Minggu, 02 Agustus 2026

24 Pelajaran Hidup di Umur 24 Tahun

Suatu kali, aku pernah membaca blog yang berisi tulisan tentang 24 pelajaran hidup si penulis di umur 24 tahun. Maka, aku pun ingin membuatnya sebelum memasuki umur seperempat abad, insyaAllah.

1. Jika tidak ada yang percaya padamu, percayalah pada dirimu sendiri. Tidak apa-apa, Allah swt akan membantu.

2. Waktu itu cepat habis seperti es batu yang mencair, maka pergunakanlah.

3. Waktu juga seperti kaca yang retak, yang nggak mungkin bisa balik seperti semula. Jadi, seburuk apapun masa lalumu, itu sudah tertinggal jauh ke belakang, melangkahlah ke depan.

4. Yang terpenting menikmati perjalanannya, tujuan itu bonus.

5. Internet seperti senjata bermata dua, kamu bisa memanfaatkannya atau dia memanfaatkanmu.

6. Kamu tidak mungkin disukai semua orang, mereka punya perspektifnya sendiri. Fokus saja ke yang menyukaimu.

7. Makan yang sehat, istirahat yang cukup, hiduplah untuk hari ini, tak perlu risau yang belum terjadi.

8. Perbanyaklah belajar apapun itu, mendengar kajian ustadz, catatlah denga buku dan pena.

9. Jangan menggantungkan kebahagiaan ke orang lain, bahagia itu kamu yang ciptakan.

10. Sering-seringlah menulis untuk meluangkan pikiranmu.

11. Tidak perlu terpengaruh dengan kata-kata tanpa aksi.

12. Tidak mungkin kita bisa menyenangkan semua orang, selama kamu tidak salah, santai saja.

13. Keluarlah dari rumah, beli sesuatu yang kamu suka, tapi jangan impulsif.

14. Berkaryalah, mungkin belum menghasilkan sesuatu tapi kamu sudah mencoba.

15. Kamu sudah sampai sejauh ini, itu membuktikan kamu bisa.

16. Hadapi rasa takut itu, jangan terus lari darinya.

17. Hargai waktumu, itu bekal untuk masa depanmu. Yang sudah berlalu, biarlah.

18. Sayangi orang yang dekat dengan kita, karena kita nggak pernah tahu kapan waktu itu berakhir.

19. Tidak perlu mengemis cinta, atau waktu seseorang. Mereka yang ingin akan mengusahakannya.

20. Terapkan prinsip minimalis, kamu akan lega nantinya.

21. Belajarlah menerima dirimu, meskipun butuh waktu seumur hidup.

22. Lakukanlah apa yang kamu suka, selagi masih bisa.

23. Sehat itu anugerah Allah, aset jangka panjang, maka jaga dan peliharalah.

24. Kamu itu berharga, percayalah, 9 bulan dalam kandungan ibu. Nggak mungkin kamu diciptakan dengan sia-sia.

Terima kasih sudah membaca <3

Sebuah Balasan Di Bulan Desember (Part 2)

Kak Oreo sudah bekerja selama belasan tahun yang mengharuskan bertemu banyak orang, padahal dia seorang introvert. Aku nggak tahu, sudah berapa banyak orang yang dia temui dan pengalaman yang membentuknya menjadi pribadi setangguh itu. Awalnya, aku lihat suka ngetweet hal-hal yang sendu. Aku juga nggak pernah tahu seperti apa dirinya di balik tulisan-tulisannya yang kreatif itu dan nggak bisa ditebak.

Dia punya teman yang sangat ekstrovert, mereka kontras. Persamaannya sering beradu mulut dan tidak pernah serius, tapi saling menyayangi. Seperti kata Al A'masy bin Ibrahim, "Orang yang mengajak bercanda denganmu melainkan orang yang mencintaimu." Temannya Kak Oreo juga orang yang tangguh, mungkin di luar nampak tegas tapi dia juga punya persoalan hidupnya sendiri dan tengah berjuang untuk itu. 

Kak Oreo itu seorang yang pemikir, selain sejarah dia suka filsafat. Biasanya dia nonton Dr. Fahrudin Faiz seorang filsuf muslim dan penulis asal Indonesia. Mungkin dari situ dia punya pengetahuan yang membuat orang bisa betah berdiskusi dengannya. Aku sendiri biasanya suka banyak bertanya apa saja dan jawabannya membuatku lebih terbuka.

Terkadang dia bisa tiba-tiba punya quotes kayak, "Ya, intinya sih jaga diri aja, perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan." Atau yang berat, "Kayak perasaan kita suka ke orang lain, bagaimana cara menerima dan menolaknya. Bagaimana mengaturnya, memposisikannya. Perasaan kita yang nggak suka lihat orang lain bahagia, perasaan yang senang dengan hal-hal kecil. Itu kan perlu belajar terus buat sejalan dengan kehidupan yang benar."

Dia juga pernah bilang, "Sukses itu bagiku, menaklukan ketakutan-ketakutan dalam diri dan mampu maju menghadapi tantangan-tantangan apapun itu." Dan "Kalau aku percaya diri, aku sudah sukses sekarang" Menurutku dia tengah belajar tentang bagaimana menerima diri. Jujur, aku pun sama, dan aku rasa di luar sana banyak yang mengalaminya. Aku nggak tahu sampai kapan, tapi biarlah waktu yang menjawab.

Kak Oreo suka dengan Egha Latoya dan Avril Lavigne. Karena dia, aku jadi mengenal lagu Buih Jadi Permadani, liriknya indah dan terasa puitis. Waktu itu juga aku melakukan rapid test dan hasilnya positif suspek COVID 19. Aku hanya mengurung diri di kamar asrama, meski kemudian akhirnya tes antigen negatif tapi aku terlanjur terpuruk sebelumnya. Kak Oreo tiba-tiba chat, "Heh OTG!" Mungkin dia sudah lupa, tapi saat itu pernah membuatku tertawa. (OTG: Orang Tanpa Gejala). 

Bersambung.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Sebuah Balasan di Bulan Desember (Part 1)

Enam tahun lalu, saat baru setahun aktif di Twitter (sekarang X), aku menulis sebuah tweet: "Antara Back To December dan aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember". Aku memang suka bulan Desember, karena di samping bulan kelahiran, Desember itu ada lagu yang bagus kayak judul lagu yang aku tweet tadi.

Nggak lama setelahnya ada seseorang yang reply, "Lirik lagu ERK right? :)" Tentu saja aku senang karena ada interaksi begitu, aku nggak tahu entah bagaimana algoritma tweetku muncul di dia. Sontak, aku balas saja komenan itu. Lagu itu memang sudah lama, tapi bukankah kita manusia memang senang mencari kesamaan, apalagi saat ingin berteman?

Waktu itu, aku pun DM (Direct Messages) dia duluan. Mungkin ada yang nanya kenapa aku melakukannya, karena menurutku sangat mudah memulai komunikasi di media sosial. Tinggal kita ketik sesuatu, ke orang yang dituju, terus kirim. Aku memang ingin mencari teman. Di dunia nyata, aku sulit memulai perkenalan, tidak mudah akrab, dan butuh waktu lama untuk merasa nyaman.

Ternyata, tidak kusangka orang ini merespon DM-ku dengan baik, bahkan dia juga memperkenalkan namanya dan asal daerahnya terlebih dahulu. Aku juga melakukan hal yang sama, aku bilang aku dari Aceh. Dia yang jaraknya lebih dari dua ribuan km dariku bilang, pengin banget ke titik 0 Indonesia. Aku hanya mengaminkan dan percakapan terputus setelah itu.

Tetapi, dua bulan kemudian dia tiba-tiba kirim DM, katanya mau nanya tentang Aceh. Sebenarnya, aku sudah khatam sih orang luar Aceh di Indonesia itu banyak bertanya tentang daerahku ini, mendadak aku merasa eksklusif saja jadi orang sini. Biasanya, pertanyaan yang muncul seperti "Apa semua cewek diwajibkan pakaian syar'i? Adakah penduduk non muslim di sana? Di sana pakai hukum islam? Kamu dan keluargamu mengalami kejadian Tsunami 2004? Apa ada yang pacaran di sana? Nama kamu diawali dengan Cut?" Aku pun menjawab pertanyaan mereka sepengetahuanku. Indonesia itu keren tiap daerah punya keistimewaannya sendiri, kata dia juga.

Dia bilang, suka video zaman Belanda atau zaman dulu. Menurutku, itu menarik sih. Saat kita tahu bagaimana kehidupan mereka pada masa itu sangat kontras dengan sekarang yang makin maju dengan perkembangan zaman. Masa itu sangat sederhana, begitu sulit, orang-orang sangat bekerja keras dan aku merasa sesuatu terjadi begitu alami, apa adanya. 

Beberapa bulan setelah itu, aku DM dia dan nanya, "Hai, belum tidur?" Yang dijawab, "Belum." Beberapa bulan lagi, dia pun DM aku, "Anda suka sekali begadang haha." Sebenarnya, aku malu karena kebiasaanku itu jadi ke-notice. Tapi mau bagaimana, aku memang sudah terbiasa begadang semenjak kelas 1 SMP. Waktu itu aku, aku lagi asyik-asyiknya baca cerbung tentang Coboy Junior di fanpage Facebook.

Besoknya, akhir Juli 2021. Aku DM dia kalau aku lama bakal nggak aktif di Twitter. Aku kasih tahu nomorku karena aku ingin menjaga silaturahmi dengan orang yang baik, dan tentu saja aku tidak memaksa. Aku bilang mau rehat, waktu itu aku sudah akan memasuki semester tiga saja di perkuliahan, dan aku akan stay di tempat rantauan. Kalau sebelumnya aku di rumah, atau sesekali ke kampus buat praktikum karena masih masa COVID-19

Akhirnya, kami lanjut komunikasi via WhatsApp. Aku bersyukur takdir-Nya memperkenalkan kami. Padahal kami jaraknya jauh sekali, meski masih satu negara, dia di ujung barat pulau Jawa sedangkan aku di ujung barat pulau Sumatera. Dia termasuk salah satu support systemku waktu itu, bahkan sampai sekarang. Dari aku memanggilnya "kakak" sampai jadi "teteh" aku baru sadar lazimmya panggilan itu di daerahnya. 

Bersambung.

Sambungannya 💛

Kamis, 30 Juli 2026

Beberapa Kutipan dari Berbagai Film Indonesia

"Gue ngerasa ya Gus, kita itu kan nggak bisa ya sepenuhnya ngerti perasaan orang, jadi, dengan ngasih bunga itu kayak ngasih tanda kalau kita itu berusaha ngerti keadaan lu dengan bunga yang kita kasih." -Hana.

"Menurut gue ya Gus, yang berat dari berduka itu hidup harus berjalan terus kan. Padahal kitanya lagi nggak mau jalan." -Hana, di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023). 24.1.25


"Buat mamakku aku berharga."

"Kalau mereka permainkan, kita permainkan balik."

"Bagus ya pemandangan Danau Toba." "Biasa aja, tapi jadi bagus karena melihatnya sama kalian."

"Jangan lupa mikirkan diri sendiri ya."

"Kawin itu hanya butuh persetujuan orang yang dikawinin pak. Persetujuan sisanya itu ga penting." -Domu.

"Nggak ada yang sia-sia. Aku kan jadi pintar. Cuma anaknya yang pintar yang berani melawan bapaknya yang kolot." -Gabe.

"Ini hidupku pak, biarkan aku milih apa yang bikin aku bahagia." -Gabe, di Ngeri-Ngeri Sedap (2022). 23.12.24


"Ngapain sih memaksakan sesuatu yang kau nggak mampu."

"Sayang lho energimu, bukannya dipake buat mikirkan gimana berhasil, malah dipake buat mikirkan hal yang nggak penting." -Naomi. 

"Dekati dulu kita selami hatinya, kalau sudah sampai dasar nggak ada yang nggak mungkin." -Jegel, di Agak Laen (2024). 6.12.24


"They only want to see with their eyes but not their heart."

"Nggak ada yang di dunia ini yang abadi, Cahaya."

"You can't run away from your problems."

"Regret will always find you in the end."

"It doesn't mean that I'm going to be like you, or that you're going to be like me. You are you."

"Whatever you do in life... it's not about right or wrong. It's just the path you take in life. "

"It's not about how to avoid or get away from the rain. It's about how you enjoy playing in the rain." -Syaiful, di Lovely Man (2011).


"Keluarga mungkin meninggalkanmu, tapi cintanya kan selalu menyertai sisa perjalananmu." Hello Ghost (2023).


"Kalau aturan kebanyakan malah menghambat kemajuan." -Sherina, di Petualangan Sherina 2 (2023).


"Orang biasa kayak gue tuh, mau mimpi aja harus tahu diri ternyata." -Kaluna, di Home Sweet Loan (2024).

Kutipan dari Drakor Dr. Romantic (2016)

"Aku tahu kau berusaha keras dalam bekerja. Tapi jangan hidup seperti orang bodoh. Jangan lupakan tujuan kita hidup." -Kim Sabu.

"Yang perlu kau lakukan adalah melakukan yang terbaik dengan belajar." -Kim Sabu.

"Kau pikir bisa melakukan yang terbaik dengan melamun?" -Kim Sabu.

"Orang kehilangan nilai mereka demi diakui orang lain."

"Orang terlalu sibuk mencari nafkah sampai tak memahami lagi apa itu kehidupan."

"Lebih baik direndahkan daripada diabaikan." -dr. Yun.

"Prinsip takkan berubah dalam keadaan apapun." -Kim Sabu.

"Yang lebih buruk dari kegagalan adalah penyesalan." -Kim Sabu.

"Kecuali kau berubah, tak ada yang berubah." -Kim Sabu.

"Kau tahu kenapa uangku banyak? Itu karena aku pandai menilai orang."

"Merasa pahlawan padahal hanya melakukan tugas." -Kim Sabu.

"Kau akan hidup jika ditakdirkan hidup." -Kim Sabu.

"Balas mereka dengan kecakapanmu, bukan amarahmu." -Kim Sabu.

"Berapa lama kau pikir kau akan hidup? Hanya beberapa dekade. Kenapa kita berpisah?" -Kang Dong-joo.

"Kenapa mengusir orang yang kau suka? Kau harus pergi denganku atau memintaku tinggal." -Kang Dong-Joo.

"Tak ada rasa hormat pada kehidupan atau harga diri manusia di sana (perang)."

"Kau tak bisa takut karena hal yang belum terjadi. Bagaimana kau akan merawat pasien dengan pola pikir itu?" -Kim Sabu.

"Musik itu sangat lucu. Itu memutar balik waktu."

"Serta di balik setiap awal, ada penyebab dan motivasi."

"Jangan pernah berhenti bertanya, tentang mengapa kita hidup dan untuk apa kita hidup. Pada saat kau berhenti bertanya, keromantisan dalam hidup akan berakhir."

"Entah kau inginkan atau tidak, kau tetap harus hadapi kenyataan yang berada di depanmu."

"Bahwa keputusanku adalah urusanku." -Do In-bum.

"Kau tahu, apa hal tersulit di dunia ini? Mengalahkan dirimu sendiri."

"Terkadang, lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kebenaran yang terdengar seperti kebohongan." -Kim sabu.

"Kau tahu, apa hal termudah di dunia ini? Menghancurkan sebuah hubungan. Tidak diperlukan uang atau usaha. Kau bisa lakukan dengan satu kata." "Kau sedang dibodohi saat ini." -Dirut Do.

"Hal paling menakutkan di dunia adalah bibit keraguan."

"Perlawanan terkuat di dunia adalah maju menuntaskan pekerjaanmu tanpa ragu, bagaimanapun kondisinya."

"Dunia tempat ucapan orang berkuasa dianggap sebagai fakta sedangkan perkataan orang tak berdaya dianggap rumor liar."

:Kau bukannya hanya terus menunjukkan kesalahannya. Kau terus menghina karakternya." -Tn. Park.

"Dikoreksi dan dipandang rendah adalah dua hal yang berbeda." -Tn. Park.

"Aku dimarahi saat membuat kesalahan besar, tapi tak pernah dipandang rendah sebagai pribadi. Orang akan sering begitu jika kau membiarkannya. Mereka pikir itu tak apa-apa." -Tn. Park.

"Orang lebih dekat setelah bertengkar." -Suster Oh.

"Jangan merendahkan dirimu dengan menjadikan dirimu bisa dibuang." -Kim Sabu.

"Melihat guru Kim amat percaya diri artinya dia sudah tahu caranya." -dr. Yun.

"Aku berusaha tak terintimidasi olehmu." -dr. Yun.

"Caramu melihat hidup berubah begitu kau berusia 40-an."

"Dia muda, tapi berpengalaman." -Kim Sabu.

"Dia cekatan." -dr. Kang.

"Jika hidup bukan sebagai siapa-siapa, itu mempertahankan harga dirimu? Jika tak punya kekuasaan, bagaimana mempertahankan nuranimu?" -Kang dong Joo.

Bonus:

"Jika tak bisa mencari nafkah, mereka akan mengkhianatimu dan menghujanimu dengan batu." -Dirut Do, di Dr. Romantic 2 (2020).

"Jika ada yang tak mengangkat telepon saat bekerja, hubungi atasan." -Kim Sabu, di Dr. Romantic 2 (2020).

Mengenal ATLM, Profesi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Di rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya setiap profesi memiliki sebutannya masing-masing. Namun, berbeda dengan profesi yang satu ini.

Lulusan kedokteran disebut dokter, lulusan keperawatan disebut perawat, lulusan kebidanan disebut bidan, sedangkan lulusan farmasi disebut apoteker. Berbeda dengan profesi di laboratorium yang justru jarang dikenal masyarakat. 

Salah satu tenaga kesehatan penunjang ini sering membuat orang awam salah kaprah, seperti: ATLM, dibaca A-Te-El-Em, singkatan dari Ahli Teknologi Laboratorium Medis, dulu namanya Analis Kesehatan diganti untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Jadi lebih keren sih namanya, tapi tetap aja rumit, di dunia nyata sering dipanggil "Orang Lab" suka duka jadi ATLM a.k.a orang lab?

1. Karena Bekerja di Belakang Layar, Jadi Keuntungan buat Tipe Kepribadian Introvert 

Lain halnya dengan Dokter, Perawat, Bidan yang langsung menghadapi pasien setiap hari, tapi ATLM sering tak terlihat karena di belakang layar. Hal itu membuat saya bersyukur, sebagai orang yang introvert.

2. Bekerja Dengan Alat-alat Canggih yang Mahal

Waktu kuliah selalu praktikum dengan alat manual dan sederhana, sekarang sudah otomatis. Bayangkan saja, untuk mengetahui hasil hemoglobin, trombosit, leukosit, dll dari sampel darah pasien menggunakan alat hematology analyzer sudah jadi dalam waktu 2-3 menit.

3. Partner Kerja di IGD

Pada banyak kasus di IGD, sampel darah pasien dapat diambil bersamaan saat pemasangan jalur infus sehingga pasien tidak perlu ditusuk berkali-kali. Selain meminimalkan rasa sakit, hal ini memudahkan kami sebagai ATLM. Kecuali, jika sampel darah pasien tidak bisa ditampung (biasanya karena dehidrasi), kami mengambilnya.

4. Julukan Tidak Tertulis "Vampir Rumah Sakit"

Karena tiap pagi nyampling (pengambilan darah) pasien di ruang rawat inap, pernah ada yang menyebut vampir. Saya sendiri tidak masalah dipanggil itu, yang lebih parah menurut saya dipanggil Perawat, Bidan, bahkan Dokter.

5. Pertanyaan dari Pasien yang Menggelitik

Sewaktu selesai ambil darah pasien, sering ditanya, "Golongan darah saya apa ya? Kapan visit dokter? Kapan saya bisa pulang?" Saya senyum di balik masker dan menjawab, "Ibu, ini tergantung dokter minta apa saja cek labnya, dan golongan darah tidak diminta. Kalau visit dokter dan kapan ibu bisa pulang itu, tolong tanya sama perawat ya karena saya jarang jumpa dokter, saya bagian lab bu." Biasanya, pasien manggut-manggut lalu senyum kecil sambil bergumam, "Oh beda ya.."

6. Ruangan yang Dingin Bikin Serba Salah

Saat tenaga kesehatan lainnya masuk ruangan kami, mereka bilang, "Enak ya, dingin." Padahal, AC itu hanya untuk alat bukan untuk kami. Jadi, dinginnya tuh bisa di luar kapasitas yang diterima suhu tubuh. Terkadang, saya sampai menggigil sambil membayangkan simulasi traveling ke Jepang.

7. Bekerja Harus Super Teliti dan Hati-Hati

Sebagai tenaga kesehatan, kami dituntut untuk selalu teliti dan hati-hati dalam menganalisis sampel pasien, baik itu darah, urine, sputum, dan lain sebagainya. Tidak boleh langsung mengeluarkan hasil yang kritis atau meragukan dari alat, perlu dikonfirmasi sesuai prosedur laboratorium. 

Itulah sedikit suka duka menjadi ATLM, profesi yang sering bekerja di balik layar dan jarang dikenali masyarakat. Padahal, dari sampel ekskresi maupun cairan tubuh pasien, kami dapat menghasilkan informasi yang membantu dokter menegakkan diagnosis suatu penyakit.

Selasa, 06 Mei 2025

Perihal Kebaikan

Kebaikan bisa datang dari orang yang ga disangka-sangka. Pernahkah kamu ngerasa ditolong orang yang bahkan namanya pun ga kamu tahu? Kali ini, aku mau cerita tentang kebaikan yang kudapat dari mereka yang asing tapi kebaikannya nyangkut di hati.

Waktu itu hari hujan, parahnya aku mengendarai motor dengan tidak memelankan lajunya. Alhasil, tentu saja terjatuh karena jalannya licin. Syukur tidak ada luka yang berat. Tahu-tahu ada mahasiswa almamater kuning yang membantu mendirikan motorku, lalu pergi begitu saja. Posisiku masih terduduk di jalan mungkin karena masih memahami apa yang terjadi dan aku juga tidak sempat bilang ‘Terima kasih’ padahal merasa terbantu olehnya. Memang hal seperti ini harus dihindarkan untuk terjadi lagi, sangat penting mengutamakan keselamatan di jalan. Saat itu aku takut terlambat ke Sekolah karena kena jadwal piket juga padahal tengah hujan.

Pernah, aku menunggu jemputan sepulang Sekolah. Lama menunggu sampai sore dan sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan labi-labinya kakek. Sepertinya aku tidak membawa HP saat itu jadi tidak bisa menelpon orang rumah untuk dijemput. Aku juga masih belum berani untuk mengendarai motor. Sekolahku jauh untuk menjangkau kota sampai lebih dari 7 KM jaraknya. Akhirnya yang ditunggu datang, kendaraan langgananku meski seringkali muncul di Sekolahku dulu. Aku melihat labi-labi itu menuju jalur yang berlawanan arah dengan rumahku, karena berpikir tidak ada pilihan lain aku memberhentikannya. Ternyata, aku memang sudah ketinggalan labi-labi itu dari tadi. Aku mengikuti saja labi-labi yang mengantar anak Sekolah dari kota, sampai mereka turun. Aku bilang ke kakek kalau sebenarnya tujuanku ke kota. Kakek itu pun mutar balik mengantarku ke kota. MasyaAllah, sungguh baik beliau mau. Aku hanya memberi ongkos beberapa ribuan karena hanya sisa uang jajan yang kupunya.

Suatu kali, aku pernah juga bawa motor tapi ga mengaitkan tali helmnya. Ya, aku memang ceroboh. Alhasil, helmnya terbang. Hari itu siang yang terik, syukur ga ada pengendara lain di belakangku yang bisa saja helmku mengenai mereka. Ternyata, muncul dua orang yang berboncengan motor, kaka itu mau membantu mengambil helmku yang jatuh. Aku hanya bisa bilang ‘Terima kasih’. Kebetulan waktu itu pun aku lagi buru-buru. Aku jadi menghemat waktu ga perlu turun dari motor buat ambil helm itu. Aku merasa sangat terbantu.

Buat mereka di mana pun berada, semoga terbalas juga dengan lebih banyak kebaikan. Padahal, kami tidak saling mengenal, tetapi kebaikan dan keikhlasan mereka ... tak akan pernah kulupa.

Rabu, 05 Maret 2025

Sedang Melakukan Adegan Dewasa: Ziarah Sendirian

Pagi ini, aku berniat ziarah ke kuburan, sendirian ... setelah pulang dari shift malam. Biasanya ziarah dilakukan sehari sebelum bulan ramadan dan saat hari raya idul fitri. Biasanya juga aku pergi ziarah dengan ibuku, tapi kali ini tidak karena beliau tengah sakit, susah buat jalan. Apalagi jalan ke kuburan-kuburan saudara yang dituju, sudah sangat sempit sekali. Seharusnya kemarin sih aku ke sini, tapi cuacanya kurang mendukung. Lagipula, ntar malamnya aku ada shift jadi pengin beberes untuk itu. Mau ajak adik juga dia lagi haid. Yeah, memang ga ada niat sih.

Akhirnya, kesampaian di hari ini. Saat sampai, suasana tampak sepi. Hanya ada satu-dua orang yang ziarah. Dari kejauhan ada ibu-ibu yang menawarkan air berisi taburan bunga. Aku menerima satu ember kecil darinya, tentu saja tidak cukup. Aku berinisiatif mengambil serupa satunya lagi. Saat aku sudah di kuburan yang dituju, datang beberapa orang buat membantuku membersihkan kuburan. Seorang pria, wanita, dan anak laki-laki. Mereka dengan sigap membersihkan kuburan-kuburan yang berjumlah enam itu. Menyingkirkan dedaunan kering, tumbuhan belukar, bahkan banyak ranting kayu yang menimpa sebuah kuburan. Seorang wanita dengan anak laki-laki itu keluar dari perkarangan kuburan, anak laki-laki itu bahkan bilang ke aku, "Kak, sebentar ya." Aku hanya mengangguk. Seorang pria yang tadi bilang ke aku, "Mereka kemana?" Aku hanya menjawab, "Nggak tahu."

Beberapa saat kemudian, mereka, wanita dan anak laki-laki itu kembali membawa dua ember berisi air bunga. Aku tanya ke wanita itu, "Kak ini berapa?" "10.000. Agak besar kan embernya." Jawabnya. Kuperhatikan memang benar sih. Terus datang dua anak kecil perempuan saat kuburannya sudah bersih tapi dia tetap masih kayak pengin bantu bersihkan juga. Jadi, dia hanya menyingkirkan sisa dedaunan kecil dan kering itu. Aku memberi uang sebagai balas budi karena bantuan mereka. Di sini aku bingung, juga sudah lupa, memberinya saat sebelum atau sesudah aku menyiram air bunganya ke kuburan ya(?) Intinya, setelah aku kasih ke mereka. Seorang pria dan wanita itu mempertanyakan, kenapa dua anak kecil perempuan yang baru datang itu juga kukasih. Aku tahu niat mereka baik, jujur dan adil. Kata mereka, aku kayak kebanyakan kasih ke dua anak kecil perempuan itu. Ah, aku tahu itu. Tapi aku kayak ga enak kalau ga kasih apa-apa ke mereka, kalau mereka pulang dengan tangan kosong. Meski itu bukan kewajibanku buat menyenangkan mereka, meski aku bisa ga memberi apa-apa ke mereka dengan berkata yang baik-baik. Sampai akhirnya aku sadar kalau uangku makin sedikit. Kalau soal uang, aku ga kekurangan, alhamdulillah tapi ga berlebihan juga. Aku sendiri masih perlu menabung untuk mencukupi kebutuhanku. Penghasilanku dari pekerjaan dan masih dikasih uang jajan dari bapak.

Kata mereka ga boleh kayak gitu, aku menyetujuinya. Lalu, aku berdo'a. Tidak banyak, hanya alfatihah dan tiga kul. Sebenarnya mau baca surat yasin, tapi keburu hujan. Wanita tadi juga mengingatkanku soal cuaca yang tiba-tiba tidak bersahabat. Aku membayar air bunga dalam dua ember kecil punya ibu tadi. Tapi katanya satu Rp.10.000 padahal embernya kecil tapi salahku juga sih yang ga nanya dulu harganya.

Dalam perjalanan pulang, aku mikir. Ah, baru ziarah doang sudah habis uang Rp.80.000 hehe. Ya sudah jadi pelajaran saja buatku, mesti berhati-hati lagi saat akan mengeluarkan uang. Seharusnya, sekitar Rp.50.000 saja. Ya sudah, anggap saja sedekah ke mereka. Yang penting, niat baikku buat berziarah sudah terlaksana meski ada yang ga sesuai ekspektasi. Oh ya, sembari menyiram air bunga pada kuburan-kuburan tadi sebanyak tiga kali dalam hati berdo'a juga. 

أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: "Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmatMu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih."

Dan saat memasuki kuburan tadi juga tak lupa berdo'a. 

Abu Hurairah RA berkata, "Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

Artinya: "Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu."

Kamis, 13 Februari 2025

23

Today, exactly 23 years ago, I was born. Of course, that is not a short period of time—so much has happened over the years. But somehow, it still feels like just yesterday when I chose the Yellow Ranger, watched Barbie and Dora DVDs, read Iqra, feared the story of a disobedient child cursed into a stingray, bought syrup for Rp 500, played Tenchu 3 on PlayStation, learned to make bags from paracord, edited videos with VideoScribe, and felt homesick while living in a dormitory. Those times have passed and can never return, just like the hands of a clock that never turn backward or a broken mirror that can never be whole again.

Honestly, I am still trying to understand how the world works. People come and go, lessons are learned from mistakes, and memories fade—though some leave lasting marks.

Life is not as simple as when I used to imagine as a child:" It must be nice to be an adult—no one telling you what to do, no restrictions, having your own money, and being able to do anything." But as I grow older and enter this phase, I realize everything is much more complex. We are constantly faced with responsibilities and risks. Sometimes, I wonder why I exist in a world that is so chaotic because of human actions.
However, I believe that divine destiny is always the best, and in that belief, hope grows. When Allah has created the world and the universe along with everything in it, then He will surely take care of it. In my view, life should be allowed to flow as it is, and this temporary existence should serve a purpose. I trust that He loves all His servants unconditionally, without expecting anything in return.

Thank you for reading ♡

Bunga, December 18 2024.

60 (+1 bonus) Alasan Ingin Menjadi ATLM :)

Bismillah, berikut beberapa alasan dari pengalaman saya.

1. Suka bekerja di belakang layar

2. Jurusannya langka, suka yang langka. Biar mudah dapet kerja, pikirku

3. Ingin membahagiakan atau membanggakan orangtua

4. Nggak banyak habiskan waktu, biaya, tenaga, pikiran, yang sulitnya kayak dokter

5. Biayanya nggak semahal dokter

6. Ingin dan suka membantu pasien

7. Karena itu juga merupakan cita-citaku:)

8. Supaya nggak diremehkan orang

9. Ingin menjadi orang yang bermanfaat

10. Ingin bekerja sebagai ibadah

11. Ingin menjadi 'orang'

12. Mencari tanda-tanda kebesaran-Nya dalam ilmunya

13. Suka profesi ATLM

14. Ingin jadi anak merantau seperti orang-orang, rasanya mandiri kayak gimana sih

15. Ingin ke ibukota provinsiku, belum pernah soalnyaT_T jurusannya cuma ada di sana

16. Supaya bisa tinggal di asrama juga, ingin merasakan

17. Belajar yang nggak bisa supaya bisa, aamiin

18. Melihat tanda-tanda ciptaan karena kebesaran-Nya dari sampel-sampel itu

19. Praktiknya di laboratorium, meskipun terkadang kedap matahari, tapi tempatnya adem

20. Nggak langsung selalu menghadapi pasien, soalnya saya kayak parno sendiri melihat kateter, menjahit luka yang dilakukan perawat

21. Memperbaiki kesalahanku yang dulu nggak berani pegang alat

22. Bekerja dengan alat-alat canggih

23. Bereksperimen mengerjakan berbagai pemeriksaan seperti karbohidrat, protein, kalsium, dls di lab kampus

24. Suka saja ketika pekerjaan kita jarang diketahui orang (merasa langka), meski sering dipanggil dokter, perawat, bidan, apoteker, dls

25. Bisa bertemu dosen yang banyak ilmunya dan baik dalam membimbing kami

26. Bisa bertemu orang baik di kampus baik kakak, teman, maupun adik leting

27. Bisa menulis laporan praktikum yang bejibun

28. Bisa mempresentasikan tugas di kampus

29. Bisa melakukan pemeriksaan dan melihat bentuk bakteri, cacing, parasit, jamur, virus, semen, dls

30. PKL di RSUDZA Banda Aceh menjadi pengalaman yang tak terlupakan

31. PKL di RSUPHAM Medan juga memperoleh banyak ilmu

32. Melihat pemeriksaan di lab patologi anatomi menjadi simpati dengan pasien yang mengalami tumor dan kanker

33. Membantu kaka petugas lab melayani pasien, baik di administrasi maupun di labnya langsung

34. Tidak menyangka mengalami pertemuan dengan seorang kaka lab waktu saya prakerin dulu dengan aku PKL, beliau orang yang sama, syukur kami berumur panjang

35. Bisa PKKM di puskesmas, jadi tahu ruangan di sana dan kegiatan petugasnya apa saja

36. Terjun ke masyarakat saat PKKM (Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat), bertemu anak SD yang lucu dan polos, saya baru tahu ada sekolah sejauh itu (pedalaman) di tengah hiruk pikuk kota Lhokseumawe

37. Melakukan penelitian tugas akhir di puskesmas

38. Bisa KKL di Aceh Tengah, tempat yang indah. Membawa nama kampus Poltekkes

39. Bertemu dengan teman baru saat KKL meski tidak tahu apakah bisa bertemu dengan mereka lagi nanti

40. Bisa mengambil darah pasien dengan menggunakan spuit, vakutainer dan mendapatkan pelajaran berharga

41. Mengikuti kaka lab ke ruangan dan membuatku menyadari banyak orang sakit yang berjuang bertahan hidup

42. Menyadari biaya lab dan RS itu mahal sekali

43. Melihat banyaknya alat canggih dan menganggap hebat orang luar negeri yang menciptakannya, berpikir seharusnya negeri kita juga bisa

44. Melihat banyak orang hebat, khususnya koas, seharusnya menjadi semangat belajar dan terinspirasi dari mereka

45. Mengambil darah pasien bukan untuk menyakiti tapi mengobati

46. Melaporkan nilai kritis hasil lab pasien ke dokter, menjadi ngeri dengan kesulitan yang dialami pasien

47. Menjadi lebih teliti dan cekatan

48. Bekerja sama dengan bidang lain di RS, seperti IGD, farmasi, administrasi, poliknik, rawat inap dls untuk lancarnya pelayanan terhadap pasien

49. Laboratorium sebagai awal dari pelayanan kesehatan, kalau salah hasil lab, dokter salah menentukan diagnosis penyakit, farmasi salah kasih obat, bisa fatal buat penyembuhan pasien

50. Bertemu dengan rekan RS yang mau berbagi ilmu

51. Mendengar cerita pasien tentang pengalamannya saat menginap di RS

52. Mendapat senyum dari rekan RS atau sekedar disapa saja sudah cukup buat menjalani hari di RS

53. Pulang dari shift malam yang panjang melihat kehidupan seluk beluk masyarakat di pagi hari

54. Menjadi lebih sabar dan memahami karena orang tua yang frustasi saat anaknya ga dapat darah dalam sekali tusuk padahal bukan kita mau tapi kondisi pasien yang berbeda

55. Saat berhasil ambil darah anak kecil atau orang dewasa yang venanya sulit itu sesuatu banget deh

56. Mendapatkan ucapan terima kasih dari pasien setelah kita melayani mereka itu rasanya sudah senang

57. Pernah mendapat ucapan semangat dan acupan jempol dari pasien bapak saat saya tidak berhasil mengambil darahnya

58. Pernah mendapat ucapan "Alhamdulillah, dapat ya" dari pasien saat berhasil ambil darah anaknya

59. Mendengar orang tua pasien anaknya menyuruh membaca surah alfatihah sambil diambil darahnya untuk menghilangkan rasa stres. Jadi salut dengan anak salehah

60. Melihat pasien anak yang berjuang dengan hidupnya meski kondisinya kritis, rapi mereka tetap berusaha bertahan

61 (Bonus). Mengetahui meskipun merupakan sisa ekresi yang kita pikir tidak bermanfaat bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Sampel dari sputum, feses, urine, dls bahkan bisa menegakkan diagnosis penyakit

Sekian, terima kasih <3

Sabtu, 08 Februari 2025

100 Tanda Kamu Sudah Dewasa

1. Baju-bajumu sudah kekecilan

2. Kamu masak-masakan buat benaran dimakan bukan main-main

3. Kamu terpikir belajar make up

4. Keponakan atau adik sepupumu sudah tumbuh besar

5. Kartu gambar sudah kecil di genggamanmu

6. Kamu capek tapi yang penting tugasmu selesai

7. Uang jajanmu bertambah atau ga punya uang jajan sama sekali

8. Kamu ga jajan sembarangan lagi karena berpikir tentang kesehatan

9. Kamu ingin belajar bahasa asing untuk jangka panjang

10. Orangtuamu makin menua

11. Kamu mulai berpikir tentang masa depan

12. Kamu lebih suka berjalan kaki kalau memungkinkan

13. Kamu ga peduli tentang anggapan orang pada dirimu

14. Kamu melakukan apa yang kamu suka dengan sungguh-sungguh

15. Kamu benci gosip

16. Kamu punya banyak hobi

17. Kamu ingin menguasai skill tertentu seperti merajut atau menyulam

18. Terkadang kamu merasa kesepian di malam hari atau di tengah keramaian

19. Kamu berpikir mungkin suatu saat hari ini akan menjadi momen penting

20. Kamu bertanya-tanya apakah selama ini kamu sudah menjadi sebaik-baiknya manfaat

21. Kamu menyesali yang sudah terjadi tapi kamu bersyukur punya hari ini untuk diperbaiki

22. Kamu butuh banyak nasehat

23. Kamu tahu orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya

24. Kamu merasa menangis terkadang tidak menyelesaikan apa-apa

25. Kamu merasa kurang ilmu dan perlu belajar

26. Kamu harus banyak membaca

27. Kamu lebih suka menjadi pengamat

28. Kamu harus membantu orang yang membutuhkan

29. Kamu khawatir tentang orang yang kamu sayangi terluka

30. Kamu ga masalah punya sedikit teman

31. Kamu belajar untuk terus percaya diri

32. Tanpa diduga, terkadang kamu bisa menjadi lebih berani

33. Kamu berpikir ga ada gunanya memaki

34. Kamu harus sering minum air putih

35. Kamu harus makan buah dan sayur

36. Kamu ga putus asa tentang pasangan

37. Kamu berpikir tentang cita

38. Perlahan kamu mendapatkan barang yang kamu mau setelah sabar menunggu

39. Orang tua tidak lagi memarahimu

40. Kamu punya keputusan sendiri

41. Kamu memanggil anak kecil dan senang saat mereka me-noticemu

42. Kamu sangat suka kucing dan terhibur karena tingkahnya

43. Kamu suka basah karena air hujan

44. Suara hujan menenangkanmu

45. Kamu menyukai membaca Al-Qur'an dan terjemahannya

46. Kamu merasa sudah banyak meninggalkan masa lalu

47. Kamu ingin memeluk dirimu di masa lalu dan orang-orang yang kamu cintai

48. Kamu ga menghakimi sembarangan orang

49. Kamu ingin mengetahui apa yang orang-orang pikirkan dan rasakan

50. Kamu ingin punya banyak karya setelah sering jadi penikmat

51. Terkadang kamu lebih banyak diam

52. Terkadang juga kamu harus lebih berbicara

53. Kamu tidak mau menambah jumlah angka pengangguran

54. Kamu menyapa orang yang belum pernah kamu kenal

55. Kamu berbincang kecil dengan orang yang kamu kamu temui

56. Kamu mencoba berempati dengan siapapun itu, baik manusia maupun hewan

57. Kamu mulai menekuni hobimu

58. Kamu bermain permainan yang kamu mainkan dulu tapi momennya sudah beda

59. Kamu lebih memperhatikan tentang penampilan karena itu menguntungkan

60. Buku adalah teman baikmu

61. Kamu berencana ingin liburan tapi tidak ada dana

62. Kamu ingin banyak belajar apapun itu

63. Kamu mencari komunitas kajian untuk akhirat

64. Kamu punya beberapa teman online dan sering larut obrolan dengan mereka

65. Kamu mencoba glow up

66. Kamu pengin pakai behel untuk punya senyum yang indah

67. Kamu bisa beli barang yang waktu kecil nggak bisa dibeli

68. Kamu bisa memberi orang tuamu hadiah dengan uang hasil tabungan dan gajimu

69. Kamu membawa oleh-oleh selepas pulang dari pekerjaan

70. Kamu sering kemana-mana sendirian

71. Kamu menyadari people come, people go

72. Kamu harus banyak melakukan perubahan dan sekeras itu mengusahakannya

73. Teman-temanmu perlahan menghilang karena fokus dengan hidup mereka masing-masing

74. Kamu lebih banyak mendengarkan

75. Terkadang kamu lebih memilih pakai topeng, tidak apa-apa untuk berpura-pura baik-baik saja 

76. Terkadang, kamu suka melamun

77. Kamu baru menyadari gaji di dunia orang dewasa itu jujur aja ga seberapa, tapi kamu bersyukur punya pekerjaan

78. Kamu berpikir mencari sampingan untuk menambah penghasilan

79. Kamu belanja dengan mempertimbangkan kebutuhan daripada keinginan

80. Kamu menyadari, semua orang ada masanya dan semua masa ada orangnya

81. Kamu tidak suka berdebat hal yang tidak perlu

82. Kamu hanya mengiyakan saja dengan kata-kata petinggi yang ga bisa dibantah

83. Kamu berpikir fokus pendidikan, karir atau cinta

84. Kamu merasa sudah tidak punya banyak waktu untuk bermain seperti saat masih sekolah dulu, bahkan kamu tidak bisa membelinya

85. Kamu ingin bertemu dengan orang yang serius untuk berkomitmen

86. Kamu menjadi lebih reflektif

87. Kamu tidak membutuhkan validasi orang lain

88. Kamu suka menganalisis karakter manusia untuk mencoba memahami meskipun kompleks

89. Kamu mempertanyakan segala hal karena kamu menyadari semua ada alasannya

90. Terkadang, kamu jadi overthinking 

91. Terkadang, kamu ingin pergi ke tempat yang asing tanpa dikenali siapa-siapa

92. Kamu mengalami kegagalan tapi menganggapnya sebagai batu loncatan

93. Kamu menyadari, dirimu bukan siapa-siapa

94. Kamu suka menghabiskan waktu dengan orang yang lebih tua, banyak yang bisa dipelajari dari kisah mereka

95. Kamu mendapat masalah dan mengambil pelajarannya 

96. Kamu suka membuat jurnal

97. Kamu suka mengabadikan momen, entah itu dengan kamera atau tulisan karena suatu saat semua akan menjadi kenangan

98. Kamu mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian

99. Kamu menyadari tidak bisa menyenangkan semua orang

100. Kamu berterima kasih untuk dirimu sendiri karena sudah bertahan sejauh ini.

Rabu, 22 Januari 2025

Review Novel Nemesis - Agatha Christie

Bismillah. Di awal tahun 2025 ini, saya pengin review novel klasik yang sudah lama selesai dibaca saat tahun kemarin. Hanya saja realisasikan review-nya sekarang karena waktu itu kurang niat, mager (malas gerak), dan takut ga bisa review novel ini. Meskipun saya sudah sering review novel tapi masih ga pede (percaya diri), guys! Padahal kan usaha dulu ya, nulis saja, hasilnya nanti belakangan. Tahun, kemarin jarang banget sih saya nulis di blog ini, postingan ga nyampe sepuluh. Apa kabar ya, my readers? Hahaha, geer (gede rasa) banget kayak punya saja:v ya sudah, cukup curcolnya.

Novel ini berjudul Nemesis dari penulis Agatha Christie. Penulis dari Britania Raya a.k.a Inggris ini memang legend dengan novel fiksinya yang sering bercerita tentang detektif. Penulis kelahiran 1890 dan meninggal di tahun 1976 (86 tahun semasa hidup) ini bahkan karyanya masih bisa kita nikmati saat ini. Memang penulis itu abadi ya dalam karyanya, terlebih dia tokoh perempuan yang mendunia. Sebenarnya, saya sudah lama mendengar nama penulis ini sekitar delapan atau sembilan tahun yang lalu tapi baru kali ini pengin menyoba membaca karyanya karena tertarik saat baca blurb di belakang sampulnya. “Biarkan keadilan mengalir bagaikan arus yang kekal,” Waktu itu lagi lihat-lihat banyak buku yang ada di rak Gramedia dalam mall kota saya. Mumpung ada duit THR dari bapak auto beli di malam lebaran itu. Saya nggak langsung sering membacanya, sering mengulur karena memang tengah nggak mood baca atau alurnya yang lambat saat di awal terasa bosan menurut saya. Namun, karena sudah terlanjur dibeli jadi mubadzir kan kalau nggak dibaca terus, hehe. Selesaikanlah apa yang sudah dilakukan, terlebih itu buku dan kupikir sebagus apa sih tulisan penulis yang satu ini?

Ternyata memang nggak diragukan lagi, nggak nyesal lah bacanya. Novel yang terbit pada tahun 1971 ini bercerita tentang seorang wanita tua bernama Jane Marple yang biasa dipanggil Miss Marple mendapat surat dari kawannya sebelum meninggal. Surat itu berisi bahwa dia mesti menyelidiki suatu kasus pembunuhan tapi kawannya nggak kasih clue yang diperlukan. Bayangkan saja seorang nenek yang biasanya baca surat kabar saat petang, menderita rematik, merajut, dapat tugas menjadi detektif untuk mengungkapkan siapa yang terlibat dalam pembunuhan dan di mana terjadi kejadiannya, siapa yang menyangka? Tapi, Miss Marple lebih nggak menyangka kalau dia dapat surat itu dari Mr. Rafiel.

Mr. Rafiel digambarkan punya kepribadian yang kuat, sulit, bahkan kadang-kadang kasar sekali tapi orang-orang nggak benci itu karena dia luar biasa kayanya. Seseorang yang mengumpulkan uang banyak sekali sepanjang hidupnya. Sementara, Miss Marple bukan orang yang kejam, kecuali saat berhadapan dengan keadilan. Dia pernah membuat seorang anak ketakutan saat mendapatinya menyiksa kucing. Miss Marple sering berbincang dengan pikirannya, dan mengakrabkan diri dengan orang di sekitar untuk mendapatkan informasi guna penyelidikannya. Dia bertindak dengan banyak bertanya dan bicara, suka mencari tahu serta amat berhati-hati.

Miss Marple bercerita kalau dia bertemu dengan Mr. Rafiel sekali saja di kepulauan Bahama, yang terletak di Karibia. Mereka hanya sempat sekali-sekali bercakap-cakap, meskipun begitu Mr. Rafiel mempercayakan tugas berat itu ke Miss Marple dengan imbalan yang banyak sekali. Dua puluh ribu pound yang jika dirupiahkan pada zaman itu sekitar dua puluh satu juta rupiah dan lima miliar di tahun sekarang. Meski Miss Marple sudah berumur tapi uang kan memang tidak bisa disia-siakan di umur berapapun.

Mulanya sesuai arahan surat dari Mr. Rafiel, Miss Marple mengikuti sebuah tur “The Famous Houses and Gardens of Great Britain”, yang berlangsung selama dua atau tiga minggu. Miss Marple menumpang bus yang berisi enam belas penumpang. Miss Marple menebak mungkin orang-orang yang ada di dalam bus bisa menjadi bagian petunjuk dari tugas yang akan dilakukannya. Miss Marple mencatat pengamatannya. Miss Marple juga menginap di rumah The Old Manor House sepuluh menit dari hotel yang merupakan instruksi Mr. Rafiel.

Yang saya suka, novel ini mempunyai plot twist. Miss Marple memang cerdas dalam memecahkan kasus misteri ini. Novel ini paripurna dan membuat saya tidak sabar menamatkan beberapa part terakhirnya. Novel ini adalah kaya terakhir dari seorang Agatha Christie di akhir riwayat hidupnya. Kata kawanku yang pernah membaca karya penulis ini,  “Agatha suka menulis cerita yang berbelit-belit supaya karakternya kelihatan pintar. Zaman dulu sih cerita detektif itu susah buatnya jadi begitu ada yang buat dan oke ... ya terkenal lah wkwk. Kalau sekarang mah sudah banyak saingan, jadi harus otentik biar laris.” Hm, sudut pandang yang menarik. 

Intinya, menurut saya novel ini sangat recommended untuk dibaca untuk pembaca dengan umur di atas 17 tahun, meskipun bahasanya baku dan terkadang butuh waktu lama untuk mencerna. Novel dengan tema cinta, kepercayaan, dan pengkhianatan ini punya pesan moral yang penting bahwa keadilan bisa ditegakkan dari kasus lama yang telah terkubur. Ending-nya memuaskan.

Beberapa quotes yang kusuka, “Menyedihkan sekali bila seseorang meninggal pada usia muda. Soalnya banyak yang tak dapat mereka nikmati. Tapi mereka juga terlepas dari banyaknya kesulitan.”

“Cinta. Itu adalah salah satu kata yang paling mengerikan di dunia ini.”

“Dalam hidup ini kita tidak akan berhasil kalau tidak berani mengambil risiko, bila memang perlu.”

“Karena kalau cinta kita cukup besar, kita akan bersedia berkorban, meskipun itu akan menghasilkan kekecewaan atau banyak kesedihan.”

“Kejahatan yang kejam itu sama dengan kanker—tumor yang ganas. Itu menyebabkan penderitaan.”

“Orang merasa malu sekali bila harus mengucapkan terima kasih dan memulai hidup baru lagi.”

“Kebulatan tekadlah yang membawa keberhasilan, bukan?”

“Menurut saya, rasa benci bisa hilang. Kita bisa mencoba untuk seolah-olah mempertahankan rasa benci itu, tapi itu akan gagal. Rasa benci tidak mempunyai kekuatan sekuat rasa cinta.”

“Seks tidak dapat menggantikan cinta. Seks mengiringi cinta, tapi hanya seks saja tidak akan berhasil. Cinta sama artinya dengan kata-kata yang diucapkan pada misa pernikahan. Dalam senang dan susah, dalam keadaan kaya dan miskin, serta dalam keadaan sakit dan sehat. Itulah yang harus dihadapi seseorang, bila dia mencintai seseorang dan ingin menikah dengannya.”

Penggambaran lingkungan rumah Jane Marple

Tanaman merambat yang cepat tumbuh, amat berguna sebagai penutup pagar dan bangunan lainnya yang tidak sedap dipandang. Bunga yang menarik menurutku, karena kecil-kecil, putih. Cantik sekali.

Salah satu halaman favorit saya adalah saat Miss Marple berbicara dengan Clotilde, di mana ketegangan antara kedua karakter sangat kuat.

Sekian, Thankyouu^^

Jumat, 10 Mei 2024

Review Novel Yang Telah Lama Pergi - Tere Liye

Bismillah, aku ingin me-review sebuah novel yang berjudul Yang Telah Lama Pergi oleh Tere Liye. Sedikit intermezzo, alasan kenapa aku suka review novel itu supaya ga mudah lupa dengan alur ceritanya. Aku juga pernah dengar istilah “Baca elit, review sulit” sebenarnya sih it’s okay kalau mau baca saja tanpa review, kan itu hak prerogatif ya.

Cerita bermula ketika Al Mas’ud sang pengembara dari Baghdad, pembuat peta yang ditangkap para perompak di kapal. Ia tengah diadili sebelum dihukum karena dikira merupakan mata-mata kerajaan. Ia selamat karena Biksu Tsing yang punya hubungan baik dengan pimpinan bajak laut Selat Malaka, Raja Perompak.

Raja Perompak bernama Remasut dan mempunyai penasihat arif bernama Pembayun. Pada umumnya, Perompak itu mudah membunuh dan menjarah harta benda milik orang lain. Remasut memiliki visi berbeda, dia berhasil menyatukan para perompak. Mereka memang masih memenggal kepala lawannya, tapi mendahulukan proses pengadilan di geladak kapal untuk memberikan kesempatan lawan membela diri. Raja Perompak mengumpulkan kelompok kapal suku ‘Orang Laut’ yaitu suku Lambri dan Visayan. Raja Perompak juga memiliki keempat Hulubalang serta tabib, koki, hakim bahkan pemusik.

Remasut tentu memiliki peristiwa di masa lalu yang menjadi motivasi terbesar di hidupnya dan menjadikan dia seperti sekarang. Peristiwa itu diceritakan oleh Pembayun. Jadilah Mas’ud berada di kapal perompak sekarang, menjadi penasihat muda. Mas’ud juga berlatih pedang dengan samurai, Emishi. Raja Perompak berniat menyerang Kerajaan Sriwijaya dan hal pertama yang ia lakukan justru strategi untuk melumpuhkan armada kerajaannya terlebih dahulu dari utara, timur, barat dan selatan. Remasut juga meruntuhkan benteng Kota Panai yang dekat dengan kerajaan tanpa menyakiti penduduknya dari solusi Mas’ud.

Cerita ini memiliki plot twist, terutama di bagian ending. Gaya narasinya mudah dipahami. Novel ini memiliki banyak kelebihan terutama di bagian strategi bertempur. Kekurangannya, karakter dibuat seakan terlalu sempurna bahkan tidak manusiawi atau bahasa sekarangnya OP (Overpowered). Pesan moral banyak terdapat dalam quotes yang tertera.

"Tubuhmu kurang turun, agar saat maju atau mundur kepalamu tetap stabil. Kakimu terlalu lebar, bahkan kambing bisa berlarian di bawahnya. Setiap pemain pedang yang lihai, dia memiliki kuda-kuda yang kokoh." -Emishi.

"Agar perompak lain menghormatimu. Respek tidak diberikan gratis, Al Baghdadi. Kamu harus mendapatkannya sendiri dengan bertarung. Raja Perompak memberikanmu kesempatan terbaik." -Emishi.

"Perompak mungkin saja tidak pernah punya niat baik, Al Baghdadi. Mereka hanya tahu soal menjarah, merampok. Tapi kadang kala, saat sesuatu yang terlihat kejam, jahat terjadi, boleh jadi ada kebaikan di dalamnya. Hikmah, bukankah begitu bangsa kalian menyebutnya? Ada hikmahnya." -Pembayun.

Aku tahu kenapa Biksu Tsing menyelamatkanmu, Al Baghdadi.... Dia tahu, kamu bukan hanya pembuat peta. Kamu memiliki sesuatu yang dibutuhkan dalam rencana ini. Kamu peduli. Dan kamu berani menunjukkan kepedulian itu. Lihatlah, kamu nekat melawan Raja Perompak. Bahkan Hulubalang terkencing-kencing jika Raja Perompak membentak seperti tadi. Kamu tidak. Kamu memang takut, wajahmu pucat pasi, tapi demi penduduk Kota Panai, kamu menyingkirkan rasa takut itu. Bukankah itu yang terjadi tadi?" Pembayun.

"Untuk mempercepat prosesnya, mereka juga menggunakan strategi menghasut. Itu trik kuno yang licik. Tapi siapa yang akan meributkan moralitas? Semua sah dilakukan saat perang."

Raja Perompak, di antara mitos, legenda, cerita-cerita hebat tentangnya, dia tetap seorang manusia. Dan hari ini, dia kehilangan sepupunya, satu-satunya keluarga yang dia miliki di muka bumi. Dia memang Raja Perompak, memimpin ribuan perompak yang suka menjarah, membunuh, penjahat. Namun di dalam dirinya, dia tetaplah manusia yang punya perasaan. Masih ada kebaikan di sana. Siapa yang lebih mulia dari raja-raja munafik. Seolah-olah mulia, seolah-olah dia peduli pada rakyat, namun kenyataannya dia egois dan jahat."

"Rencana yang matang, persiapan yang matang, adalah kunci memenangkan pertempuran besar."

"Kamu akan membahayakan dirimu sendiri di luar sana, Al Baghdadi. Kamu akan terlempar oleh ombak. Sekali kamu masuk laut, nasibmu tamat. Aku tidak mau kehilangan temanku." -Pembayun.

"Aku tahu hidupmu penuh dengan ujian. Kegagalan. Kehilangan. Rasa sakit. Kecewa. Marah. Datang silih berganti. Tapi ketahuilah, kamu bukan lagi anak kecil yang terapung-apung sendirian di atas gentong kayu. Kamu sekarang adalah pemuda cerdas, berpengetahuan, berani, dan pandai bertarung. Semua masa lalu itu. Semua kehilangan. Rasa sakit. Peluk erat-erat, Remasut. Karena kalau pun kita kehilangan, gagal, tidak mendapatkan apa pun, kita tetap memperoleh sesuatu yang spesial. Menemukan sesuatu yang berharga. Pelajaran. Dan boleh jadi itulah yang penting dan abadi. Atau boleh jadi, itulah yang sedang membentuk karakter, masa depanmu. Kamu sedang disiapkan untuk sesuatu yang besar tadi. Aku percaya, suatu saat, kamu akan menemukan ketenang lan hidup, Remasut. Atau setidaknya, tahu pasti apa yang akan kamu lakukan....." -Tsing.

"Aku melatihmu untuk mampu bertahan atas serangan sesulit apa pun. Dan itu sangat penting. Ingatlah, samurai terbaik di dunia adalah samurai yang bahkan tidak pernah memulai menghunuskan pedang lebih dulu. Dia hanya bertahan. Dia mungkin akhirnya membunuh lawan, tapi dia bertahan. Itulah yang sedang kuajarkan kepadamu, Al Baghdadi. Agar anakmu kelak, masih mengenali ayahnya, seorang pembuat peta. Agar istrimu nanti, masih mengenali suaminya, seorang laki-laki yang tidak berlumuran darah. Berdiri." -Emishi.

"Tenang saja, pengkhianat tidak akan mengkhianati orang yang akan membantunya membalaskan dendam." -Pembayun.

"Aku datang tidak untuk membalaskan dendam, Khan. Aku datang karena inilah takdirku. Dan aku dengan senang hati menjalaninya. Seperti sungai yang mengalir. Mungkin. Aku kalah. Atau aku menang. Tapi apa pun hasilnya, dengan senang hati aku menjalani takdirku. Berusaha melakukan yang terbaik." -Emishi.

Sabtu, 30 Maret 2024

Kematian Itu Niscaya

Aku nggak pernah menyangka jika mendengar kabar tentang seseorang yang telah meninggal. Padahal aku tahu, kematian adalah niscaya untuk setiap makhluk yang merasakan hidup. Teringat, aku pernah menelpon seseorang meminta bantuannya untuk mencari data proposal KTI-ku dan beliau menyanggupinya. Kepekaan beliau juga pernah menyelamatkanku saat hampir tenggelam. Aku nggak bisa membayangkan kalau saja Allah nggak menolongku melalui perantara beliau waktu itu. Hanya saja, aku nggak berekspektasi kalau beliau dijemput oleh-Nya secepat itu. Memangnya, siapa juga yang tahu kapan seseorang akan meninggal?

Guru favoritku saat SMP juga lama telah berpulang. Aku masih ingat apa yang beliau ceritakan dan bagaimana cara mengajarnya di kelas. Beliau orang Surabaya yang lama di Aceh dan kalau tidak salah punya nomor telepon sudah puluhan tahun dipakai. Aku tahu beliau pernah membeli jajanan risolku saat pentas seni. Beliau juga pernah bilang di depan teman sekelas kalau jawabanku tentang cara kerja ‘Pegadaian’ benar. Banyak teman yang nggak punya jawaban sepertiku karena tidak ada di buku. Ada teman yang bilang, aku mirip dengan beliau karena sukuku juga Jawa.

Guru di waktu SD juga merupakan orang yang ceria tiba-tiba ada masalah pada kesehatannya. Aku pernah mengunjungi ibu itu di RS, beliau terlihat bersikap tegar, asyik bercerita dan masih menyunggingkan senyuman. Entah aku yang berlebihan atau bagaimana, beliau mungkin senang dijenguk lalu mengajak foto bareng dengannya untuk dipamerkan ke ibuku. Beliau sering pindah dan lama di rumah sakit sampai Allah memanggilnya.

Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” QS. Ali Imran: 185.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” QS. An Nisa’: 78.

Aku pernah memimpikan mereka yang sudah meninggal, rasanya begitu dalam karena aku tidak bisa bertemu dengan mereka lagi saat masih di dunia ini. Entah namanya alam bawah sadar atau apa tapi aku percaya itu datangnya dari Allah. Aku hanya bisa mendo’akan, semoga mereka yang sudah meninggal ditempatkan di tempat yang layak dan terbaik sisi-Nya. Orang-orang baik yang pernah kukenal, semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan. Insya Allah, kami akan menyusulmu.


Lhokseumawe, 19 Februari 2024.

Jumat, 01 Maret 2024

Kutipan Pentingnya Menuntut Ilmu

Bismillah … Aku ingin membagikan kutipan pentingnya menuntut ilmu dalam buku yang pernah kubaca setahun lalu. Aku tahu buku Muslim Hebat: Mengubah Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa oleh Abu Umar Abdillah dari kakak asrama. Aku paham nggak semua orang suka diberi kata-kata motivasi, tapi harapannya kutipan ini bisa memotivasi buat yang membutuhkannya, khususnya aku sendiri. 

"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS al-Mujadalah 11).

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Barang siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke jannah." (HR Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan).

أَخِي لَنْ تَنالَ العِلْمَ الأَبِسِيَّةٍ سَأُنْبِئُكَ تَفْصِيلَهَا بِبَيَانٍ ذَكَاءٍ وَحِرْصِ وَاجْتِهَادٍ وَدِرْهَمٍ وَصُحْبَةِ أُسْتَادٍ وَطُولِ زَمَانٍ

"Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam hal, akan saya jelaskan rinciannya dengan jelas. Dengan kecerdasan (berfikir), tamak terhadap ilmu, kesungguhan, dirham (biaya), berguru kepada ustadz dan waktu yang panjang." -Imam asy-Syafi'i.

"Barangsiapa yang tidak pernah merasakan pahitnya mencari ilmu, niscaya dia akan mengenyam pahitnya menjadi orang bodoh sepanjang hayat." -Imam asy-Syafi'i rahimahullah.

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيدْ صُيُؤْدَكَ بِالْجِبَالِ المُؤْثِقَهُ وَمِنَ الجَهَالَةِ أَنْ تَصِيْدَ حَمَامَةً وَتَتْرَكُهَا بَيْنَ الأَوَانِسَ مطلقه

"Ilmu adalah buruan, sedangkan catatan laksana tali pengikat Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat Adalah tindakan bodoh jika Anda menangkap merpati lalu Anda biarkan ia terlepas bersama kawanannya" -Imam asy-Syafi'i.

"Ilmu tidak akan didapat dengan berleha-leha." - Yahya bin Abi Katsier.

"Jika kamu mendengar suatu ilmu maka tulislah, meskipun (jika tak ada kertas) di dinding, itu lebih bagimu, karena suatu saat kamu pasti membutuhkannya." -Imam asy-Sya'bi.

"Segala puji bagi Allah, karena wahyu yang diturunkan pertama kali adalah ayat-ayat yang penuh barakah tersebut. Ini merupakan rahmat, sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya." Beliau juga mengatakan, "Terkadang ilmu hadir dengan berfikir, terkadang dengan lisan, dan terkadang dengan tulisan." Lalu beliau menambahkan sebuah atsar, "Ikatlah ilmu dengan catatan." -Ibnu Katsier.

"Carilah hatimu di tiga keadaan; saat mendengarkan al-Qur'an, saat berada di majelis ilmu dan saat menyendiri bermunajat kepada Allah. Jika kamu tidak mendapatkan hatimu di sana, mohonlah kepada Allah untuk memberikan hati untukmu karena kamu tidak memiliki hati." -Abdullah bin Mas'ud.

Syukran katsiran.

Sabtu, 24 Februari 2024

Merasa Menyesal Karena Mengenal Seseorang?

Sebuah tweet dari akun centang biru tertulis, @anyaselalubenar “Kadang suka nyesel nggak sih? Mending nggak usah kenalan sekalian, jadi nggak sedalam itu”.

Aku jadi mikir, itu benar. Aku juga pernah merasakan menyesal mengenal seseorang. Bukan karena dia nggak baik, tapi kenapa akhirnya dia hilang? Itu membuatku sulit melupakan tentangnya. Seharusnya dari awal aku menyadari, bahwa konsekuensi setelah pertemuan itu kepergian. Orang-orang bebas datang dan pergi sesukanya.

“Orang itu sulit dilupakan karena sudah memberi kenangan indah untuk yang pertama kalinya”.

Ya, aku setuju dengan itu. Kenangan itu indah tapi kenapa rasanya bisa menyakitkan? Lantas, apa gunanya kenangan? Bolehkan aku membenci kenangan?

Kata orang, “Pengalaman adalah guru terbaik”. Mungkin, ini semua bisa menjadi pembelajaran untukku. Kalau nggak ketemu dia aku nggak dapat pengetahuan baru. Ya, ambil baiknya saja. Bagaimanapun dia juga pernah baik sama aku. Jadi, terima kasih kesempatannya menjadi bagian yang kuikhlaskan di kehidupan ini. Sebuah bekal untuk aku melangkah lagi.

Aku sendiri juga pernah membuat seseorang menyesali karena pernah mengenalku. Saat mendengar dia mengatakannya, jujur merasa sedih dan ingin marah. Namun, aku jadi tahu “Oh jadi seperti ini rasanya disesali seseorang sebab mengenalku. Begitu juga saat mengatakan ke seseorang kalau aku menyesal mengenalnya, mungkin dia akan merasakan hal yang sama tidak menyenangkan itu.

Teringat, perkataanku ke seseorang, “Aku tidak pernah membayangkan kalau kita bisa saling mengenal.” Yang dijawab, “Tidak usah dipikirkan itu takdir.”

Benar seperti hadist,

كَتَبَ اللهُ مَقَادِيْرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ.

“Allah telah mencatat seluruh takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi” HR. Muslim, Thirmidzi dan Abu Dawud.

Semua hal di dunia ini sudah ditakdirkan termasuk saat kita mengenal seseorang. Sebagai seorang muslim/muslimah kita mengimani percaya takdir-Nya. Berikhtiar (memilih dan menentukan) apakah menyesal atau bergembira karena pernah mengenal seseorang.



Minggu, 18 Februari 2024

Cerita Pengalaman Saat Sidang KTI

Bismillah … Sidang KTI (Karya Tulis Ilmiah) itu pada 19 Mei 2023, kurang dari tiga bulan setelah aku seminar proposalnya. Entah takdir atau bagaimana, hari saat sidang KTI itu sama seperti sempro yaitu Jum’at. Namun, jujur di antara kumpulan hari aku memang menyukai Jum’at karena banyak berkahnya dalam Islam. Aku sangat berharap pada-Nya, di hari Jum’at yang berkah bisa membawa kegiatan pentingku berjalan dengan lancar. Kegiatan itu entah kenapa juga berdekatan dengan kegiatan lain yang tidak kalah pentingnya. Seperti waktu itu setelah sempro, Sabtu malamnya ada kegiatan SURAU (Silaturahmi Aneuk Asrama IPAU). Ahad pagi, kami juga mengadakan acaranya di Pantai Lampuuk. Aku ada di sana sampai setengah hari sebelum pamit bersama dua teman seperkuliahan untuk pulang ke Asrama. Besoknya, kami harus ada di Lhokseumawe untuk mata kuliah PPKM. Bukan singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat karena itu sudah dicabut Presiden saat Desember 2022, tapi ini Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Sabtu nantinya juga setelah aku sidang KTI, dari Banda Aceh harus ke Medan untuk mata kuliah PKL (Praktik Kerja Lapangan) di Rumah Sakit.

Data penelitian sudah kulakukan dari Februari. Seperti pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, sembari PPKM di Puskesmas, aku juga melakukan penelitian di sana. Hal itu karena ide Dosen Pembimbing yang baik hati, beliau menyarankan tempat penelitianku di Puskesmas itu. Memang proposal penelitianku di Lhokseumawe, tapi bukan di Puskesmas melainkan di salah satu desa. Namun, sekarang jadi dipermudah, aku merasa bersyukur. Penelitian juga tanpa mengeluarkan biaya karena menggunakan fasilitas Puskesmas dan dilakukan selama kami PPKM yaitu dua pekan.

Jujur judulku sangat mudah, karena aku sangat menyadari kalau bukan orang yang pintar-pintar amat. Sering aku merasa tidak percaya diri saat ditanya apa judulku, selalu bilang juga ‘Judulku mudah’. Sama sekali tidak ada niat untuk sombong karena seperti kata kakak sepupu “Untuk apa sombong, apa pula yang disombongkan”. Menurutku juga, yang penting aku suka dengan mata kuliah: Kimia Klinik terkait penelitiannya. Aku pernah dengar kalimat, "Skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Skripsi juga nggak akan mengubah dunia, ya setidaknya sampai sejauh itu. Lalu, akan berakhir lama di Perpustakaan." Teman KKL (Kuliah Kerja Lapangan) program studi Keperawatan yang pertama kali kukenal saat bulan Maret juga bilang judulku mudah. Dia bilang, judul yang ia punya juga mudah karena tentang ‘Jiwa’ atau bisa dibilang bagian dari Psikologi karena memang banyak diminati mahasiswa di prodinya. Aku setuju dengannya karena berpikir kalau di prodiku juga banyak mahasiswa yang nilainya tinggi  dan sangat pintar tapi mengambil judul yang mudah. Aku nggak tahu alasannya, mungkin karena mau praktis saja ya sepertiku, tapi ada juga mereka yang mengambil judulnya susah. Susah karena penelitiannya membutuhkan banyak prosedur, waktu dan biaya untuk dilakukan. Salut kepada penelitian mereka, belum tentu aku bisa mengerti dan melakukan itu meskipun kami seprodi.

Aku banyak dibimbing oleh Dosen pada bulan April, tepatnya pada bulan Ramadhan. Di saat banyak Muslim dan Muslimah lainnya fokus beribadah aku selalu berkutat pada laptop. Hal yang paling kusukai saat itu adalah Shalat Tarawih di Masjid. Kapan lagi perempuan khususnya aku bisa shalat berjamaah di Masjid selain saat bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri serta Adha. Soalnya seperti hadits, perempuan baiknya shalat di rumah. Jujur, di Masjid aku merasa sangat tenang dan damai, aku tidak perlu memikirkan tentang dunia selama di sana. Aku bersyukur, letak Asrama dekat dengan Masjid sehingga aku bebas berjalan kaki dari qabla Isya sampai ba’da tarawihnya pukul 10 malam karena 20 rakaat. Meski, kata Ustadz shalat ba’diyah Isya lebih besar pahalanya daripada tarawih.

Kata temanku, sebenarnya kalau lebih berusaha lagi aku bisa sidang KTI di bulan April karena memang penelitian sudah siap dan tidak banyak revisi lagi, meskipun setelah sidang kemudian catatan saran terisi penuh. Mereka yang sidang KTI saat Ramadhan memang bagus karena bisa selesai sebuah tanggung jawab, bahkan saat lebaran nanti tidak ada beban pikiran. Aku sendiri memang tidak ingin terburu-buru tapi punya target harus bisa sidang KTI sebelum PKL di luar kota dan syukur Alhamdulillah tercapai.

Hari itu, berakhir pula kami PKL selama tiga pekan di RS : Kelas A Pendidikan, hari yang sama aku sidang KTI. Sebelumnya, seorang teman yang dosen pembimbingnya sama denganku juga ingin daftar sidang saat hari di mana jadwal aku sidang KTI. Aku nggak keberatan kalau sidangku dipercepat satu jam supaya dia bisa setelahku tapi sepertinya Dosen Pembimbing ada yang tidak bisa. Aku hoki karena lebih dulu daftar, rupanya ada yang tidak mendapatkan ksesempatan sama. Sepertinya, saat itu ada antara empat atau lima orang yang akan sidang KTI.

Aku minta izin kepada kakak petugas Laboratorium karena mengikuti PKL-nya sampai jam 12 siang atau sebelum shalat Jum’at yang biasanya selesai ba'da Ashar karena akan sidang KTI jam 3 siang nanti, mereka mempersilahkan. Kakak petugas Lab juga terus mengingatkan ‘Sudah jam berapa?’ supaya tidak lupa atau ketinggalan akan jadwal sidang KTI-nya. Mereka juga berpikir kayak ‘Sempat-sempatnya’ mengingat besok lusa kami juga sudah berada di Medan.

Sesampainya di Kampus, tiba-tiba saja aku disambut sebuah peluk dari seorang teman yang selesai sidang KTI jam 9 pagi tadi. Jujur, aku agak canggung juga karena tidak terbiasa terlebih merasa tidak dekat sekali dengannya tapi juga tetap membalas pelukannya. Kupikir setelahnya ,ternyata pelukan itu menyenangkan. :> Dia terlihat sangat bahagia dan lega, aku juga bilang ‘Selamat’ kepadanya dan ia menyemangatiku.

Aku tidak sendiri saat itu karena ada dua teman lainnya juga sidang di jam yang sebelum dan sama denganku tapi beda ruang. Kami saling membantu dari mulai menyiapkan laptop dan proyektor. Hingga tibalah saat sidang KTI-ku berjalan satu jam juga seperti sempro. Aku tahu tidak berjalan dengan lebih baik dari sempro sebelumnya. Ada bagian di mana aku disuruh para Dosen Penguji yang dua di antaranya Pembimbingku, untuk keluar sebentar dari ruang sidang karena mereka mau kompromi apakah bisa meluluskanku atau tidak. Setelah keluar, aku melihat seorang teman selesai sidang karena dia mulainya jam 2 siang tadi. “Nggak apa-apa itu, aku juga tadi disuruh keluar.” Katanya, menenangiku. Setelah itu, aku pun kembali masuk ke ruang sidang setelah dipanggil Dosen. Dalam hati, “Rasanya tidak ingin lagi masuk.’

Syukur Alhamdulillah, aku ‘Lulus’ kata Dosen Penguji, meskipun seperti yang telah kupikirkan nilainya lebih berkurang dari saat sempro tapi juga masih A. Tidak lupa, meminta temanku yang tadi di luar untuk dokumentasi Dosen memakaikan selempang untukku dan kami pun berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Sebenarnya, aku tidak ingin membesar-besarkan hari itu, karena aku menganggap untuk menyelesaikan salah satu mata kuliah saja. Namun, teman dekatku di Asrama sekaligus sekelas juga memberi hadiah dan aku tidak pernah berekspektasi itu. Teman-teman asrama juga datang ke kampus untuk merayakanku setelah sidang KTI. Memang, sebelumnya karena teman dekatku berkata, “Kamu nggak bilang tiba-tiba besok sidang KTI-nya, itu pun aku tahu dari grup angkatan. Kamu juga nggak undang teman asrama? Sombong, lah.” Aku berpikir, ‘Masa sih sombong?’ Tapi, akhirnya aku kirim juga undangan lewat chat WhatApp ke teman asrama yang sering berinteraksi saja denganku karena malu kirim ke kakak senior. Aku merasa sidang yang akan kulakukan nggak sesempurna itu. Teman dekatku membalas chat, “Akhirnya, dapat juga undangan meskipun tengah malam.” Beserta emoji tertawa. “Karenamu ini.” Balasku. Bahkan, ada yang tiba-tiba menghampiriku yang tengah duduk di Sofa. “Hah, kamu besok sidang ya?!” Katanya. “Iya.” Jawabku, pendek. Terkadang aku berpikir, ‘Mungkin, apa karena aku tidak seheboh mereka ya saat sebelum sidang?’

“Terima kasih ya, karena sudah mau datang. Pakai bawa hadiah segala, jadi terharu.” Kataku kepada teman asrama. “Kan kita merantau, sama-sama di Asrama. Orang tua nggak mungkin datang ke sini, jadi merayakannya bersama teman.” Jawabnya. Tidak lupa kami juga mengambil foto. “Kalau kamu nggak bilang soal ‘undangan’ aku nggak dapat hadiah dan foto kenangan seperti ini.” Kataku kepada teman dekat, dia tersenyum kemenangan.



Sabtu, 17 Februari 2024

Beberapa Lagu Religi yang Kusukai dan Menginspirasi

Kalau pertama kali mendengar lagu, kamu fokus ke lirik atau nadanya? Yeah, apapun itu setiap lagu pasti punya tempat tersendiri di pendengarnya. Bahkan, ada yang memasukkan seseorang ke dalam lagu. Jadi, saat mendengar lagu tertentu ia jadi merasa flashback, mengenang masa lalu dan gagal move on deh wkwk. BTW jujur, sebenarnya aku sendiri tidak ingin menjadi orang yang terlalu berlarut dalam lagu karena takut lalai. Namun, nggak bisa aku pungkiri banyak lagu bagus yang liriknya mengajak pesan kebaikan, seperti lagu genre religi. Lirik indah yang bisa menggerakkan semangat seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana. Berikut beberapa lagu religi yang kusukai dan menginspirasi.


1.     1. Muhasabah Cinta – Edcoustic

Lirik dalam lagu ini menceritakan tentang seseorang yang diberi ujian berupa sakit, ia merasa sangat lemah dan menyadari ternyata sehat adalah sesungguhnya nikmat. Ia intropeksi diri kalau sebelumnya kurang akan rasa syukur. Kini, ia memohon ampun atas salahnya, berharap cinta-Nya dan tawakal. Meminta diberi kekuatan dan jika meninggal dipertemukan dengan Ilahi. Sepotong lirik,

“Tuhan baru kusadar

Indah nikmat sehat itu

Tak pandai aku bersyukur

Kini kuharapkan cinta-Mu

Kata-kata cinta terucap indah

Mengalir berzikir di kidung doaku

Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku.” TKP

 

Edcoustic, grup nasyid dari Bandung pada tahun 2002 dan lagu ini dirilis tahun 2008. Salah satu personilnya Aden yang juga merupakan penulis lirik lagu ‘Ketika Cinta Bertasbih – Melly Goeslaw feat. Amee’, telah meninggal. Al Fatihah buat beliau.

 

2.     2. Seharusnya Terlambat (OST. Jangan Buat Aku Berdosa)

Lirik dalam lagu ini bercerita tentang seorang Muslimah yang tengah menyukai lawan jenisnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu, tapi seharusnya perasaan tersebut tidak terlalu terbawa di luar ikatan halal sehingga bisa menimbukan dosa. Muslima ini tidak menyalahkan orang yang membuat ia jatuh hati dan perasaan yang di luar kendalinya. Pada akhirnya Tuhan yang tahu bersama siapa takdirnya.

“Tak sepenuhnya salahmu

Hatiku lemah jauh darinya

Menahan takdir kedatanganmu

Bukan kuasaku

Meski kadang tak rela

Cintamu seharusnya terlambat

Pada siapa hati kan halal

Tuhan yang tahu.” TKP

 

Soundtrack ini dari film Jangan Buat Aku Berdosa yang kurekomendasikan banget untuk ditonton. Tentang nggak boleh pacaran, pentingnya jilbab syar’i dan mesti mengikhlaskan. TKP

 

3.     3. Menuju Syurga Mu – El Banat

Cerita dalam lirik lagu ini yaitu seseorang yang merasa hampa bila jauh dari Tuhan. Cobaan yang datang di dalam hidup, membuatnya menguatkan hati. Ia juga berharap Tuhan membimbingnya menjadi hamba yang menuju surga-Nya.

“Kubuka lembaran baru, kukuatkan ketaatan

Teriring tobat keinsyafan

Oh Tuhan bimbinglah kami ini menjadi hamba sejati

Menuju syurga Mu.”  TKP

 

Lagu ini dipublikasikan pada tahun 2017 oleh El Banat, yang keempat anggotanya dari SMAIT Jambi. 

 

4.     4. Jangan Salahkan Hijabku – Shohibatussaufa

Seperti judulnya, lirik dalam lagu ini menegaskan untuk jangan menyalahkan hijab seorang Muslimah bila tingkah lakunya salah atau ada perkataan yang menyakiti hati. Muslima ini memakai hijab karena mengikuti perintah Allah dan bukti cinta pada-Nya meskipun, sembari proses belajar untuk mengubah tingkah lakunya menjadi lebih baik. Muslimah bisa saja salah tapi hijab itu nggak pernah salah.

“Jangan, jangan, jangan salahkan hijabku kalau begitu

Aku terus-terus belajar untuk ubah tingkah laku

Berhijab caraku untuk lebih baik

Muslimah terbaik sudah tentulah berhijab.” TKP

 

Mungkin untuk saat ini segitu dulu, insyaAllah kalau ada lagi kutambahkan.