana aja & kapan saja. (Tapi ku ga gitu T_T)
5. Membaca Cerita Dalam Bahasa Inggris
Tentu, kita mesti melatihnya dengan membaca. Dari dongeng² anak boleh banget. Kalo kesulitan nemu kosakata yang asing lagi, download saja kamus Indonesia Inggris offline.
6. Suka Bahasa Inggris
Tentu kalo kita udah menyukai sesuatu pasti berjuang kan meski dengan susah payah? *Khkhkh. Begitu juga untuk bahasa Inggris. Abaikan saja mereka yang bilang 'bahasa Inggris itu susah.' karena sebenarnya English itu ga sulit kok!
Oh iya, kalo kamu mau tau saya udah suka English sejak kelas 6 SD. Kalo Sekolah dulu ada English dari kelas 4-6 SD. Tapi sekarang di SD Negeri desa kami dihilangkan, ga tau ya kalo di Kota atau Swasta. Kebetulan, gurunya loyal banget ngajarnya waktu itu, betah deh. Metodenya kayak beliau menerjemahkan bacaan English. Nanti kami menjawab soal berdasarkan bacaan itu. Suka pelajaran ini berlanjut seterusnya. Guru-guru yang mengajar English juga asyik semuanya.
Terakhir, ada yang petuah yang bilang, 'Utamakan bahasa Indonesia, pelajari bahasa asing, lestarikan bahasa daerah.'
Dari sekian banyak bahasa tentu perlu pengantara yaitu English supaya mudah untuk berkomunikasi dengan populasi di dunia. Hal ini juga memudahkan pendatang untuk mencapai tujuannya.
Tapi, kenapa harus English? Karena bangsa Inggris dulu yang paling maju di dunia. Juga banyak pengetahuan berbahasa Inggris yang sayang banget kalau ga dipelajari:(
Oh ya, tips ini ala saya saat belajar bahasa Inggris ya.
1. Mendengarkan Lagu Barat dan Memahami Liriknya.
Biasanya saya mencari terjemahan liriknya dulu, kalo suka baru kudengar lagunya. Hingga nemu penyanyi favorit yang kena banget seperti TS! Lama kelamaan jadi teringat artinya. Sampe pernah nulis lirik lagu terjemahan di buku khususnya, tapi dah ga tau terselip di mana:(. Oh ya, kalo kamu mau menghindari musik, bisa dilanjut ke bawah.
2. Install Aplikasi Belajar Bahasa Inggris
Kita hidup di zaman sekarang yang seolah dimudahkan. Bersyukurlah dan manfaatkan itu. Banyak banget aplikasi belajar English di PS. Kalo saya dulu pernah pake Duolingo dan Hello English. Bukan promosi, memang asyik banget lengkap deh.
3. Nonton Video YT Berbahasa Inggris
Nonton video dengan subtitle English boleh banget lho. Banyak channel luar negeri yang penuh informasi, pengalaman, seperti TED dan minutevideos. Bisa juga nonton video bahasa Indonesia sama subtitle English tentunya.
4. Catat Kosakata Bahasa Inggris Asing yang Baru Kamu Ketahui
Kamu bisa mencatat kosakata English di buku khusus beserta terjemahannya. Btw, ini sebenarnya tips dari guru kesayangan saya Miss Ira. Beliau bisa baca² ulang buku itu di mana aja & kapan saja. (Tapi ku ga gitu T_T)
Udah lumanyan lama ya, november tahun lalu.
5. Membaca Cerita Dalam Bahasa Inggris
Tentu, kita mesti melatihnya dengan membaca. Dari dongeng² anak boleh banget. Kalo kesulitan nemu kosakata yang asing lagi, download saja kamus Indonesia Inggris offline.
6. Suka Bahasa Inggris
Tentu kalo kita udah menyukai sesuatu pasti berjuang kan meski dengan susah payah? *Khkhkh. Begitu juga untuk bahasa Inggris. Abaikan saja mereka yang bilang 'bahasa Inggris itu susah.' karena sebenarnya English itu ga sulit kok!
Oh iya, kalo kamu mau tau saya udah suka English sejak kelas 6 SD. Kalo Sekolah dulu ada English dari kelas 4-6 SD. Tapi sekarang di SD Negeri desa kami dihilangkan, ga tau ya kalo di Kota atau Swasta. Kebetulan, gurunya loyal banget ngajarnya waktu itu, betah deh. Metodenya kayak beliau menerjemahkan bacaan English. Nanti kami menjawab soal berdasarkan bacaan itu. Suka pelajaran ini berlanjut seterusnya. Guru-guru yang mengajar English juga asyik semuanya.
Terakhir, ada yang petuah yang bilang, 'Utamakan bahasa Indonesia, pelajari bahasa asing, lestarikan bahasa daerah.'
Selasa, 23 Juni 2020
Kasih yang Tak Terhingga Sepanjang Masa
Aku ga tau pasti si apa yang dipikiran seorang ibu untuk anak-anaknya. Yang jelas, saya sebagai seorang anak hanya bisa menduga karna walaupun kita dilahirkan oleh rahimnya tapi tetap aja ada yang beda. Mungkin bukan dari hal fisik ya, tapi ntah dari pemikiran, sifat, latar belakang, lingkungan dan masih banyak lagi.
Yang kusalut sama beliau, ibu. Kamu pasti sering banget dengar, jasanya itu lho ga bakal pernah terbalaskan. Juga begitupun islam yang memuliakan wanita dengan menjadi salah satu nama surah di Qur'an. Dan Rasulullah yang menyuruh kita berbakti kepadanya 3x hingga setelah itu ayah. Bahkan surga pun di bawah telapak kakinya.
Berbagai puisi yang menyiratkan citra beliau. Siapa yang pertama kali sakit saat kita jatuh? Ibu. Siapa yang pertama ada saat kita pinta bantuan? Ibu. Dan siapa yang mengabdikan jiwanya sebelum kita butuh? Tak lain dan tak bukan ialah ibu.
Dan, do'a beliau juga sangat makbul. Saya pernah iseng sebelum berangkat ujian meminta restunya, dan tanpa kusangka bahkan semua orang, bahwa nilainya sangat memuaskan.
Ibu, anakmu ini yang baru saja merasakan lelah dengan masalah duniawi nan tiada habis, ingin mengakhiri saja semuanya. Tapi tanpa kusadari di setiap malam, engkau mendo'akan kami anak-anaknya, agar kelak diberikan umur yang panjang.
Ga bakal usai sih kalo ngomongin tentang Ibu, hehe. Yang jelas, aku bangga & bersyukur banget punya sosok ibu pada mamak. Ibuku pekerja keras, meski kesulitan beliau ga pernah mengeluh:') Sebisa mungkin kita harus lebih berbakti kepadanya:)
Ya, aku nulis gini ga bisa dipukul rata si. Mungkin ada beberapa bagi kalian ibu itu bukan seperti yang kumaksud, yang bisa melakukan apa saja, seperti tanpa cela, dan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya. Benar, mungkin aku berperspektif begini karna dibesarkan dengan keluarga konservasi nan menjadikanku anak yang 'naif.'
Tapi, buat yang merasa ga seperti itu, kamu benar. Ibu itu juga manusia, sama seperti kita yang lainnya. Sekalipun beliau udah mengandung, melahirkan dan merawat kita. Kalau beliau tidak bisa mencerminkan sifat seperti seorang Ibu atau selayaknya manusia tetap saja berkekurangan.
Tapi kamu harus tetap semangat, jangan pernah menyerah ya. Seperti kata-kata seseorang yang selalu kuingat, 'Percayalah, semua udah diatur sesuai jalannya. Setelah semua yang terjadi, akan ada hal baik yang akan datang.':)
*PoV nya kadang 'saya' ato 'aku' hehe gapapa lah ya..
Rabu, 17 Juni 2020
Saat-saat Kena Tilang
Jujur, seumur hidup baru kali ini saya kena tilang. Mungkin itu memang ga rezeki kami, atau jadi pengalaman yang ga terlupakan.
Pagi itu, Senin, pukul setengah 11 siang, saya dengan mamak mau ke sekolahku. Di perjalanan, dekat Satlantas ada seorang Polisi berdiri di tepi jalan. Karena mamak ga pake helm, beliau bilang: "Nga, mamak turun aja ya, jalan kaki sampai sana." Kubalas, "Gapapa Mak e, tu aja orang lewat ngak apa."
Beberapa saat kemudian, si Polisi pun ga di situ lagi. Berlanjutlah perjalanan kami.
Setelah itu, kami tiba di rumah ngambil laptop. Dalam batinku, 'minta ajak mamak makan bakso enak kali ya." Ya, memang hobi kami makan itu "nga, nanti kita makan bakso." Serendipity!
"Kita tadi dalam hati dah bilang mu makan bakso." Seruku.
Saat di perjalanan. Guys, ternyata memang sudah diberi tanda, kita lah yang ga peka. Ingat saat cerita tadi ada Polisi? Dan akhirnya, kami diberhentikan.
"Selamat siang, maaf mengganggu perjalanan ibu. Bisa tunjukkan STNK-nya?"
"Di rumah ga bawa pak." Mamak bilang.
Alhasil diminta kunci. Saya jadi ingat, ada berita orang yang lebih memilih membakar motornya daripada ditahan:') ku jadi tau rasanya gimana, tapi ya ga mungkin dibakar juga:')
Ku mau pulang lagi buat ngambil STNK sama juga, tu motor tetap ditahan.
Lalu, polisi itu nanya nama mamak buat ditulis surat tilang. Mamak ga mau. Teringat katanya kalo dah gini, jan ambil surat tilang. "Gimana ni nga?" Tanya beliau. Kami berpikir.
Mau hubungi bapak juga, tapi pasti marah. Karena sebelumnya, udah diwanti² buat pake helm. Akhirnya, nelpon juga.
"Mas, ni Honda (namamamak) dah ditahan, kena tilang."
"Udah dikumpulin helm di rumah, ga dipake, urus aja sendiri." Balas seseorang di ujung sana. Btw, kemarin tu pernah juga gini, tapi karna bapak kenal orang dalam langsung selesai perkara, ni karna beliau ga di kota ni.
Btw, sebenarnya motor kami semua dalam kondisi baik, pajak & plat ga mati, STNK & SIM juga, spion semua lengkap. Cuma satu salah kami, salah satu ga pake helm.
Terus mamak nanya sama si polisi yang dibalas harus 'disidang'.
"Apaan emang dikiranya kita kriminal." Kesalku.
Kami ntah nunggu & pikir apa:') tiba² ada seorang bapak dengan ramahnya.
Kata beliau. "Motor saya juga ditilang. Ibu ambil aja surat tilang, nanti saya bantu. Saya dah 5x kek gini. Ada kenalan saya."
Btw saya ngakak pas dibilang 5x gitu, LOL. Dan, kami waspada dung, apalagi beliau orang asing, tapi karna emang ga tau lagi mau buat apa jadi ambil dah tu surat tilang:')
"Tadi ga mau." Kata ntu Polisi_-
Sesudahnya, bapak itu minta nope mamak. Kami pun balik ke SD mamak buat belajar ngisi rapor sama guru lain naik becak.
Ga lama, sebelum jam 1 siang. Bapak tu nelpon lagi. Beliau dah nunggu di Satlantas. Mamak pun nelpon Abang kami buat ngambil STNK, duit, sama helm.
Tiba kami di sana dengan bapak itu, lama abangku sampai. Abangku salaman sama bapak tu. Terus beliau bilang, "Perlu duit 200 ribu buat ambil."
"Ha? 200 ribu? Ga ada duit segitu saya pak." Kata mamak. (Disamping karna mahal banget, juga pas²an)
Tiba² Bapak kami nelpon, bisa dibantu teman dari temannya kata beliau. Terus mamak bilang sama bapak itu "Ga usah aja pak, maaf ya, ni dah ada suami saya, makasih dah dibantu."
Bapak tu senyum terus ngucap, "Kalau ga bawa uang 50 ribu ja sama STNK." Sesudah mamak kasih, beliau narik helmku masuk ke Satlantas.
Karna takut juga dibawa lari, mamak ngikutin. Setelah beberapa saat nunggu, bapak tu mengendarai motor kami, mamak nyusul di belakangnya.
Ternyata, beliau ninggalin tasnya, sebagai bukti kalo beliau ga ngacir mungkin.
"Bapak mau pergi ke mana? Naik apa pak?" Kata mamak.
"Ke kantor Capil, naik becak."
"Bang antar bapak ni. Sama anak saya ya pak."
Abangku nurut.
Bapak tu senyum, "motornya nanti tanggal 18, ga lama lagi 10 hari lagi."
Setelah mereka pergi, kami heran dah. Lama banget itu. Bapak tu katanya motornya ditilang dah diambil, tapi kenapa ga dinaiki? Terus duitnya ntuk dia ato Polisi? Kalo STNK nya ditahan sama aja, kami pun bisa ga perlu bantuan bapak tu. Kalo beliau memang perlu duit, ya udahlah. Tapi gimana dengan STNK kalo sama Polisi, gimana cara ambilnya? Pakai sidang dalam keadaan Corona gini?
Udah kejadian gini, bapak dan anak² mamak yang lain bilang. "Mamak tu ga pake helm."
"Heh, dah terjadi juga. Udahlah ga payah dibilang juga dah tau." Kesalku.
"Man dah tau kenapa ga dipake."
"Makanya ingatin."
"Orang dah tau ada razia, mamak sendiri yang bilang."
Huh, ku ga abis pikir. Ngomong doank gampang:') Do'ain ya kawan moga gapapa STNK-nya:)
P.S ratusan karakter terpanjang yang pernah ada:')
Edit: Ternyata di keterangan surat tilang itu untuk mengambil STNK-nya bukan tanggal 18 tapi 25. Hal tersebut baru diketahui saat tanggal 18 ke Satlantas itu. Tidak teliti membaca:') dan akhirnya setelah tanggal 25 dibolehin ambil dong STNK-nya. Alhamdulillah, thx udah baca guys.
Pagi itu, Senin, pukul setengah 11 siang, saya dengan mamak mau ke sekolahku. Di perjalanan, dekat Satlantas ada seorang Polisi berdiri di tepi jalan. Karena mamak ga pake helm, beliau bilang: "Nga, mamak turun aja ya, jalan kaki sampai sana." Kubalas, "Gapapa Mak e, tu aja orang lewat ngak apa."
Beberapa saat kemudian, si Polisi pun ga di situ lagi. Berlanjutlah perjalanan kami.
Setelah itu, kami tiba di rumah ngambil laptop. Dalam batinku, 'minta ajak mamak makan bakso enak kali ya." Ya, memang hobi kami makan itu "nga, nanti kita makan bakso." Serendipity!
"Kita tadi dalam hati dah bilang mu makan bakso." Seruku.
Saat di perjalanan. Guys, ternyata memang sudah diberi tanda, kita lah yang ga peka. Ingat saat cerita tadi ada Polisi? Dan akhirnya, kami diberhentikan.
"Selamat siang, maaf mengganggu perjalanan ibu. Bisa tunjukkan STNK-nya?"
"Di rumah ga bawa pak." Mamak bilang.
Alhasil diminta kunci. Saya jadi ingat, ada berita orang yang lebih memilih membakar motornya daripada ditahan:') ku jadi tau rasanya gimana, tapi ya ga mungkin dibakar juga:')
Ku mau pulang lagi buat ngambil STNK sama juga, tu motor tetap ditahan.
Lalu, polisi itu nanya nama mamak buat ditulis surat tilang. Mamak ga mau. Teringat katanya kalo dah gini, jan ambil surat tilang. "Gimana ni nga?" Tanya beliau. Kami berpikir.
Mau hubungi bapak juga, tapi pasti marah. Karena sebelumnya, udah diwanti² buat pake helm. Akhirnya, nelpon juga.
"Mas, ni Honda (namamamak) dah ditahan, kena tilang."
"Udah dikumpulin helm di rumah, ga dipake, urus aja sendiri." Balas seseorang di ujung sana. Btw, kemarin tu pernah juga gini, tapi karna bapak kenal orang dalam langsung selesai perkara, ni karna beliau ga di kota ni.
Btw, sebenarnya motor kami semua dalam kondisi baik, pajak & plat ga mati, STNK & SIM juga, spion semua lengkap. Cuma satu salah kami, salah satu ga pake helm.
Terus mamak nanya sama si polisi yang dibalas harus 'disidang'.
"Apaan emang dikiranya kita kriminal." Kesalku.
Kami ntah nunggu & pikir apa:') tiba² ada seorang bapak dengan ramahnya.
Kata beliau. "Motor saya juga ditilang. Ibu ambil aja surat tilang, nanti saya bantu. Saya dah 5x kek gini. Ada kenalan saya."
Btw saya ngakak pas dibilang 5x gitu, LOL. Dan, kami waspada dung, apalagi beliau orang asing, tapi karna emang ga tau lagi mau buat apa jadi ambil dah tu surat tilang:')
"Tadi ga mau." Kata ntu Polisi_-
Sesudahnya, bapak itu minta nope mamak. Kami pun balik ke SD mamak buat belajar ngisi rapor sama guru lain naik becak.
Ga lama, sebelum jam 1 siang. Bapak tu nelpon lagi. Beliau dah nunggu di Satlantas. Mamak pun nelpon Abang kami buat ngambil STNK, duit, sama helm.
Tiba kami di sana dengan bapak itu, lama abangku sampai. Abangku salaman sama bapak tu. Terus beliau bilang, "Perlu duit 200 ribu buat ambil."
"Ha? 200 ribu? Ga ada duit segitu saya pak." Kata mamak. (Disamping karna mahal banget, juga pas²an)
Tiba² Bapak kami nelpon, bisa dibantu teman dari temannya kata beliau. Terus mamak bilang sama bapak itu "Ga usah aja pak, maaf ya, ni dah ada suami saya, makasih dah dibantu."
Bapak tu senyum terus ngucap, "Kalau ga bawa uang 50 ribu ja sama STNK." Sesudah mamak kasih, beliau narik helmku masuk ke Satlantas.
Karna takut juga dibawa lari, mamak ngikutin. Setelah beberapa saat nunggu, bapak tu mengendarai motor kami, mamak nyusul di belakangnya.
Ternyata, beliau ninggalin tasnya, sebagai bukti kalo beliau ga ngacir mungkin.
"Bapak mau pergi ke mana? Naik apa pak?" Kata mamak.
"Ke kantor Capil, naik becak."
"Bang antar bapak ni. Sama anak saya ya pak."
Abangku nurut.
Bapak tu senyum, "motornya nanti tanggal 18, ga lama lagi 10 hari lagi."
Setelah mereka pergi, kami heran dah. Lama banget itu. Bapak tu katanya motornya ditilang dah diambil, tapi kenapa ga dinaiki? Terus duitnya ntuk dia ato Polisi? Kalo STNK nya ditahan sama aja, kami pun bisa ga perlu bantuan bapak tu. Kalo beliau memang perlu duit, ya udahlah. Tapi gimana dengan STNK kalo sama Polisi, gimana cara ambilnya? Pakai sidang dalam keadaan Corona gini?
Udah kejadian gini, bapak dan anak² mamak yang lain bilang. "Mamak tu ga pake helm."
"Heh, dah terjadi juga. Udahlah ga payah dibilang juga dah tau." Kesalku.
"Man dah tau kenapa ga dipake."
"Makanya ingatin."
"Orang dah tau ada razia, mamak sendiri yang bilang."
Huh, ku ga abis pikir. Ngomong doank gampang:') Do'ain ya kawan moga gapapa STNK-nya:)
P.S ratusan karakter terpanjang yang pernah ada:')
Edit: Ternyata di keterangan surat tilang itu untuk mengambil STNK-nya bukan tanggal 18 tapi 25. Hal tersebut baru diketahui saat tanggal 18 ke Satlantas itu. Tidak teliti membaca:') dan akhirnya setelah tanggal 25 dibolehin ambil dong STNK-nya. Alhamdulillah, thx udah baca guys.
Minggu, 14 Juni 2020
Siapa yang Bilang Kalau Lulusan Kita Tiada Kesan dan Perjuangan?
Gimana sih perasaan kalian sebagai lulusan tahun 2020? Hehe, ada yang merasa sakit ga karena dikatain 'lulusan corona', 'ijazahnya di download ya.' atau malah dikasihani 'karna ga bisa ikut konvoi', 'ga ada kesan juga perpisahan', ya, apapun itu tidak perlu berdebat dengan nan seperti itu, biarkan saja~ yang pasti kita akan menjadi sejarah.
Lulusan kita banyak cobaannya, dimulai dari UN yang dibatalkan padahal sudah les dari beberapa bulan yang lalu. Ada juga yang mengikuti UN tapi tidak tau diberlakukan atau tidaknya. Juga anak SMK yang kedudukannya ga jelas entah diadakan atau tidak UKK itu, ya satu keputusan saja dari pemerintah keadaan bisa saja berubah.
Jadi apa celakanya? Bukankah ga layak kalo selama ini kita belajar hanya demi UN yang tidak menjamin kelulusan? Bukankah ga benar kita sekolah hanya membuat acara perpisahan saja? Karena sejatinya, kita sekolah untuk tumbuh menjadi yang lebih baik lagi. Dengan harapan, untuk berguna bagi negeri ini.
Dan, tidak sampai di situ perjuangan kita. Untuk pendaftaran ujian masuk dunia perkuliahan saja sangatlah sulit. Memang sih, udah dimudahkan seperti di SBMPTN hanya mensahkan TPS saja, tapi bagaimana dengan mereka yang udah belajar TPA mati-matian, sekali lagi ga ada yang sia-sia kan?
Ada yang tidak dapat melakukan simpan permanen akun LTMPT karna melewati batas waktu, ada yang KIP-nya tidak terdaftar di DTKS, pembayaran tes UTBK yang trouble di salah satu bank, server yang down, bahkan ada yang belum yakin buat milih jurusan. Bukan bermaksud mendramatisir sih, tapi memang seperti itu 'kan? Rasanya antara digantungin berakhir kecewa.
Syukur bila mendapat dukungan, tapi gimana dengan keluarga teman-teman yang malahan ga menghargai perjuangan kita. Belum mulai bertempur aja (r: ujian) udah menguras pikiran & tenaga. Dengan seenaknya berkata 'kamu harus cepetan daftar biar dapat KIP-K' lalu membandingkan dengan yang lain. Juga, bagaimana dengan siswa-siswi lain di pelosok yang bahkan tidak mengerti dunia digital dipaksa menggunakan teknologi?
Tahun ini, hanya sekali UTBK. Jika tidak lulus SBMPTN masih ada ujian mandiri. Jadi seberat apapun perjuangan kalian, bersyukurlah buat yang bisa merencanakan kuliah karna tidak keterbatasan biaya dari ortu atau tabungan sendiri:) kita kuat bisa bertahan di tengah keadaan seperti ini, buat belajar, juga membanggakan ortu. Demi masa depan yang cerah, secerah sinar mentari~
Buat yang gapyear karna suatu hal yang tidak memungkinkan, tetap semangat karna belajar tidak hanya di kuliah. Kuliah hanya salah satu jalan seseorang untuk mencapai kesuksesan dan masih banyak jalan lainnya yang bisa kamu tempuh. Buat yang kerja, bukankah bangga akan mempunyai penghasilan, hehe. Syukur-syukur bisa meringankan beban ortu. Apa saja bekerja yang penting halal tanpa gengsi.
Jika suatu saat kamu membaca ini, percayalah, kita itu unik, hehe. Beda sendiri dari lulusan-lulusan tahun sebelumnya. Jadi, siapa yang bilang kalau lulusan kita tiada kesan dan perjuangan?
Lulusan kita banyak cobaannya, dimulai dari UN yang dibatalkan padahal sudah les dari beberapa bulan yang lalu. Ada juga yang mengikuti UN tapi tidak tau diberlakukan atau tidaknya. Juga anak SMK yang kedudukannya ga jelas entah diadakan atau tidak UKK itu, ya satu keputusan saja dari pemerintah keadaan bisa saja berubah.
Jadi apa celakanya? Bukankah ga layak kalo selama ini kita belajar hanya demi UN yang tidak menjamin kelulusan? Bukankah ga benar kita sekolah hanya membuat acara perpisahan saja? Karena sejatinya, kita sekolah untuk tumbuh menjadi yang lebih baik lagi. Dengan harapan, untuk berguna bagi negeri ini.
Dan, tidak sampai di situ perjuangan kita. Untuk pendaftaran ujian masuk dunia perkuliahan saja sangatlah sulit. Memang sih, udah dimudahkan seperti di SBMPTN hanya mensahkan TPS saja, tapi bagaimana dengan mereka yang udah belajar TPA mati-matian, sekali lagi ga ada yang sia-sia kan?
Ada yang tidak dapat melakukan simpan permanen akun LTMPT karna melewati batas waktu, ada yang KIP-nya tidak terdaftar di DTKS, pembayaran tes UTBK yang trouble di salah satu bank, server yang down, bahkan ada yang belum yakin buat milih jurusan. Bukan bermaksud mendramatisir sih, tapi memang seperti itu 'kan? Rasanya antara digantungin berakhir kecewa.
Syukur bila mendapat dukungan, tapi gimana dengan keluarga teman-teman yang malahan ga menghargai perjuangan kita. Belum mulai bertempur aja (r: ujian) udah menguras pikiran & tenaga. Dengan seenaknya berkata 'kamu harus cepetan daftar biar dapat KIP-K' lalu membandingkan dengan yang lain. Juga, bagaimana dengan siswa-siswi lain di pelosok yang bahkan tidak mengerti dunia digital dipaksa menggunakan teknologi?
Tahun ini, hanya sekali UTBK. Jika tidak lulus SBMPTN masih ada ujian mandiri. Jadi seberat apapun perjuangan kalian, bersyukurlah buat yang bisa merencanakan kuliah karna tidak keterbatasan biaya dari ortu atau tabungan sendiri:) kita kuat bisa bertahan di tengah keadaan seperti ini, buat belajar, juga membanggakan ortu. Demi masa depan yang cerah, secerah sinar mentari~
Buat yang gapyear karna suatu hal yang tidak memungkinkan, tetap semangat karna belajar tidak hanya di kuliah. Kuliah hanya salah satu jalan seseorang untuk mencapai kesuksesan dan masih banyak jalan lainnya yang bisa kamu tempuh. Buat yang kerja, bukankah bangga akan mempunyai penghasilan, hehe. Syukur-syukur bisa meringankan beban ortu. Apa saja bekerja yang penting halal tanpa gengsi.
Jika suatu saat kamu membaca ini, percayalah, kita itu unik, hehe. Beda sendiri dari lulusan-lulusan tahun sebelumnya. Jadi, siapa yang bilang kalau lulusan kita tiada kesan dan perjuangan?
Kamis, 11 Juni 2020
Pengalaman Mengikuti Lomba Menggambar Ala Anak SD
Ada ga si diantara kalian yang hobi ikut lomba dan sering mengoleksi piala & piagam. Kalo ada, apa sih motivasi kalian buat ikut itu? Bukan apa-apa sih, kayaknya kalian itu unik banget wkwk, juga keren karna buat melatih skill juga 'kan.
Kalo saya, seumur-umur baru ikut 2 lomba, itu pun sewaktu TK dan SD. Ya, ga pernah fokus ke juaranya si, cuma nambah pengalaman dan melatih diri aja. Saat TK dulu saya pernah mengikuti lomba mewarnai, meski kata orang-orang gambarnya ga keluar garis, tapi tetap aja ga realistis sih, masa ban motornya warna cokelat, memang ada ya? *Duh btw, ngetik cokelat ditambah muncul stikernya jadi pengen_-
Kalau pas kelas 5 SD saya ikut lomba menggambar di Taman Mini kota kami:) saat event Warna Warni Peduli XIV pada tahun 2013 dengan temanya 'Indah Alam Acehku, Cerminan Jati Diriku.' dan memang banyak banget pesertanya. Dan sayangnya lomba-lomba seperti itu ga diadakan lagi:( entah kenapa, mungkin keterbatasan biaya (?) Kurang sponsor, atau malah ga dapat izin.
Kembali lagi, lomba yang saya ikuti pas SD itu gambarnya memang ga sesuai, wong temanya tentang alam Aceh malah kugambar pemandangan yang ada di tempat pensil warna, wkwk. Habisnya bingung juga mau gambar apa. Seperti ini:
Oh ya, setau saya cuma 2 siswi yang mewakili SD kami, saya dan seorang teman. Motivasi saya ikut lomba itu karna ingin menampilkan bakat aja kali ya dan ingin membanggakan orang tua:') cita-cita tulus kebanyakan anak berbakti, wkwk. Karna ditunjuk Guru dan dipercayai teman sekelas 'yang katanya saya pintar menggambar' juga lah menguatkan tekadku:3
Balik lagi, jadi pengumuman lomba ada setelah jam makan siang. Kami pulang dulu ke rumah, karna kebetulan dekat. Dan, kembali lagi ke event itu, dan ku ga menang. Jadi, ambil sertifikat saja, mantan lah eh manyan. *Duh auto correct_- Dan kami lihat juaranya ia yang menggambar rumoeh Aceh.
Sertifikat tapi ga ada namanya:')
Akhirnya, saya bersyukur banget bisa ikut lomba-lomba itu, dan sekarang bakat menggambar saya perlahan berkurang. Ternyata, latihan itu penting sekali ya. Mungkin, karna perlahan waktu berjalan dan asumsi diri sendiri yang 'mungkin memang ga bisa menggambar lagi.' itu berpengaruh banget sih bagiku. Coba kayak dulu, 'oh gambar ini? Gampang banget.' dan dijamin hasilnya puas.
Langganan:
Postingan (Atom)







