Kamis, 30 Juli 2026

Beberapa Kutipan dari Berbagai Film Indonesia

"Gue ngerasa ya Gus, kita itu kan nggak bisa ya sepenuhnya ngerti perasaan orang, jadi, dengan ngasih bunga itu kayak ngasih tanda kalau kita itu berusaha ngerti keadaan lu dengan bunga yang kita kasih." -Hana.

"Menurut gue ya Gus, yang berat dari berduka itu hidup harus berjalan terus kan. Padahal kitanya lagi nggak mau jalan." -Hana, di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023). 24.1.25


"Buat mamakku aku berharga."

"Kalau mereka permainkan, kita permainkan balik."

"Bagus ya pemandangan Danau Toba." "Biasa aja, tapi jadi bagus karena melihatnya sama kalian."

"Jangan lupa mikirkan diri sendiri ya."

"Kawin itu hanya butuh persetujuan orang yang dikawinin pak. Persetujuan sisanya itu ga penting." -Domu.

"Nggak ada yang sia-sia. Aku kan jadi pintar. Cuma anaknya yang pintar yang berani melawan bapaknya yang kolot." -Gabe.

"Ini hidupku pak, biarkan aku milih apa yang bikin aku bahagia." -Gabe, di Ngeri-Ngeri Sedap (2022). 23.12.24


"Ngapain sih memaksakan sesuatu yang kau nggak mampu."

"Sayang lho energimu, bukannya dipake buat mikirkan gimana berhasil, malah dipake buat mikirkan hal yang nggak penting." -Naomi. 

"Dekati dulu kita selami hatinya, kalau sudah sampai dasar nggak ada yang nggak mungkin." -Jegel, di Agak Laen (2024). 6.12.24


"They only want to see with their eyes but not their heart."

"Nggak ada yang di dunia ini yang abadi, Cahaya."

"You can't run away from your problems."

"Regret will always find you in the end."

"It doesn't mean that I'm going to be like you, or that you're going to be like me. You are you."

"Whatever you do in life... it's not about right or wrong. It's just the path you take in life. "

"It's not about how to avoid or get away from the rain. It's about how you enjoy playing in the rain." -Syaiful, di Lovely Man (2011).

Kutipan dari Drakor Dr. Romantic (2016)

"Aku tahu kau berusaha keras dalam bekerja. Tapi jangan hidup seperti orang bodoh. Jangan lupakan tujuan kita hidup." -Kim Sabu.

"Yang perlu kau lakukan adalah melakukan yang terbaik dengan belajar." -Kim Sabu.

"Kau pikir bisa melakukan yang terbaik dengan melamun?" -Kim Sabu.

"Orang kehilangan nilai mereka demi diakui orang lain."

"Orang terlalu sibuk mencari nafkah sampai tak memahami lagi apa itu kehidupan."

"Lebih baik direndahkan daripada diabaikan." -dr. Yun.

"Prinsip takkan berubah dalam keadaan apapun." -Kim Sabu.

"Yang lebih buruk dari kegagalan adalah penyesalan." -Kim Sabu.

"Kecuali kau berubah, tak ada yang berubah." -Kim Sabu.

"Kau tahu kenapa uangku banyak? Itu karena aku pandai menilai orang."

"Merasa pahlawan padahal hanya melakukan tugas." -Kim Sabu.

"Kau akan hidup jika ditakdirkan hidup." -Kim Sabu.

"Balas mereka dengan kecakapanmu, bukan amarahmu." -Kim Sabu.

"Berapa lama kau pikir kau akan hidup? Hanya beberapa dekade. Kenapa kita berpisah?" -Kang Dong-joo.

"Kenapa mengusir orang yang kau suka? Kau harus pergi denganku atau memintaku tinggal." -Kang Dong-Joo.

"Tak ada rasa hormat pada kehidupan atau harga diri manusia di sana (perang)."

"Kau tak bisa takut karena hal yang belum terjadi. Bagaimana kau akan merawat pasien dengan pola pikir itu?" -Kim Sabu.

"Musik itu sangat lucu. Itu memutar balik waktu."

"Serta di balik setiap awal, ada penyebab dan motivasi."

"Jangan pernah berhenti bertanya, tentang mengapa kita hidup dan untuk apa kita hidup. Pada saat kau berhenti bertanya, keromantisan dalam hidup akan berakhir."

"Entah kau inginkan atau tidak, kau tetap harus hadapi kenyataan yang berada di depanmu."

"Bahwa keputusanku adalah urusanku." -Do In-bum.

"Kau tahu, apa hal tersulit di dunia ini? Mengalahkan dirimu sendiri."

"Terkadang, lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kebenaran yang terdengar seperti kebohongan." -Kim sabu.

"Kau tahu, apa hal termudah di dunia ini? Menghancurkan sebuah hubungan. Tidak diperlukan uang atau usaha. Kau bisa lakukan dengan satu kata." "Kau sedang dibodohi saat ini." -Dirut Do.

"Hal paling menakutkan di dunia adalah bibit keraguan."

"Perlawanan terkuat di dunia adalah maju menuntaskan pekerjaanmu tanpa ragu, bagaimanapun kondisinya."

"Dunia tempat ucapan orang berkuasa dianggap sebagai fakta sedangkan perkataan orang tak berdaya dianggap rumor liar."

:Kau bukannya hanya terus menunjukkan kesalahannya. Kau terus menghina karakternya." -Tn. Park.

"Dikoreksi dan dipandang rendah adalah dua hal yang berbeda." -Tn. Park.

"Aku dimarahi saat membuat kesalahan besar, tapi tak pernah dipandang rendah sebagai pribadi. Orang akan sering begitu jika kau membiarkannya. Mereka pikir itu tak apa-apa." -Tn. Park.

"Orang lebih dekat setelah bertengkar." -Suster Oh.

"Jangan merendahkan dirimu dengan menjadikan dirimu bisa dibuang." -Kim Sabu.

"Melihat guru Kim amat percaya diri artinya dia sudah tahu caranya." -dr. Yun.

"Aku berusaha tak terintimidasi olehmu." -dr. Yun.

"Caramu melihat hidup berubah begitu kau berusia 40-an."

"Dia muda, tapi berpengalaman." -Kim Sabu.

"Dia cekatan." -dr. Kang.

"Jika hidup bukan sebagai siapa-siapa, itu mempertahankan harga dirimu? Jika tak punya kekuasaan, bagaimana mempertahankan nuranimu?" -Kang dong Joo.

Mengenal ATLM, Profesi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Di rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya setiap profesi memiliki sebutannya masing-masing. Namun, berbeda dengan profesi yang satu ini.

Lulusan kedokteran disebut dokter, lulusan keperawatan disebut perawat, lulusan kebidanan disebut bidan, sedangkan lulusan farmasi disebut apoteker. Berbeda dengan profesi di laboratorium yang justru jarang dikenal masyarakat. 

Salah satu tenaga kesehatan penunjang ini sering membuat orang awam salah kaprah, seperti: ATLM, dibaca A-Te-El-Em, singkatan dari Ahli Teknologi Laboratorium Medis, dulu namanya Analis Kesehatan diganti untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Jadi lebih keren sih namanya, tapi tetap aja rumit, di dunia nyata sering dipanggil "Orang Lab" suka duka jadi ATLM a.k.a orang lab?

1. Karena Bekerja di Belakang Layar, Jadi Keuntungan buat Tipe Kepribadian Introvert 

Lain halnya dengan Dokter, Perawat, Bidan yang langsung menghadapi pasien setiap hari, tapi ATLM sering tak terlihat karena di belakang layar. Hal itu membuat saya bersyukur, sebagai orang yang introvert.

2. Bekerja Dengan Alat-alat Canggih yang Mahal

Waktu kuliah selalu praktikum dengan alat manual dan sederhana, sekarang sudah otomatis. Bayangkan saja, untuk mengetahui hasil hemoglobin, trombosit, leukosit, dll dari sampel darah pasien menggunakan alat hematology analyzer sudah jadi dalam waktu 2-3 menit.

3. Partner Kerja di IGD

Pada banyak kasus di IGD, sampel darah pasien dapat diambil bersamaan saat pemasangan jalur infus sehingga pasien tidak perlu ditusuk berkali-kali. Selain meminimalkan rasa sakit, hal ini memudahkan kami sebagai ATLM. Kecuali, jika sampel darah pasien tidak bisa ditampung (biasanya karena dehidrasi), kami mengambilnya.

4. Julukan Tidak Tertulis "Vampir Rumah Sakit"

Karena tiap pagi nyampling (pengambilan darah) pasien di ruang rawat inap, pernah ada yang menyebut vampir. Saya sendiri tidak masalah dipanggil itu, yang lebih parah menurut saya dipanggil Perawat, Bidan, bahkan Dokter.

5. Pertanyaan dari Pasien yang Menggelitik

Sewaktu selesai ambil darah pasien, sering ditanya, "Golongan darah saya apa ya? Kapan visit dokter? Kapan saya bisa pulang?" Saya senyum di balik masker dan menjawab, "Ibu, ini tergantung dokter minta apa saja cek labnya, dan golongan darah tidak diminta. Kalau visit dokter dan kapan ibu bisa pulang itu, tolong tanya sama perawat ya karena saya jarang jumpa dokter, saya bagian lab bu." Biasanya, pasien manggut-manggut lalu senyum kecil sambil bergumam, "Oh beda ya.."

6. Ruangan yang Dingin Bikin Serba Salah

Saat tenaga kesehatan lainnya masuk ruangan kami, mereka bilang, "Enak ya, dingin." Padahal, AC itu hanya untuk alat bukan untuk kami. Jadi, dinginnya tuh bisa di luar kapasitas yang diterima suhu tubuh. Terkadang, saya sampai menggigil sambil membayangkan simulasi traveling ke Jepang.

7. Bekerja Harus Super Teliti dan Hati-Hati

Sebagai tenaga kesehatan, kami dituntut untuk selalu teliti dan hati-hati dalam menganalisis sampel pasien, baik itu darah, urine, sputum, dan lain sebagainya. Tidak boleh langsung mengeluarkan hasil yang kritis atau meragukan dari alat, perlu dikonfirmasi sesuai prosedur laboratorium. 

Itulah sedikit suka duka menjadi ATLM, profesi yang sering bekerja di balik layar dan jarang dikenali masyarakat. Padahal, dari sampel ekskresi maupun cairan tubuh pasien, kami dapat menghasilkan informasi yang membantu dokter menegakkan diagnosis suatu penyakit.