Minggu, 02 Agustus 2026

24 Pelajaran Hidup di Umur 24 Tahun

Suatu kali, aku pernah membaca blog yang berisi tulisan tentang 24 pelajaran hidup si penulis di umur 24 tahun. Maka, aku pun ingin membuatnya sebelum memasuki umur seperempat abad, insyaAllah.

1. Jika tidak ada yang percaya padamu, percayalah pada dirimu sendiri. Tidak apa-apa, Allah swt akan membantu.

2. Waktu itu cepat habis seperti es batu yang mencair, maka pergunakanlah.

3. Waktu juga seperti kaca yang retak, yang nggak mungkin bisa balik seperti semula. Jadi, seburuk apapun masa lalumu, itu sudah tertinggal jauh ke belakang, melangkahlah ke depan.

4. Yang terpenting menikmati perjalanannya, tujuan itu bonus.

5. Internet seperti senjata bermata dua, kamu bisa memanfaatkannya atau dia memanfaatkanmu.

6. Kamu tidak mungkin disukai semua orang, mereka punya perspektifnya sendiri. Fokus saja ke yang menyukaimu.

7. Makan yang sehat, istirahat yang cukup, hiduplah untuk hari ini, tak perlu risau yang belum terjadi.

8. Perbanyaklah belajar apapun itu, mendengar kajian ustadz, catatlah denga buku dan pena.

9. Jangan menggantungkan kebahagiaan ke orang lain, bahagia itu kamu yang ciptakan.

10. Sering-seringlah menulis untuk meluangkan pikiranmu.

11. Tidak perlu terpengaruh dengan kata-kata tanpa aksi.

12. Tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang, selama kamu tidak salah, santai saja.

13. Keluarlah dari rumah, beli sesuatu yang kamu suka, tapi jangan impulsif.

14. Berkaryalah, mungkin belum menghasilkan sesuatu tapi kamu sudah mencoba.

15. Kamu sudah sampai sejauh ini, itu membuktikan kamu bisa.

16. Hadapi rasa takut itu, jangan terus lari darinya.

17. Hargai waktumu, itu bekal untuk masa depanmu. Yang sudah berlalu, biarlah.

18. Sayangi orang yang dekat dengan kita, karena kita nggak pernah tahu kapan waktu itu berakhir.

19. Tidak perlu mengemis cinta, atau waktu seseorang. Mereka yang ingin akan mengusahakannya.

20. Terapkan prinsip minimalis, kamu akan lega nantinya.

21. Belajarlah menerima dirimu, meskipun butuh waktu seumur hidup.

22. Lakukanlah apa yang kamu suka, selagi masih bisa.

23. Sehat itu anugerah Allah, aset jangka panjang, maka jaga dan peliharalah.

24. Kamu itu berharga, percayalah, 9 bulan dalam kandungan ibu. Nggak mungkin kamu diciptakan dengan sia-sia.

Terima kasih sudah membaca <3

Sebuah Balasan Di Bulan Desember (Part 2)

Kak Oreo sudah bekerja selama belasan tahun yang mengharuskan bertemu banyak orang, padahal dia seorang introvert. Aku nggak tahu, sudah berapa banyak orang yang dia temui dan pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi setangguh itu. Awalnya, aku lihat suka ngetweet hal-hal yang sendu. Aku juga nggak pernah tahu seperti apa dirinya di balik tulisan-tulisannya yang kreatif itu dan nggak bisa ditebak.

Dia punya teman yang sangat ekstrovert, mereka kontras. Persamaannya sering beradu mulut dan tidak pernah serius, tapi saling menyayangi. Seperti kata Al A'masy bin Ibrahim, "Orang yang mengajak bercanda denganmu melainkan orang yang mencintaimu." Temannya Kak Oreo juga orang yang tangguh, mungkin di luar nampak tegas tapi dia juga punya persoalan hidupnya sendiri dan tengah berjuang untuk itu. 

Kak Oreo itu seorang yang pemikir, selain sejarah dia suka filsafat. Biasanya dia nonton Dr. Fahrudin Faiz seorang filsuf muslim dan penulis asal Indonesia. Mungkin dari situ dia punya pengetahuan yang membuat orang bisa betah berdiskusi dengannya. Aku sendiri biasanya suka banyak bertanya apa saja dan jawabannya membuatku lebih terbuka.

Terkadang dia bisa tiba-tiba punya quotes kayak, "Ya, intinya sih jaga diri aja, perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan." Atau yang berat, "Kayak perasaan kita suka ke orang lain, bagaimana cara menerima dan menolaknya. Bagaimana mengaturnya, memposisikannya. Perasaan kita yang nggak suka lihat orang lain bahagia, perasaan yang senang dengan hal-hal kecil. Itu kan perlu belajar terus buat sejalan dengan kehidupan yang benar."

Dia juga pernah bilang, "Sukses itu bagiku, menaklukan ketakutan-ketakutan dalam diri dan mampu maju menghadapi tantangan-tantangan apapun itu." Dan "Kalau aku percaya diri, aku sudah sukses sekarang" Menurutku dia tengah belajar tentang bagaimana menerima diri. Jujur, aku pun sama, dan aku rasa di luar sana banyak yang mengalaminya. Aku nggak tahu sampai kapan, tapi biarlah waktu yang menjawab.

Kak Oreo suka dengan Egha Latoya dan Avril Lavigne. Karena dia, aku jadi mengenal lagu Buih Jadi Permadani, liriknya indah dan terasa puitis. Waktu itu juga aku melakukan rapid test dan hasilnya positif suspek COVID 19. Aku hanya mengurung diri di kamar asrama, meski kemudian akhirnya tes antigen negatif tapi aku terlanjur terpuruk sebelumnya. Kak Oreo tiba-tiba chat, "Heh OTG!" Mungkin dia sudah lupa, tapi saat itu pernah membuatku tertawa. (OTG: Orang Tanpa Gejala). 

Bersambung.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Sebuah Balasan di Bulan Desember (Part 1)

Enam tahun lalu, saat baru setahun aktif di Twitter (sekarang X), aku menulis sebuah tweet: "Antara Back To December dan aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember". Aku memang suka bulan Desember, karena di samping bulan kelahiran, Desember itu ada lagu yang bagus kayak judul lagu yang aku tweet tadi.

Nggak lama setelahnya ada seseorang yang reply, "Lirik lagu ERK right? :)" Tentu saja aku senang karena ada interaksi begitu, aku nggak tahu entah bagaimana algoritma tweetku muncul di dia. Sontak, aku balas saja komenan itu. Lagu itu memang sudah lama, tapi bukankah kita manusia memang senang mencari kesamaan, apalagi saat ingin berteman?

Waktu itu, aku pun DM (Direct Messages) dia duluan. Mungkin ada yang nanya kenapa aku melakukannya, karena menurutku sangat mudah memulai komunikasi di media sosial. Tinggal kita ketik sesuatu, ke orang yang dituju, terus kirim. Aku memang ingin mencari teman. Di dunia nyata, aku sulit memulai perkenalan, tidak mudah akrab, dan butuh waktu lama untuk merasa nyaman.

Ternyata, tidak kusangka orang ini merespon DM-ku dengan baik, bahkan dia juga memperkenalkan namanya dan asal daerahnya terlebih dahulu. Aku juga melakukan hal yang sama, aku bilang aku dari Aceh. Dia yang jaraknya lebih dari dua ribuan km dariku bilang, pengin banget ke titik 0 Indonesia. Aku hanya mengaminkan dan percakapan terputus setelah itu.

Tetapi, dua bulan kemudian dia tiba-tiba kirim DM, katanya mau nanya tentang Aceh. Sebenarnya, aku sudah khatam sih orang luar Aceh di Indonesia itu banyak bertanya tentang daerahku ini, mendadak aku merasa eksklusif saja jadi orang sini. Biasanya, pertanyaan yang muncul seperti "Apa semua cewek diwajibkan pakaian syar'i? Adakah penduduk non muslim di sana? Di sana pakai hukum islam? Kamu dan keluargamu mengalami kejadian Tsunami 2004? Apa ada yang pacaran di sana? Nama kamu diawali dengan Cut?" Aku pun menjawab pertanyaan mereka sepengetahuanku. Indonesia itu keren tiap daerah punya keistimewaannya sendiri, kata dia juga.

Dia bilang, suka video zaman Belanda atau zaman dulu. Menurutku, itu menarik sih. Saat kita tahu bagaimana kehidupan mereka pada masa itu sangat kontras dengan sekarang yang makin maju dengan perkembangan zaman. Masa itu sangat sederhana, begitu sulit, orang-orang sangat bekerja keras dan aku merasa sesuatu terjadi begitu alami, apa adanya. 

Beberapa bulan setelah itu, aku DM dia dan nanya, "Hai, belum tidur?" Yang dijawab, "Belum." Beberapa bulan lagi, dia pun DM aku, "Anda suka sekali begadang haha." Sebenarnya, aku malu karena kebiasaanku itu jadi ke-notice. Tapi mau bagaimana, aku memang sudah terbiasa begadang semenjak kelas 1 SMP. Waktu itu aku, aku lagi asyik-asyiknya baca cerbung tentang Coboy Junior di fanpage Facebook.

Besoknya, akhir Juli 2021. Aku DM dia kalau aku lama bakal nggak aktif di Twitter. Aku kasih tahu nomorku karena aku ingin menjaga silaturahmi dengan orang yang baik, dan tentu saja aku tidak memaksa. Aku bilang mau rehat, waktu itu aku sudah akan memasuki semester tiga saja di perkuliahan, dan aku akan stay di tempat rantauan. Kalau sebelumnya aku di rumah, atau sesekali ke kampus buat praktikum karena masih masa COVID-19

Akhirnya, kami lanjut komunikasi via WhatsApp. Aku bersyukur takdir-Nya memperkenalkan kami. Padahal kami jaraknya jauh sekali, meski masih satu negara, dia di ujung barat pulau Jawa sedangkan aku di ujung barat pulau Sumatera. Dia termasuk salah satu support systemku waktu itu, bahkan sampai sekarang. Dari aku memanggilnya "kakak" sampai jadi "teteh" aku baru sadar lazimmya panggilan itu di daerahnya. 

Bersambung.

Sambungannya ðŸ’›

Kamis, 30 Juli 2026

Beberapa Kutipan dari Berbagai Film Indonesia

"Gue ngerasa ya Gus, kita itu kan nggak bisa ya sepenuhnya ngerti perasaan orang, jadi, dengan ngasih bunga itu kayak ngasih tanda kalau kita itu berusaha ngerti keadaan lu dengan bunga yang kita kasih." -Hana.

"Menurut gue ya Gus, yang berat dari berduka itu hidup harus berjalan terus kan. Padahal kitanya lagi nggak mau jalan." -Hana, di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023). 24.1.25


"Buat mamakku aku berharga."

"Kalau mereka permainkan, kita permainkan balik."

"Bagus ya pemandangan Danau Toba." "Biasa aja, tapi jadi bagus karena melihatnya sama kalian."

"Jangan lupa mikirkan diri sendiri ya."

"Kawin itu hanya butuh persetujuan orang yang dikawinin pak. Persetujuan sisanya itu ga penting." -Domu.

"Nggak ada yang sia-sia. Aku kan jadi pintar. Cuma anaknya yang pintar yang berani melawan bapaknya yang kolot." -Gabe.

"Ini hidupku pak, biarkan aku milih apa yang bikin aku bahagia." -Gabe, di Ngeri-Ngeri Sedap (2022). 23.12.24


"Ngapain sih memaksakan sesuatu yang kau nggak mampu."

"Sayang lho energimu, bukannya dipake buat mikirkan gimana berhasil, malah dipake buat mikirkan hal yang nggak penting." -Naomi. 

"Dekati dulu kita selami hatinya, kalau sudah sampai dasar nggak ada yang nggak mungkin." -Jegel, di Agak Laen (2024). 6.12.24


"They only want to see with their eyes but not their heart."

"Nggak ada yang di dunia ini yang abadi, Cahaya."

"You can't run away from your problems."

"Regret will always find you in the end."

"It doesn't mean that I'm going to be like you, or that you're going to be like me. You are you."

"Whatever you do in life... it's not about right or wrong. It's just the path you take in life. "

"It's not about how to avoid or get away from the rain. It's about how you enjoy playing in the rain." -Syaiful, di Lovely Man (2011).


"Keluarga mungkin meninggalkanmu, tapi cintanya kan selalu menyertai sisa perjalananmu." Hello Ghost (2023).


"Kalau aturan kebanyakan malah menghambat kemajuan." -Sherina, di Petualangan Sherina 2 (2023).


"Orang biasa kayak gue tuh, mau mimpi aja harus tahu diri ternyata." -Kaluna, di Home Sweet Loan (2024).

Kutipan dari Drakor Dr. Romantic (2016)

"Aku tahu kau berusaha keras dalam bekerja. Tapi jangan hidup seperti orang bodoh. Jangan lupakan tujuan kita hidup." -Kim Sabu.

"Yang perlu kau lakukan adalah melakukan yang terbaik dengan belajar." -Kim Sabu.

"Kau pikir bisa melakukan yang terbaik dengan melamun?" -Kim Sabu.

"Orang kehilangan nilai mereka demi diakui orang lain."

"Orang terlalu sibuk mencari nafkah sampai tak memahami lagi apa itu kehidupan."

"Lebih baik direndahkan daripada diabaikan." -dr. Yun.

"Prinsip takkan berubah dalam keadaan apapun." -Kim Sabu.

"Yang lebih buruk dari kegagalan adalah penyesalan." -Kim Sabu.

"Kecuali kau berubah, tak ada yang berubah." -Kim Sabu.

"Kau tahu kenapa uangku banyak? Itu karena aku pandai menilai orang."

"Merasa pahlawan padahal hanya melakukan tugas." -Kim Sabu.

"Kau akan hidup jika ditakdirkan hidup." -Kim Sabu.

"Balas mereka dengan kecakapanmu, bukan amarahmu." -Kim Sabu.

"Berapa lama kau pikir kau akan hidup? Hanya beberapa dekade. Kenapa kita berpisah?" -Kang Dong-joo.

"Kenapa mengusir orang yang kau suka? Kau harus pergi denganku atau memintaku tinggal." -Kang Dong-Joo.

"Tak ada rasa hormat pada kehidupan atau harga diri manusia di sana (perang)."

"Kau tak bisa takut karena hal yang belum terjadi. Bagaimana kau akan merawat pasien dengan pola pikir itu?" -Kim Sabu.

"Musik itu sangat lucu. Itu memutar balik waktu."

"Serta di balik setiap awal, ada penyebab dan motivasi."

"Jangan pernah berhenti bertanya, tentang mengapa kita hidup dan untuk apa kita hidup. Pada saat kau berhenti bertanya, keromantisan dalam hidup akan berakhir."

"Entah kau inginkan atau tidak, kau tetap harus hadapi kenyataan yang berada di depanmu."

"Bahwa keputusanku adalah urusanku." -Do In-bum.

"Kau tahu, apa hal tersulit di dunia ini? Mengalahkan dirimu sendiri."

"Terkadang, lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kebenaran yang terdengar seperti kebohongan." -Kim sabu.

"Kau tahu, apa hal termudah di dunia ini? Menghancurkan sebuah hubungan. Tidak diperlukan uang atau usaha. Kau bisa lakukan dengan satu kata." "Kau sedang dibodohi saat ini." -Dirut Do.

"Hal paling menakutkan di dunia adalah bibit keraguan."

"Perlawanan terkuat di dunia adalah maju menuntaskan pekerjaanmu tanpa ragu, bagaimanapun kondisinya."

"Dunia tempat ucapan orang berkuasa dianggap sebagai fakta sedangkan perkataan orang tak berdaya dianggap rumor liar."

:Kau bukannya hanya terus menunjukkan kesalahannya. Kau terus menghina karakternya." -Tn. Park.

"Dikoreksi dan dipandang rendah adalah dua hal yang berbeda." -Tn. Park.

"Aku dimarahi saat membuat kesalahan besar, tapi tak pernah dipandang rendah sebagai pribadi. Orang akan sering begitu jika kau membiarkannya. Mereka pikir itu tak apa-apa." -Tn. Park.

"Orang lebih dekat setelah bertengkar." -Suster Oh.

"Jangan merendahkan dirimu dengan menjadikan dirimu bisa dibuang." -Kim Sabu.

"Melihat guru Kim amat percaya diri artinya dia sudah tahu caranya." -dr. Yun.

"Aku berusaha tak terintimidasi olehmu." -dr. Yun.

"Caramu melihat hidup berubah begitu kau berusia 40-an."

"Dia muda, tapi berpengalaman." -Kim Sabu.

"Dia cekatan." -dr. Kang.

"Jika hidup bukan sebagai siapa-siapa, itu mempertahankan harga dirimu? Jika tak punya kekuasaan, bagaimana mempertahankan nuranimu?" -Kang dong Joo.

Bonus:

"Jika tak bisa mencari nafkah, mereka akan mengkhianatimu dan menghujanimu dengan batu." -Dirut Do, di Dr. Romantic 2 (2020).

"Jika ada yang tak mengangkat telepon saat bekerja, hubungi atasan." -Kim Sabu, di Dr. Romantic 2 (2020).

Mengenal ATLM, Profesi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Di rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya setiap profesi memiliki sebutannya masing-masing. Namun, berbeda dengan profesi yang satu ini.

Lulusan kedokteran disebut dokter, lulusan keperawatan disebut perawat, lulusan kebidanan disebut bidan, sedangkan lulusan farmasi disebut apoteker. Berbeda dengan profesi di laboratorium yang justru jarang dikenal masyarakat. 

Salah satu tenaga kesehatan penunjang ini sering membuat orang awam salah kaprah, seperti: ATLM, dibaca A-Te-El-Em, singkatan dari Ahli Teknologi Laboratorium Medis, dulu namanya Analis Kesehatan diganti untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Jadi lebih keren sih namanya, tapi tetap aja rumit, di dunia nyata sering dipanggil "Orang Lab" suka duka jadi ATLM a.k.a orang lab?

1. Karena Bekerja di Belakang Layar, Jadi Keuntungan buat Tipe Kepribadian Introvert 

Lain halnya dengan Dokter, Perawat, Bidan yang langsung menghadapi pasien setiap hari, tapi ATLM sering tak terlihat karena di belakang layar. Hal itu membuat saya bersyukur, sebagai orang yang introvert.

2. Bekerja Dengan Alat-alat Canggih yang Mahal

Waktu kuliah selalu praktikum dengan alat manual dan sederhana, sekarang sudah otomatis. Bayangkan saja, untuk mengetahui hasil hemoglobin, trombosit, leukosit, dll dari sampel darah pasien menggunakan alat hematology analyzer sudah jadi dalam waktu 2-3 menit.

3. Partner Kerja di IGD

Pada banyak kasus di IGD, sampel darah pasien dapat diambil bersamaan saat pemasangan jalur infus sehingga pasien tidak perlu ditusuk berkali-kali. Selain meminimalkan rasa sakit, hal ini memudahkan kami sebagai ATLM. Kecuali, jika sampel darah pasien tidak bisa ditampung (biasanya karena dehidrasi), kami mengambilnya.

4. Julukan Tidak Tertulis "Vampir Rumah Sakit"

Karena tiap pagi nyampling (pengambilan darah) pasien di ruang rawat inap, pernah ada yang menyebut vampir. Saya sendiri tidak masalah dipanggil itu, yang lebih parah menurut saya dipanggil Perawat, Bidan, bahkan Dokter.

5. Pertanyaan dari Pasien yang Menggelitik

Sewaktu selesai ambil darah pasien, sering ditanya, "Golongan darah saya apa ya? Kapan visit dokter? Kapan saya bisa pulang?" Saya senyum di balik masker dan menjawab, "Ibu, ini tergantung dokter minta apa saja cek labnya, dan golongan darah tidak diminta. Kalau visit dokter dan kapan ibu bisa pulang itu, tolong tanya sama perawat ya karena saya jarang jumpa dokter, saya bagian lab bu." Biasanya, pasien manggut-manggut lalu senyum kecil sambil bergumam, "Oh beda ya.."

6. Ruangan yang Dingin Bikin Serba Salah

Saat tenaga kesehatan lainnya masuk ruangan kami, mereka bilang, "Enak ya, dingin." Padahal, AC itu hanya untuk alat bukan untuk kami. Jadi, dinginnya tuh bisa di luar kapasitas yang diterima suhu tubuh. Terkadang, saya sampai menggigil sambil membayangkan simulasi traveling ke Jepang.

7. Bekerja Harus Super Teliti dan Hati-Hati

Sebagai tenaga kesehatan, kami dituntut untuk selalu teliti dan hati-hati dalam menganalisis sampel pasien, baik itu darah, urine, sputum, dan lain sebagainya. Tidak boleh langsung mengeluarkan hasil yang kritis atau meragukan dari alat, perlu dikonfirmasi sesuai prosedur laboratorium. 

Itulah sedikit suka duka menjadi ATLM, profesi yang sering bekerja di balik layar dan jarang dikenali masyarakat. Padahal, dari sampel ekskresi maupun cairan tubuh pasien, kami dapat menghasilkan informasi yang membantu dokter menegakkan diagnosis suatu penyakit.

Selasa, 06 Mei 2025

Perihal Kebaikan

Kebaikan bisa datang dari orang yang ga disangka-sangka. Pernahkah kamu ngerasa ditolong orang yang bahkan namanya pun ga kamu tahu? Kali ini, aku mau cerita tentang kebaikan yang kudapat dari mereka yang asing tapi kebaikannya nyangkut di hati.

Waktu itu hari hujan, parahnya aku mengendarai motor dengan tidak memelankan lajunya. Alhasil, tentu saja terjatuh karena jalannya licin. Syukur tidak ada luka yang berat. Tahu-tahu ada mahasiswa almamater kuning yang membantu mendirikan motorku, lalu pergi begitu saja. Posisiku masih terduduk di jalan mungkin karena masih memahami apa yang terjadi dan aku juga tidak sempat bilang ‘Terima kasih’ padahal merasa terbantu olehnya. Memang hal seperti ini harus dihindarkan untuk terjadi lagi, sangat penting mengutamakan keselamatan di jalan. Saat itu aku takut terlambat ke Sekolah karena kena jadwal piket juga padahal tengah hujan.

Pernah, aku menunggu jemputan sepulang Sekolah. Lama menunggu sampai sore dan sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan labi-labinya kakek. Sepertinya aku tidak membawa HP saat itu jadi tidak bisa menelpon orang rumah untuk dijemput. Aku juga masih belum berani untuk mengendarai motor. Sekolahku jauh untuk menjangkau kota sampai lebih dari 7 KM jaraknya. Akhirnya yang ditunggu datang, kendaraan langgananku meski seringkali muncul di Sekolahku dulu. Aku melihat labi-labi itu menuju jalur yang berlawanan arah dengan rumahku, karena berpikir tidak ada pilihan lain aku memberhentikannya. Ternyata, aku memang sudah ketinggalan labi-labi itu dari tadi. Aku mengikuti saja labi-labi yang mengantar anak Sekolah dari kota, sampai mereka turun. Aku bilang ke kakek kalau sebenarnya tujuanku ke kota. Kakek itu pun mutar balik mengantarku ke kota. MasyaAllah, sungguh baik beliau mau. Aku hanya memberi ongkos beberapa ribuan karena hanya sisa uang jajan yang kupunya.

Suatu kali, aku pernah juga bawa motor tapi ga mengaitkan tali helmnya. Ya, aku memang ceroboh. Alhasil, helmnya terbang. Hari itu siang yang terik, syukur ga ada pengendara lain di belakangku yang bisa saja helmku mengenai mereka. Ternyata, muncul dua orang yang berboncengan motor, kaka itu mau membantu mengambil helmku yang jatuh. Aku hanya bisa bilang ‘Terima kasih’. Kebetulan waktu itu pun aku lagi buru-buru. Aku jadi menghemat waktu ga perlu turun dari motor buat ambil helm itu. Aku merasa sangat terbantu.

Buat mereka di mana pun berada, semoga terbalas juga dengan lebih banyak kebaikan. Padahal, kami tidak saling mengenal, tetapi kebaikan dan keikhlasan mereka ... tak akan pernah kulupa.