Kamis, 30 Juli 2026

Mengenal ATLM, Profesi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Di rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya setiap profesi memiliki sebutannya masing-masing. Namun, berbeda dengan profesi yang satu ini.

Lulusan kedokteran disebut dokter, lulusan keperawatan disebut perawat, lulusan kebidanan disebut bidan, sedangkan lulusan farmasi disebut apoteker. Berbeda dengan profesi di laboratorium yang justru jarang dikenal masyarakat. 

Salah satu tenaga kesehatan penunjang ini sering membuat orang awam salah kaprah, seperti: ATLM, dibaca A-Te-El-Em, singkatan dari Ahli Teknologi Laboratorium Medis, dulu namanya Analis Kesehatan diganti untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Jadi lebih keren sih namanya, tapi tetap aja rumit, di dunia nyata sering dipanggil "Orang Lab" suka duka jadi ATLM a.k.a orang lab?

1. Karena Bekerja di Belakang Layar, Jadi Keuntungan buat Tipe Kepribadian Introvert 

Lain halnya dengan Dokter, Perawat, Bidan yang langsung menghadapi pasien setiap hari, tapi ATLM sering tak terlihat karena di belakang layar. Hal itu membuat saya bersyukur, sebagai orang yang introvert.

2. Bekerja Dengan Alat-alat Canggih yang Mahal

Waktu kuliah selalu praktikum dengan alat manual dan sederhana, sekarang sudah otomatis. Bayangkan saja, untuk mengetahui hasil hemoglobin, trombosit, leukosit, dll dari sampel darah pasien menggunakan alat hematology analyzer sudah jadi dalam waktu 2-3 menit.

3. Partner Kerja di IGD

Pada banyak kasus di IGD, sampel darah pasien dapat diambil bersamaan saat pemasangan jalur infus sehingga pasien tidak perlu ditusuk berkali-kali. Selain meminimalkan rasa sakit, hal ini memudahkan kami sebagai ATLM. Kecuali, jika sampel darah pasien tidak bisa ditampung (biasanya karena dehidrasi), kami mengambilnya.

4. Julukan Tidak Tertulis "Vampir Rumah Sakit"

Karena tiap pagi nyampling (pengambilan darah) pasien di ruang rawat inap, pernah ada yang menyebut vampir. Saya sendiri tidak masalah dipanggil itu, yang lebih parah menurut saya dipanggil Perawat, Bidan, bahkan Dokter.

5. Pertanyaan dari Pasien yang Menggelitik

Sewaktu selesai ambil darah pasien, sering ditanya, "Golongan darah saya apa ya? Kapan visit dokter? Kapan saya bisa pulang?" Saya senyum di balik masker dan menjawab, "Ibu, ini tergantung dokter minta apa saja cek labnya, dan golongan darah tidak diminta. Kalau visit dokter dan kapan ibu bisa pulang itu, tolong tanya sama perawat ya karena saya jarang jumpa dokter, saya bagian lab bu." Biasanya, pasien manggut-manggut lalu senyum kecil sambil bergumam, "Oh beda ya.."

6. Ruangan yang Dingin Bikin Serba Salah

Saat tenaga kesehatan lainnya masuk ruangan kami, mereka bilang, "Enak ya, dingin." Padahal, AC itu hanya untuk alat bukan untuk kami. Jadi, dinginnya tuh bisa di luar kapasitas yang diterima suhu tubuh. Terkadang, saya sampai menggigil sambil membayangkan simulasi traveling ke Jepang.

7. Bekerja Harus Super Teliti dan Hati-Hati

Sebagai tenaga kesehatan, kami dituntut untuk selalu teliti dan hati-hati dalam menganalisis sampel pasien, baik itu darah, urine, sputum, dan lain sebagainya. Tidak boleh langsung mengeluarkan hasil yang kritis atau meragukan dari alat, perlu dikonfirmasi sesuai prosedur laboratorium. 

Itulah sedikit suka duka menjadi ATLM, profesi yang sering bekerja di balik layar dan jarang dikenali masyarakat. Padahal, dari sampel ekskresi maupun cairan tubuh pasien, kami dapat menghasilkan informasi yang membantu dokter menegakkan diagnosis suatu penyakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar