Penulis: George Orwell
Genre: Alegori politik, satire, fabel binatang, novela distopia
Penerbit: Bentang Pustaka, Edisi II Cetakan Kedua puluh tiga, April 2025
Jumlah halaman: 148 halaman
ISBN: 978-602-291-282-8
Assalamualaikum~ halohai guys! Kali ini saya mau review buku kembali yang judulnya seperti yang disebut di atas hehe. Buku ini pernah viral banget karena sering digadang-gadang mengkritik suatu pemerintahan. Ceritanya tentang suatu peternakan di Inggris bernama Manor, yang dihuni oleh binatang-binatang dan nantinya mereka memberontak pada pemiliknya si manusia itu sendiri. Tapi ini bukan tentang 'peternakan binatang' biasa. Mereka merasa diberlakukan tidak adil dan tersiksa sehingga meletusnya pemberontakan itu.
Pada mulanya cerita, di awali oleh tokoh bijak dan tua si Major yang merupakan seekor babi. Dia memimpin rapat para binatang, menyampaikan petuah sebelum kematiannya. Intinya mereka tidak hidup dengan bebas, sangat menderita, dan penuh perbudakan. Semua hasil produksi dari kerja para hewan dirampok oleh bangsa manusia. "Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengonsumsi tanpa menghasilkan. Ia tidak memberi susu, tidak bertelur, terlalu lemah menarik bajak. Namun, ia adalah penguasa atas semua binatang. Tenaga kami membajak tanah, tetapi tak satu pun dari kami memiliki tanah seluas kulit kami."
Si tua Major berpesan untuk melakukan pemberontakan. Setelah dia meninggal beberapa hari kemudian, pekerjaan mengajar jatuh pada para babi, yang secara umum dikenal sebagai binatang yang paling cerdas. Yang unggul di antaranya bernama Snowball dan Napoleon, dengan perbedaan karakter di antara mereka.
Snowball terbaik di bidang menulis mengganti nama palang teratas gerbang dari "Peternakan Manor" menjadi "Peternakan Binatang" setelah berhasil mengusir pemilik peternakan itu, Pak Jones.
Mereka sepakat membuat undang-undang yang harus dipatuhi seluruh penghuni Peternakan Binatang selama-lamanya meski yang terjadi pada akhirnya tidak "sesederhana" itu. Maksudnya, setelah berhasil memberontak dan mengusir manusia, mereka juga harus menghadapi pemberontakan dari dalam. Ada banyak kejadian besar yang mereka alami setelahnya, dari berulang kali membuat kincir angin, hasil pemberontakan tidak memuaskan, dan mereka merindukan suasana sebelum pemberontakan itu terjadi.
Pada awalnya, aku rada malas sih baca buku ini karena kayak, apa sih ceritanya tentang binatang tapi ternyata ini alegori dan kisah yang terdapat di buku ini menggambarkan peristiwa politik nyata. Orwell mengkritik totalitarianisme, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi.
Dari buku ini kita jadi sadar kalau pendidikan memang sepenti itu, masyarakat harus bernalar kritis, tidak hanya menjadi pengikut setia seperti buzzer yang diwakili karakter domba tanpa mempertanyakan kebenarannya. Kerja keras, loyalitas saja tidak cukup tanpa mempertanyakan sistem seperti Boxer si kuda, sedih dengar nasibnya sangat tragis. Jangan mudah dibohongi penguasa dengan propagandanya untuk mengubah undang-undang secara diam-diam dan membenarkan tindakan korup mereka.
Akhir kata, buku ini membuat kita melek dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Pada mulanya saat membaca mungkin akan dilanda rasa bosan, atau berat untuk memulai, tapi percayalah ini akan worth it. Pada akhirnya, tidak dijelaskan apa yang terjadi kemudian, membuat kita menerka sendiri apakah menjadi lebih baik, buruk, atau begitu-begitu saja. Rating buat buku ini: 4.5/5.
NB: beberapa kata dikutip dari artikel yang tersedia di Internet.
Glosarium
Distopia: Kebalikan dari utopia, yaitu suatu bentuk masyarakat atau imajiner yang memiliki kondisi kehidupan sangan buruk, menakutkan, penuh penderitaan, dan tidak adil.
Totalitarianisme: Bentuk sistem pemerintahan atau politik yang berupaya mengendalikan secara mutlak dan total seluruh aspek kehidupan warga negara, baik di ranah publik maupun privat.
Diktator: Pemimpin politik atau kepala pemerintahan yang memegang kekuasaan absolut dan mutlak atas suatu negara, biasanya dijalankan tanpa batasan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar