Kamis, 30 Juli 2026

Beberapa Kutipan dari Berbagai Film Indonesia

"Gue ngerasa ya Gus, kita itu kan nggak bisa ya sepenuhnya ngerti perasaan orang, jadi, dengan ngasih bunga itu kayak ngasih tanda kalau kita itu berusaha ngerti keadaan lu dengan bunga yang kita kasih." -Hana.

"Menurut gue ya Gus, yang berat dari berduka itu hidup harus berjalan terus kan. Padahal kitanya lagi nggak mau jalan." -Hana, di Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023). 24.1.25


"Buat mamakku aku berharga."

"Kalau mereka permainkan, kita permainkan balik."

"Bagus ya pemandangan Danau Toba." "Biasa aja, tapi jadi bagus karena melihatnya sama kalian."

"Jangan lupa mikirkan diri sendiri ya."

"Kawin itu hanya butuh persetujuan orang yang dikawinin pak. Persetujuan sisanya itu ga penting." -Domu.

"Nggak ada yang sia-sia. Aku kan jadi pintar. Cuma anaknya yang pintar yang berani melawan bapaknya yang kolot." -Gabe.

"Ini hidupku pak, biarkan aku milih apa yang bikin aku bahagia." -Gabe, di Ngeri-Ngeri Sedap (2022). 23.12.24


"Ngapain sih memaksakan sesuatu yang kau nggak mampu."

"Sayang lho energimu, bukannya dipake buat mikirkan gimana berhasil, malah dipake buat mikirkan hal yang nggak penting." -Naomi. 

"Dekati dulu kita selami hatinya, kalau sudah sampai dasar nggak ada yang nggak mungkin." -Jegel, di Agak Laen (2024). 6.12.24


"They only want to see with their eyes but not their heart."

"Nggak ada yang di dunia ini yang abadi, Cahaya."

"You can't run away from your problems."

"Regret will always find you in the end."

"It doesn't mean that I'm going to be like you, or that you're going to be like me. You are you."

"Whatever you do in life... it's not about right or wrong. It's just the path you take in life. "

"It's not about how to avoid or get away from the rain. It's about how you enjoy playing in the rain." -Syaiful, di Lovely Man (2011).


"Keluarga mungkin meninggalkanmu, tapi cintanya kan selalu menyertai sisa perjalananmu." Hello Ghost (2023).


"Kalau aturan kebanyakan malah menghambat kemajuan." -Sherina, di Petualangan Sherina 2 (2023).


"Orang biasa kayak gue tuh, mau mimpi aja harus tahu diri ternyata." -Kaluna, di Home Sweet Loan (2024).

Kutipan dari Drakor Dr. Romantic (2016)

"Aku tahu kau berusaha keras dalam bekerja. Tapi jangan hidup seperti orang bodoh. Jangan lupakan tujuan kita hidup." -Kim Sabu.

"Yang perlu kau lakukan adalah melakukan yang terbaik dengan belajar." -Kim Sabu.

"Kau pikir bisa melakukan yang terbaik dengan melamun?" -Kim Sabu.

"Orang kehilangan nilai mereka demi diakui orang lain."

"Orang terlalu sibuk mencari nafkah sampai tak memahami lagi apa itu kehidupan."

"Lebih baik direndahkan daripada diabaikan." -dr. Yun.

"Prinsip takkan berubah dalam keadaan apapun." -Kim Sabu.

"Yang lebih buruk dari kegagalan adalah penyesalan." -Kim Sabu.

"Kecuali kau berubah, tak ada yang berubah." -Kim Sabu.

"Kau tahu kenapa uangku banyak? Itu karena aku pandai menilai orang."

"Merasa pahlawan padahal hanya melakukan tugas." -Kim Sabu.

"Kau akan hidup jika ditakdirkan hidup." -Kim Sabu.

"Balas mereka dengan kecakapanmu, bukan amarahmu." -Kim Sabu.

"Berapa lama kau pikir kau akan hidup? Hanya beberapa dekade. Kenapa kita berpisah?" -Kang Dong-joo.

"Kenapa mengusir orang yang kau suka? Kau harus pergi denganku atau memintaku tinggal." -Kang Dong-Joo.

"Tak ada rasa hormat pada kehidupan atau harga diri manusia di sana (perang)."

"Kau tak bisa takut karena hal yang belum terjadi. Bagaimana kau akan merawat pasien dengan pola pikir itu?" -Kim Sabu.

"Musik itu sangat lucu. Itu memutar balik waktu."

"Serta di balik setiap awal, ada penyebab dan motivasi."

"Jangan pernah berhenti bertanya, tentang mengapa kita hidup dan untuk apa kita hidup. Pada saat kau berhenti bertanya, keromantisan dalam hidup akan berakhir."

"Entah kau inginkan atau tidak, kau tetap harus hadapi kenyataan yang berada di depanmu."

"Bahwa keputusanku adalah urusanku." -Do In-bum.

"Kau tahu, apa hal tersulit di dunia ini? Mengalahkan dirimu sendiri."

"Terkadang, lebih baik menerima kenyataan daripada mencari kebenaran yang terdengar seperti kebohongan." -Kim sabu.

"Kau tahu, apa hal termudah di dunia ini? Menghancurkan sebuah hubungan. Tidak diperlukan uang atau usaha. Kau bisa lakukan dengan satu kata." "Kau sedang dibodohi saat ini." -Dirut Do.

"Hal paling menakutkan di dunia adalah bibit keraguan."

"Perlawanan terkuat di dunia adalah maju menuntaskan pekerjaanmu tanpa ragu, bagaimanapun kondisinya."

"Dunia tempat ucapan orang berkuasa dianggap sebagai fakta sedangkan perkataan orang tak berdaya dianggap rumor liar."

:Kau bukannya hanya terus menunjukkan kesalahannya. Kau terus menghina karakternya." -Tn. Park.

"Dikoreksi dan dipandang rendah adalah dua hal yang berbeda." -Tn. Park.

"Aku dimarahi saat membuat kesalahan besar, tapi tak pernah dipandang rendah sebagai pribadi. Orang akan sering begitu jika kau membiarkannya. Mereka pikir itu tak apa-apa." -Tn. Park.

"Orang lebih dekat setelah bertengkar." -Suster Oh.

"Jangan merendahkan dirimu dengan menjadikan dirimu bisa dibuang." -Kim Sabu.

"Melihat guru Kim amat percaya diri artinya dia sudah tahu caranya." -dr. Yun.

"Aku berusaha tak terintimidasi olehmu." -dr. Yun.

"Caramu melihat hidup berubah begitu kau berusia 40-an."

"Dia muda, tapi berpengalaman." -Kim Sabu.

"Dia cekatan." -dr. Kang.

"Jika hidup bukan sebagai siapa-siapa, itu mempertahankan harga dirimu? Jika tak punya kekuasaan, bagaimana mempertahankan nuranimu?" -Kang dong Joo.

Bonus:

"Jika tak bisa mencari nafkah, mereka akan mengkhianatimu dan menghujanimu dengan batu." -Dirut Do, di Dr. Romantic 2 (2020).

"Jika ada yang tak mengangkat telepon saat bekerja, hubungi atasan." -Kim Sabu, di Dr. Romantic 2 (2020).

Mengenal ATLM, Profesi yang Sering Disalahpahami Masyarakat

Di rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya setiap profesi memiliki sebutannya masing-masing. Namun, berbeda dengan profesi yang satu ini.

Lulusan kedokteran disebut dokter, lulusan keperawatan disebut perawat, lulusan kebidanan disebut bidan, sedangkan lulusan farmasi disebut apoteker. Berbeda dengan profesi di laboratorium yang justru jarang dikenal masyarakat. 

Salah satu tenaga kesehatan penunjang ini sering membuat orang awam salah kaprah, seperti: ATLM, dibaca A-Te-El-Em, singkatan dari Ahli Teknologi Laboratorium Medis, dulu namanya Analis Kesehatan diganti untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Jadi lebih keren sih namanya, tapi tetap aja rumit, di dunia nyata sering dipanggil "Orang Lab" suka duka jadi ATLM a.k.a orang lab?

1. Karena Bekerja di Belakang Layar, Jadi Keuntungan buat Tipe Kepribadian Introvert 

Lain halnya dengan Dokter, Perawat, Bidan yang langsung menghadapi pasien setiap hari, tapi ATLM sering tak terlihat karena di belakang layar. Hal itu membuat saya bersyukur, sebagai orang yang introvert.

2. Bekerja Dengan Alat-alat Canggih yang Mahal

Waktu kuliah selalu praktikum dengan alat manual dan sederhana, sekarang sudah otomatis. Bayangkan saja, untuk mengetahui hasil hemoglobin, trombosit, leukosit, dll dari sampel darah pasien menggunakan alat hematology analyzer sudah jadi dalam waktu 2-3 menit.

3. Partner Kerja di IGD

Pada banyak kasus di IGD, sampel darah pasien dapat diambil bersamaan saat pemasangan jalur infus sehingga pasien tidak perlu ditusuk berkali-kali. Selain meminimalkan rasa sakit, hal ini memudahkan kami sebagai ATLM. Kecuali, jika sampel darah pasien tidak bisa ditampung (biasanya karena dehidrasi), kami mengambilnya.

4. Julukan Tidak Tertulis "Vampir Rumah Sakit"

Karena tiap pagi nyampling (pengambilan darah) pasien di ruang rawat inap, pernah ada yang menyebut vampir. Saya sendiri tidak masalah dipanggil itu, yang lebih parah menurut saya dipanggil Perawat, Bidan, bahkan Dokter.

5. Pertanyaan dari Pasien yang Menggelitik

Sewaktu selesai ambil darah pasien, sering ditanya, "Golongan darah saya apa ya? Kapan visit dokter? Kapan saya bisa pulang?" Saya senyum di balik masker dan menjawab, "Ibu, ini tergantung dokter minta apa saja cek labnya, dan golongan darah tidak diminta. Kalau visit dokter dan kapan ibu bisa pulang itu, tolong tanya sama perawat ya karena saya jarang jumpa dokter, saya bagian lab bu." Biasanya, pasien manggut-manggut lalu senyum kecil sambil bergumam, "Oh beda ya.."

6. Ruangan yang Dingin Bikin Serba Salah

Saat tenaga kesehatan lainnya masuk ruangan kami, mereka bilang, "Enak ya, dingin." Padahal, AC itu hanya untuk alat bukan untuk kami. Jadi, dinginnya tuh bisa di luar kapasitas yang diterima suhu tubuh. Terkadang, saya sampai menggigil sambil membayangkan simulasi traveling ke Jepang.

7. Bekerja Harus Super Teliti dan Hati-Hati

Sebagai tenaga kesehatan, kami dituntut untuk selalu teliti dan hati-hati dalam menganalisis sampel pasien, baik itu darah, urine, sputum, dan lain sebagainya. Tidak boleh langsung mengeluarkan hasil yang kritis atau meragukan dari alat, perlu dikonfirmasi sesuai prosedur laboratorium. 

Itulah sedikit suka duka menjadi ATLM, profesi yang sering bekerja di balik layar dan jarang dikenali masyarakat. Padahal, dari sampel ekskresi maupun cairan tubuh pasien, kami dapat menghasilkan informasi yang membantu dokter menegakkan diagnosis suatu penyakit.

Selasa, 06 Mei 2025

Perihal Kebaikan

Kebaikan bisa datang dari orang yang ga disangka-sangka. Pernahkah kamu ngerasa ditolong orang yang bahkan namanya pun ga kamu tahu? Kali ini, aku mau cerita tentang kebaikan yang kudapat dari mereka yang asing tapi kebaikannya nyangkut di hati.

Waktu itu hari hujan, parahnya aku mengendarai motor dengan tidak memelankan lajunya. Alhasil, tentu saja terjatuh karena jalannya licin. Syukur tidak ada luka yang berat. Tahu-tahu ada mahasiswa almamater kuning yang membantu mendirikan motorku, lalu pergi begitu saja. Posisiku masih terduduk di jalan mungkin karena masih memahami apa yang terjadi dan aku juga tidak sempat bilang ‘Terima kasih’ padahal merasa terbantu olehnya. Memang hal seperti ini harus dihindarkan untuk terjadi lagi, sangat penting mengutamakan keselamatan di jalan. Saat itu aku takut terlambat ke Sekolah karena kena jadwal piket juga padahal tengah hujan.

Pernah, aku menunggu jemputan sepulang Sekolah. Lama menunggu sampai sore dan sepi tidak ada tanda-tanda keberadaan labi-labinya kakek. Sepertinya aku tidak membawa HP saat itu jadi tidak bisa menelpon orang rumah untuk dijemput. Aku juga masih belum berani untuk mengendarai motor. Sekolahku jauh untuk menjangkau kota sampai lebih dari 7 KM jaraknya. Akhirnya yang ditunggu datang, kendaraan langgananku meski seringkali muncul di Sekolahku dulu. Aku melihat labi-labi itu menuju jalur yang berlawanan arah dengan rumahku, karena berpikir tidak ada pilihan lain aku memberhentikannya. Ternyata, aku memang sudah ketinggalan labi-labi itu dari tadi. Aku mengikuti saja labi-labi yang mengantar anak Sekolah dari kota, sampai mereka turun. Aku bilang ke kakek kalau sebenarnya tujuanku ke kota. Kakek itu pun mutar balik mengantarku ke kota. MasyaAllah, sungguh baik beliau mau. Aku hanya memberi ongkos beberapa ribuan karena hanya sisa uang jajan yang kupunya.

Suatu kali, aku pernah juga bawa motor tapi ga mengaitkan tali helmnya. Ya, aku memang ceroboh. Alhasil, helmnya terbang. Hari itu siang yang terik, syukur ga ada pengendara lain di belakangku yang bisa saja helmku mengenai mereka. Ternyata, muncul dua orang yang berboncengan motor, kaka itu mau membantu mengambil helmku yang jatuh. Aku hanya bisa bilang ‘Terima kasih’. Kebetulan waktu itu pun aku lagi buru-buru. Aku jadi menghemat waktu ga perlu turun dari motor buat ambil helm itu. Aku merasa sangat terbantu.

Buat mereka di mana pun berada, semoga terbalas juga dengan lebih banyak kebaikan. Padahal, kami tidak saling mengenal, tetapi kebaikan dan keikhlasan mereka ... tak akan pernah kulupa.

Rabu, 05 Maret 2025

Sedang Melakukan Adegan Dewasa: Ziarah Sendirian

Pagi ini, aku berniat ziarah ke kuburan, sendirian ... setelah pulang dari shift malam. Biasanya ziarah dilakukan sehari sebelum bulan ramadan dan saat hari raya idul fitri. Biasanya juga aku pergi ziarah dengan ibuku, tapi kali ini tidak karena beliau tengah sakit, susah buat jalan. Apalagi jalan ke kuburan-kuburan saudara yang dituju, sudah sangat sempit sekali. Seharusnya kemarin sih aku ke sini, tapi cuacanya kurang mendukung. Lagipula, ntar malamnya aku ada shift jadi pengin beberes untuk itu. Mau ajak adik juga dia lagi haid. Yeah, memang ga ada niat sih.

Akhirnya, kesampaian di hari ini. Saat sampai, suasana tampak sepi. Hanya ada satu-dua orang yang ziarah. Dari kejauhan ada ibu-ibu yang menawarkan air berisi taburan bunga. Aku menerima satu ember kecil darinya, tentu saja tidak cukup. Aku berinisiatif mengambil serupa satunya lagi. Saat aku sudah di kuburan yang dituju, datang beberapa orang buat membantuku membersihkan kuburan. Seorang pria, wanita, dan anak laki-laki. Mereka dengan sigap membersihkan kuburan-kuburan yang berjumlah enam itu. Menyingkirkan dedaunan kering, tumbuhan belukar, bahkan banyak ranting kayu yang menimpa sebuah kuburan. Seorang wanita dengan anak laki-laki itu keluar dari perkarangan kuburan, anak laki-laki itu bahkan bilang ke aku, "Kak, sebentar ya." Aku hanya mengangguk. Seorang pria yang tadi bilang ke aku, "Mereka kemana?" Aku hanya menjawab, "Nggak tahu."

Beberapa saat kemudian, mereka, wanita dan anak laki-laki itu kembali membawa dua ember berisi air bunga. Aku tanya ke wanita itu, "Kak ini berapa?" "10.000. Agak besar kan embernya." Jawabnya. Kuperhatikan memang benar sih. Terus datang dua anak kecil perempuan saat kuburannya sudah bersih tapi dia tetap masih kayak pengin bantu bersihkan juga. Jadi, dia hanya menyingkirkan sisa dedaunan kecil dan kering itu. Aku memberi uang sebagai balas budi karena bantuan mereka. Di sini aku bingung, juga sudah lupa, memberinya saat sebelum atau sesudah aku menyiram air bunganya ke kuburan ya(?) Intinya, setelah aku kasih ke mereka. Seorang pria dan wanita itu mempertanyakan, kenapa dua anak kecil perempuan yang baru datang itu juga kukasih. Aku tahu niat mereka baik, jujur dan adil. Kata mereka, aku kayak kebanyakan kasih ke dua anak kecil perempuan itu. Ah, aku tahu itu. Tapi aku kayak ga enak kalau ga kasih apa-apa ke mereka, kalau mereka pulang dengan tangan kosong. Meski itu bukan kewajibanku buat menyenangkan mereka, meski aku bisa ga memberi apa-apa ke mereka dengan berkata yang baik-baik. Sampai akhirnya aku sadar kalau uangku makin sedikit. Kalau soal uang, aku ga kekurangan, alhamdulillah tapi ga berlebihan juga. Aku sendiri masih perlu menabung untuk mencukupi kebutuhanku. Penghasilanku dari pekerjaan dan masih dikasih uang jajan dari bapak.

Kata mereka ga boleh kayak gitu, aku menyetujuinya. Lalu, aku berdo'a. Tidak banyak, hanya alfatihah dan tiga kul. Sebenarnya mau baca surat yasin, tapi keburu hujan. Wanita tadi juga mengingatkanku soal cuaca yang tiba-tiba tidak bersahabat. Aku membayar air bunga dalam dua ember kecil punya ibu tadi. Tapi katanya satu Rp.10.000 padahal embernya kecil tapi salahku juga sih yang ga nanya dulu harganya.

Dalam perjalanan pulang, aku mikir. Ah, baru ziarah doang sudah habis uang Rp.80.000 hehe. Ya sudah jadi pelajaran saja buatku, mesti berhati-hati lagi saat akan mengeluarkan uang. Seharusnya, sekitar Rp.50.000 saja. Ya sudah, anggap saja sedekah ke mereka. Yang penting, niat baikku buat berziarah sudah terlaksana meski ada yang ga sesuai ekspektasi. Oh ya, sembari menyiram air bunga pada kuburan-kuburan tadi sebanyak tiga kali dalam hati berdo'a juga. 

أَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا المَاءَ بَرْدًا وَسَلَامًا فِي قَبْرِهِهَا وَاسْقِ تَرَاهُ / هَا بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: "Ya Allah jadikanlah air ini sebagai pendingin dan keselamatan di dalam kuburnya dan tuangkanlah rahmat di dalam kuburnya dengan rahmatMu wahai Yang Pengasih dari Yang Pengasih."

Dan saat memasuki kuburan tadi juga tak lupa berdo'a. 

Abu Hurairah RA berkata, "Rasulullah jika berjalan melalui pemakaman, beliau mengucapkan,

السَّلامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ كَانَ رَسُولُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحِقُوْنَ

Artinya: "Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kamu, hai para ahli kubur yang beriman laki-laki dan wanita, yang Islam laki-laki dan wanita, dan yang saleh laki-laki dan wanita. Sesungguhnya kami jika dikehendaki oleh Allah akan menyusul kamu."

Kamis, 13 Februari 2025

23

Today, exactly 23 years ago, I was born. Of course, that is not a short period of time—so much has happened over the years. But somehow, it still feels like just yesterday when I chose the Yellow Ranger, watched Barbie and Dora DVDs, read Iqra, feared the story of a disobedient child cursed into a stingray, bought syrup for Rp 500, played Tenchu 3 on PlayStation, learned to make bags from paracord, edited videos with VideoScribe, and felt homesick while living in a dormitory. Those times have passed and can never return, just like the hands of a clock that never turn backward or a broken mirror that can never be whole again.

Honestly, I am still trying to understand how the world works. People come and go, lessons are learned from mistakes, and memories fade—though some leave lasting marks.

Life is not as simple as when I used to imagine as a child:" It must be nice to be an adult—no one telling you what to do, no restrictions, having your own money, and being able to do anything." But as I grow older and enter this phase, I realize everything is much more complex. We are constantly faced with responsibilities and risks. Sometimes, I wonder why I exist in a world that is so chaotic because of human actions.
However, I believe that divine destiny is always the best, and in that belief, hope grows. When Allah has created the world and the universe along with everything in it, then He will surely take care of it. In my view, life should be allowed to flow as it is, and this temporary existence should serve a purpose. I trust that He loves all His servants unconditionally, without expecting anything in return.

Thank you for reading ♡

Bunga, December 18 2024.

60 (+1 bonus) Alasan Ingin Menjadi ATLM :)

Bismillah, berikut beberapa alasan dari pengalaman saya.

1. Suka bekerja di belakang layar

2. Jurusannya langka, suka yang langka. Biar mudah dapet kerja, pikirku

3. Ingin membahagiakan atau membanggakan orangtua

4. Nggak banyak habiskan waktu, biaya, tenaga, pikiran, yang sulitnya kayak dokter

5. Biayanya nggak semahal dokter

6. Ingin dan suka membantu pasien

7. Karena itu juga merupakan cita-citaku:)

8. Supaya nggak diremehkan orang

9. Ingin menjadi orang yang bermanfaat

10. Ingin bekerja sebagai ibadah

11. Ingin menjadi 'orang'

12. Mencari tanda-tanda kebesaran-Nya dalam ilmunya

13. Suka profesi ATLM

14. Ingin jadi anak merantau seperti orang-orang, rasanya mandiri kayak gimana sih

15. Ingin ke ibukota provinsiku, belum pernah soalnyaT_T jurusannya cuma ada di sana

16. Supaya bisa tinggal di asrama juga, ingin merasakan

17. Belajar yang nggak bisa supaya bisa, aamiin

18. Melihat tanda-tanda ciptaan karena kebesaran-Nya dari sampel-sampel itu

19. Praktiknya di laboratorium, meskipun terkadang kedap matahari, tapi tempatnya adem

20. Nggak langsung selalu menghadapi pasien, soalnya saya kayak parno sendiri melihat kateter, menjahit luka yang dilakukan perawat

21. Memperbaiki kesalahanku yang dulu nggak berani pegang alat

22. Bekerja dengan alat-alat canggih

23. Bereksperimen mengerjakan berbagai pemeriksaan seperti karbohidrat, protein, kalsium, dls di lab kampus

24. Suka saja ketika pekerjaan kita jarang diketahui orang (merasa langka), meski sering dipanggil dokter, perawat, bidan, apoteker, dls

25. Bisa bertemu dosen yang banyak ilmunya dan baik dalam membimbing kami

26. Bisa bertemu orang baik di kampus baik kakak, teman, maupun adik leting

27. Bisa menulis laporan praktikum yang bejibun

28. Bisa mempresentasikan tugas di kampus

29. Bisa melakukan pemeriksaan dan melihat bentuk bakteri, cacing, parasit, jamur, virus, semen, dls

30. PKL di RSUDZA Banda Aceh menjadi pengalaman yang tak terlupakan

31. PKL di RSUPHAM Medan juga memperoleh banyak ilmu

32. Melihat pemeriksaan di lab patologi anatomi menjadi simpati dengan pasien yang mengalami tumor dan kanker

33. Membantu kaka petugas lab melayani pasien, baik di administrasi maupun di labnya langsung

34. Tidak menyangka mengalami pertemuan dengan seorang kaka lab waktu saya prakerin dulu dengan aku PKL, beliau orang yang sama, syukur kami berumur panjang

35. Bisa PKKM di puskesmas, jadi tahu ruangan di sana dan kegiatan petugasnya apa saja

36. Terjun ke masyarakat saat PKKM (Praktik Pembangunan Kesehatan Masyarakat), bertemu anak SD yang lucu dan polos, saya baru tahu ada sekolah sejauh itu (pedalaman) di tengah hiruk pikuk kota Lhokseumawe

37. Melakukan penelitian tugas akhir di puskesmas

38. Bisa KKL di Aceh Tengah, tempat yang indah. Membawa nama kampus Poltekkes

39. Bertemu dengan teman baru saat KKL meski tidak tahu apakah bisa bertemu dengan mereka lagi nanti

40. Bisa mengambil darah pasien dengan menggunakan spuit, vakutainer dan mendapatkan pelajaran berharga

41. Mengikuti kaka lab ke ruangan dan membuatku menyadari banyak orang sakit yang berjuang bertahan hidup

42. Menyadari biaya lab dan RS itu mahal sekali

43. Melihat banyaknya alat canggih dan menganggap hebat orang luar negeri yang menciptakannya, berpikir seharusnya negeri kita juga bisa

44. Melihat banyak orang hebat, khususnya koas, seharusnya menjadi semangat belajar dan terinspirasi dari mereka

45. Mengambil darah pasien bukan untuk menyakiti tapi mengobati

46. Melaporkan nilai kritis hasil lab pasien ke dokter, menjadi ngeri dengan kesulitan yang dialami pasien

47. Menjadi lebih teliti dan cekatan

48. Bekerja sama dengan bidang lain di RS, seperti IGD, farmasi, administrasi, poliknik, rawat inap dls untuk lancarnya pelayanan terhadap pasien

49. Laboratorium sebagai awal dari pelayanan kesehatan, kalau salah hasil lab, dokter salah menentukan diagnosis penyakit, farmasi salah kasih obat, bisa fatal buat penyembuhan pasien

50. Bertemu dengan rekan RS yang mau berbagi ilmu

51. Mendengar cerita pasien tentang pengalamannya saat menginap di RS

52. Mendapat senyum dari rekan RS atau sekedar disapa saja sudah cukup buat menjalani hari di RS

53. Pulang dari shift malam yang panjang melihat kehidupan seluk beluk masyarakat di pagi hari

54. Menjadi lebih sabar dan memahami karena orang tua yang frustasi saat anaknya ga dapat darah dalam sekali tusuk padahal bukan kita mau tapi kondisi pasien yang berbeda

55. Saat berhasil ambil darah anak kecil atau orang dewasa yang venanya sulit itu sesuatu banget deh

56. Mendapatkan ucapan terima kasih dari pasien setelah kita melayani mereka itu rasanya sudah senang

57. Pernah mendapat ucapan semangat dan acupan jempol dari pasien bapak saat saya tidak berhasil mengambil darahnya

58. Pernah mendapat ucapan "Alhamdulillah, dapat ya" dari pasien saat berhasil ambil darah anaknya

59. Mendengar orang tua pasien anaknya menyuruh membaca surah alfatihah sambil diambil darahnya untuk menghilangkan rasa stres. Jadi salut dengan anak salehah

60. Melihat pasien anak yang berjuang dengan hidupnya meski kondisinya kritis, rapi mereka tetap berusaha bertahan

61 (Bonus). Mengetahui meskipun merupakan sisa ekresi yang kita pikir tidak bermanfaat bahwa tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Sampel dari sputum, feses, urine, dls bahkan bisa menegakkan diagnosis penyakit

Sekian, terima kasih <3