Sabtu, 02 September 2023
Challenge Nggak Main Medsos Dulu
Rabu, 28 Juni 2023
Cerita Tentang Anime yang Mengharukan
Hai. Aku mau cerita. Tapi, bukan cerita yang dalam. Apa itu tidak apa-apa? Aku hanya mau meluangkan isi pikiranku saja di sini. Aku baru menyadari, kalau kita nggak mengabadikan hal yang kita alami dalam hidup, di masa depan kita akan melupakannya. Mungkin, ada yang tidak benar-benar lupa, contohnya seperti momen penting. Meski, hari ini bukan momen penting tapi juga perlu diapresiasi karena kita pernah merasa terhibur olehnya. Bagaimanapun dia telah menemani kita, itu lebih dari cukup.
Kamu tau maksudku nggak? Seperti, tahun berapa ya, aku lupa mungkin kurang lebih 2017. Aku pernah menonton suatu anime. Awalnya, aku nggak tertarik, tapi setelah aku tau alur ceritanya aku berubah pikiran. Ini sesuatu yang mantap! Sekarang aku pikir, kenapa aku baru mengenal ini. Tapi, nggak apa-apa lah daripada nggak sama sekali kan, kata orang-orang. Oh ya, aku menonton anime karena terinspirasi dari ka Alvi Syahrin.
Ceritanya, dulu beliau tuh punya karya di Wattpad yang judulnya 'Dan Dia Kembali' dan penggambaran karakternya pakai pemain anime. Ini menarik ya. Kalau menurutku lebih suka yang kayak gini. Karena biasanya setahuku penggambaran karakter di Wattpad itu pakai gambar orang Korea, Spanyol atau Indonesia itu sendiri. Kalau tidak salah, ka Alvi juga bilang ceritanya terinspirasi dari anime Anohana dan Ao Haru Ride. Genre yang kusuka umumnya shoujo, slice of life, school, yang ringan-ringan gitu lah. Makanya banyak yang ceritanya sedih tapi yang penting aku ambil hikmahnya saja.
Jadi inilah dia. Anime yang pernah kutonton. Meski bahkan sudah lama, tapi selalu menjadi yang menarik. Maaf buat yang tidak suka sepertinya ini akan sedikit mengandung spoiler.
1. Anohana (2011).
Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai, atau Anohana: Bunga yang kita lihat waktu itu.
Ini anime pertama yang pernah kutonton.
Bercerita tentang 6 sahabat sedari kecil yang selalu bermain bersama. Akan tetapi, persahabatan mereka renggang karena salah seorang sahabat yang meninggal. Hal itu masih terjadi hingga beberapa tahun kemudian hingga sahabat mereka yang sudah meninggal tiba-tiba kembali lagi ke dunia untuk meminta dikabulkan permohonan.
Banyaknya karakter membuat kita jadi tahu sudut pandang masing-masing 6 sahabat. Kesusahan apa yang mereka hadapi, kisah bagaimana yang dijalani. Anime ini mengajarkan kita untuk menghargai persahabatan, bahwa yang kita butuhkan adalah teman untuk berbagi suka dan duka. Seperti Yadomi Jinta yang seharusnya tidak berusaha sendiri membuat kembang api karena dia masih punya sahabat-sahabatnya lain yang bisa diminta tolong.
Lalu menerima masa lalu meski tidak mengenakan dan berdamai dengan itu semua. Yaitu Anjou Naruko yang cintanya bertepuk sebelah tangan, para sahabat yang harus mengikhlaskan kepergian salah sahabatnya dan tetap harus melanjutkan hidup dengan baik.
2. Ao Haru Ride (2014).
Perjalanan Musim Semi Biru.
Ini bukan sekedar cerita tentang anak SMP yang bersemi kembali saat SMA. Ini tentang bagaimana kita harus menjadi diri sendiri seperti Yoshioka Futaba sehingga dia bisa mendapatkan teman yang tulus. Mulanya dia membuat citra palsu supaya mendapatkan teman tapi pada akhirnya hubungan pertemanan yang dibangun justru palsu.
Kemudian ada Mabuchi Kou/ Tanaka Kou yang putus asa semenjak ibunya meninggal karena sakit. Dia terus saja terjebak masa lalu dan merasa semua ini terjadi karena salahnya. Sampai pada akhirnya menyadari bahwa dia juga pantas untuk bahagia hal itu karena didukung oleh teman-temannya.
"Bahkan jika ada seseorang yang menyakitimu, aku akan menghajarnya." -Yoshioka Futaba.
"Setidaknya pertama-tama menendang jauh masa lalu ... Orang yang tidak dapat mempertimbangkan kebahagiaan mereka sendiri tidak perlu bangga mendukung orang lain." -Kominato Aya.
3. Shigatsu wa Kimi no Uso (2016)
Kebohonganmu di Bulan April
Arima Kousei yang sangat mahir bermain piano tetapi menyerah dengan hal itu semenjak ibunya meninggal. Teman masa kecil Sawabe Tsubaki sudah berusaha membantunya namun belum berhasil. Hingga kemudian, Miyazono Kaori membujuknya menjadi pengiring biola. Gaya bermain biola yang bebas oleh perempuan itu membuat Kousei menyukainya.
Ada banyak pelajaran dari anime ini.
1. Kita harus tahu minat dan bakat kita, kembangkanlah terus sebagai bekal untuk masa depan. Jangan lupa teruslah berlatih supaya lebih mahir.
2. Tidak baik untuk terus berada di masa lalu, apapun yang terjadi hidup harus selalu maju.
3. Terkadang kita nggak pernah tahu dari suatu potensi yang dipunya bisa menginspirasi hidup orang lain sebegitu besar.
4. Apapun kondisimu jangan pernah menyerah, teruslah semangat. Tanpa ragu, buatlah hal-hal yang kamu sukai dalam hidup ini. Ciptakanlah, karena semua akan menjadi kenangan indah dengan orang-orang yang kamu sayangi dan menyayangimu.
5. Orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk bagaimana ia nanti di kemudian hari, mereka sudah terlebih dulu memikirnya. Meski terkadang caranya salah dan menyakiti si anak.
BTW, aku salut dengan semangat anak-anak SMP ini. Sedari kecil mereka punya warna dalam hidupnya. Ada yang jago main piano a.k.a pianis, vioilinis, pemain baseball dan pesepakbola. Karena takutnya zaman sekarang anak yang meski sudah sekolah masih belum tahu minat dan bakatnya apa. Mungkin sekolah kita memang belum mendorong akan hal itu. Jadi, buat kamu yang masih belum tahu, terus mencari. Percayalah, itu akan menjadi hal yang berguna suatu saat nanti.
So, itu dulu anime-animenya yang bisa kucerita karena memang paling berkesan. Sebenarnya, ada banyak lagi tapi karena aku nontonnya juga sudah lama jadi ingatanku memudar. So, harus mampir ke Wikipedia dulu biar ingat jalan ceritanya lagi. Semua anime di atas sedih, cenderung sad ending kecuali Ao Haru Ride. Anime-anime itu ada live action, aku juga sudah tonton semuanya, seru dan haru. Anohana juga kutonton ulang kalau Shigatsu wa Kimi no Uso baru akhir-akhir ini nontonnya. Makanya OST-nya masih terngiang-ngiang banget.
Salam sayang, Arina Kousei dan Miyazono Kaori:')
Omong-omong, kapan nanti aku akan bahas OST anime yang enak dan sedih juga.
Bonus.
Oh ya ini ada quotes dari Miyazono Kaori.
"Biarpun kau sedang sedih, galau, atau terjatuh kau harus tetap bermain! ... Begitulah orang seperti kita bisa bertahan!"
"Ini bukan karena kau tidak bisa. Kau cuma tidak mau."
"Buang semua ketakutanmu dan lompatlah!"
"Mungkin hanya akan ada jalan yang gelap di depan sana. Tapi kau harus tetap yakin dan terus melangkah maju. Yakin bahwa bintang 🌟 akan menerangi jalanmu meskipun hanya setitik kecil."
Kamis, 08 Juni 2023
Perkataan yang Semacam Janji
Jadi, waktu itu beliau ada kasih lihat suvenir bentuk gelas karakter berwarna dari salah satu merek cemilan biskuit yang didapatkannya dari pekerjaannya. Diriku pun suka gitu karena bentuknya lucu. 'mauuu', kataku. 'Iya nanti kukirim.' balasnya cepat.
Lama sekali dari itu. Entah, tiba-tiba beliau bilang, 'Apa aku ada janji samamu?' aku mengingat-ingat, trus kubilang saja, 'ada, itu lho yang gelas karakter itu.'
'oh iya, bakal kukirim deh.'
'tapi aku ga maksa ya, takut merepotkan.'
'ga apa-apa.' balasnya.
Hm, kira-kira seperti itu percakapannya.
Trus malam tadi ada masuk chat darinya.
'Butuh buku catatan ga?'
Dalam batinku, 'ha buat apa, aku emang ga butuh, malah masih ada buku-buku yang belum kutulis.'
'ga terlalu.' balasku.
Trus di chat lagi kayak gambar yang di postingan.
'Aku mikirnya, ha ya Allah, sampe segitunya ya:') aku terhura xixi. Baik banget masyaAllah. Padahal, ga perlu sampe susah seperti itu ya, sayang dirinya sendiri. Aku ga mempersoalkan padahal soalnya ribet juga, mana jarak kami lebih dari 2rb km. Takutnya sih selama ini beliau trus kepikiran karena teringat ini macam janji yang harus ditepati. Malah ga sama sekali. Yang penting, tidak memaksakan diri sendiri.
Tapi, syukur juga, alhamdulillah aku jadi senang. Yang penting, niat baiknya juga, itu patut diapresiasi sekali.
Ah, aku jadi ingat, aku juga sering, suka bilang, pas ada teman yang punya suatu momen, 'hadiahnya nanti ya, pas kamu udah berhasil acaranya.' 'belum ada hadiah buatmu, entar ya.' 'mana no.rekmu sini, aku 'kan dah janji nanti traktir es krim.'
Yeah, hari pun berlalu setelah itu. Kadang takutnya kita dah lupa pernah bilang kayak gitu dan bisa jadi yang mendengar pun ternyata berharap atau mengingat perkataan semacam itu (janji) dipenuhi. Trus suatu hari, mau kita penuhi, orang yang dituju, rupanya sudah jarang kita temui, mungkin kesempatan masa bertemunya sudah tidak ada lagi.
Sebenarnya mungkin bisa jadi orang yang kita janjikan sesuatu itu sudah lupa, hanya menganggap angin lalu. Bisa kita tanyakan lagi, kalau jawabannya, 'sudah ga apa-apa, santai saja' atau 'aku sudah ikhlas.' berarti kita aman.
Trus yang kalau kita ga yakin itu bakal terjadi bagaimana caranya? Aku pernah baca di Quora, bisa kita sedekahkan atas nama orang yang pernah kita janjikan sesuatu itu.
Memang terkadang kita berniat membahagiakan orang lain, itu niat yang mulia tapi kita juga harus ingat yang penting harus tentang lebih memprioritaskan diri sendiri dulu baru bisa berbagi ke orang lain.
Sebenarnya, salah seorang khulafaur rasyidin pernah berkata, "Jangan mengambil keputusan ketika sedang marah, dan jangan membuat janji ketika sedang senang." (Ali Bin Abi Thalib).
Colek orangnya akak baik @winginane_sore
Minggu, 26 Maret 2023
Sebuah Cerita 'Greening' dan Tentang Persahabatan
Senin, 13 Maret 2023
Self Reminder
Bismillah ...
Saya paham betapapun besar usaha kita menjadi orang yang lebih baik, akan selalu saja ada yang tidak menyukainya. Ada yang menunjukkannya terang-terangan, ada pula yang diam-diam tanpa disadari, ada yang kita mengetahuinya dengan nurani. Kita hanya perlu cukup tahu saja, tidak juga akan bereaksi seperti apa. Tapi yang sebenarnya, tidak peduli juga merupakan reaksi 'kan.
Semua hal di dunia ini berlawanan, berpasang-pasangan, bertolak belakang, begitu pula akan selalu ada yang menyukai kita. Siapapun itu, padahal kita tak berkontribusi apapun di hidupnya, bahkan tak tahu kalau dia ada di dunia yang sama, tapi hal itu bisa saja terjadi di antara milyaran populasi di bumi ini. Oh, jika seandainya memang tak ada, karena bukti yang tidak cukup jelas. Setidaknya, sisakanlah satu orang yang menyukaimu yaitu dirimu sendiri.
Daripada menunggu untuk disukai, lebih baik sudah menyukai diri sendiri 'kan. Apakah itu hal yang miris? Tentu saja tidak. Bukankah hebat. Karena ya itu pasti tak mudah. Mengenal diri sendiri, di samping menerima kelebihan juga kekurangan, mengetahui apa yang disuka, tujuan ke depannya bagaimana. Apa yang harus dilakukan, penting atau tidak pentingnya suatu hal yang dan dampaknya untuk dirimu sendiri juga.
Maka, kita tak akan merasa kecewa lagi karena orang-orang. Bukan karena mereka tidak baik, tapi memang akan selalu beda pemahaman karena tak ada satupun yang sama di dunia ini antara kita dengan yang lainnya. Pertentangan hal yang tak mungkin dipungkiri, tapi bagaimana diri ini lebih menghargai dengan sesama. Sayangi pula makhluk ciptaan-Nya selain manusia melainkan hewan karena seperti hadist nabi "Pada setiap yang memiliki hati yang basah (hewan) maka ada pahala (dalam berbuat baik kepada-Nya." (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Terakhir, sandarkanlah harapanmu hanya pada sang Khalik. Hanya Dia yang bisa menolong segala kesusahanmu, yang selalu bersamamu meskipun seluruh dunia meninggalkanmu, yang menjagamu saat lelap datang, yang membuatmu tertawa dan menangis. Berusahalah dalam menggapai ridha-Nya, dengan selalu mengingat Allah, supaya kamu memperoleh kemenangan dalam hidup di dunia dan akhirat.
Bunga
Kota dingin, 13 Maret 2023.
20 Syaban 1444 H.
Jelang Ramadhan, semangat memupuk kebaikan, aamiin🙂
Selasa, 16 Agustus 2022
Kutipan dari Teman Slowly
Aku pernah baca di buku, keberuntungan akan datang pada mereka yang siap menerimanya. Menurutku, keberuntungan itu selalu ada, kita bisa hidup, dan memiliki kecerdasan untuk mempertanyakan hal tersebut saja sudah beruntung! Kamu tahu, bahwa banyak penemuan yang berawal dari tidak sengaja atau beruntung? Yang menjadi keberuntungannya itu, bukan penemuan itu sendiri, tapi penemunya itu yang beruntung. Itu menurutku. -Bagi
Dengan membantu diri sendiri 'kan setidaknya kita nggak menyusahkan orang lain membantu sanak keluarga ya ... ? Bagus sih tapi utamakan diri sendiri dan orang tua bukanya egois tapi saat kamu susah orang bantu kamu itu cuma mereka. -Piharito
'Banyak dari kita hidup dari omongan orang', banyak dari kita yang ingin didengar tapi tidak mau mendengar.'
Ditempat orang kita harus selalu ramah, terus harus selalu waspada terhadap semua orang, mama aku selalu nyebutin pepatah "Rambut sama hitam tapi dalam hati siapa tau." Oh iya, kalau di rantauan kita harus ekstra kuat melawan penyakit malas, penyakit itu yang paling susah hilang. Dan satu lagi, harus pandai menghemat pengeluaran. -Jojori
Saya harap Anda melakukan apa yang Anda inginkan dan saya percaya itu selama kita mencoba, kita akan mengatasi semua kesulitan. Anda mengerjakan pelajaran dengan baik, bukan? karena kita hampir sampai untuk memenangkan profesi kita. -Love
Sepertinya Anda masih punya beberapa tahun untuk menyelesaikan pendidikan Anda. Saya harap Anda menikmatinya. -Ola
Saya harap Anda memiliki hari yang luar biasa. Jaga senyum Anda tetap cerah dan dagu terangkat tinggi. Anda bisa menghadapi semuanya. -Wingbeats
Hehe iya aamiin semoga nemu jalannya dah, semangat kamu! Bisa juga yok! Siap udah tau kok hehe -Denni r
Nggak usah takut. Enak loh jadi maba. Apalagi pas masuk kampus nanti, maba lah yang paling diperhatiin, disayangi. -Jojori
Pengalaman itu.. Cukup diambil pelajarannya saja. Supaya tidak terulang di esok hari. -Luvinyc
Jika gunung tinggi yang keangkuhannya perlu kita daki, tapi pantai begitu rendah hati mudah diraih, meski terkadang ia marah karena sikap buruk manusia..
Dunia sekarang itu keras, kamu harus kuat dan aku yakin kamu bisa melewatinya. -Fikri
Saya tahu, saya tidak mengerti sedikit pun dalam matematika atau fisika serius (bukan fiksi ilmiah), tetapi saya berasumsi manusia harus meningkatkan dirinya melalui hidupnya, bukankah begitu? -Meusnor
Live my life just as I want to I don't care what you think about me 'cause I am proud of my self that's my fırst rule in life -Mazloum
I don't like changing anything because I live my life with what I don't want
Yup, pilihan orang tua memang terkadang tidak sejalan dengan anaknya. Ada yang memilih pilihan ortu, dengan harap restunya, ada yang memilih keinginannya sendiri dan membuktikannya ke orang tua.
Ya kamu benar. Karena kita juga manusia dan memiliki rasa kemanusiaan. Semua orang bertarung. Dan dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan.
Ya tentu, Kadang ngerasa tapi kadang masih aja kayak nyerah.
Semua orang mencari alasan mereka untuk tetap melaju, dan terkadang kita tertanam hal yang susah untuk dihilangkan. Tapi menurut buku yang aku baca, orang yang mencapai segalanya adalah orang yang tidak tahu apa yang ingin mereka capai. Stereotypes memang susah untuk dihilangkan. Entah juga haha, mungkin kita manggilnya kondisi sosial aja deh. -Bagi
28 Januari 2021
Minggu, 14 Agustus 2022
Sebuah pelajaran. 'Teh Termahal'
Jadi, saat aku ingin membayar uang teh, bertanya, 'Kak, tehnya berapa satu?' yang dibalas 'Rp. 5.000' aku kasih uang 100.000. Balasannya, 'Uangnya gede kali nggak ada uang lain?' Padahal ya, di warung makan pasti banyak uang pecah. Sebelumnya, di dompetku tadi ada uang 5.000, tapi raib. Lalu, kakak itu menghitung uang kembalianku, dia nggak yakin, menghitung lagi baru kasih ke aku. Awalnya, aku kayak ada firasat gitu uang yang dibalikinnya salah. Masa jadi ada uang 4.000-nya sih, 9.000. Harusnya 'kan kelipatan 5.000. Tapi, aku abaikan. Aku main terima aja, ga kuhitung lagi, aku mencoba percaya. Takutnya orangnya tersinggung.
Ternyata, mempercayakan orang lain, tidak membuatmu lebih mujur malah bahkan buntung! Aku sadar sekarang. Entah kenapa, selama ini aku kemana aja. Padahal pasti banyak yang mengalami hal serupa tapi aku nggak mengingatnya. Malah ini tejadi padaku. Seharusnya aku nggak bole malas buat menghitung uang kembalian, kalau aku nggak mau uangku berkurang begitu saja. Mau balik lagi 'kan nggak mungkin. Kami udah naik mobil yang sudah berjalan.
Aku ambil pelajarannya saja. Nggak boleh harus diam, main terima aja, nanya! Dan nggak apa buat nolak permintaan orang, belum tentu juga dia mau nolong kamu, malah kamu yang dirugikan. Bukannya, semua simbiosis mutualisme. Selalu nolong orang, malah kamu yang rugi. Biasanya, kamu berusaha menunjukkan citra baik, jadi katanya beberapa orang ada yang mau mengelilingimu. Tapi, kamu sendiri nggak pengen itu, nggak terlalu berguna juga buatmu. Karena tetap saja kamu tidak melakukan apa-apa, apalagi topiknya nggak menarik.
Karena terluka, aku jadi membalas chat teman virtual yang terpendam. Padahal, sudah aku abaikan karena nggak mood dan sok sibuk. Ya, dunia itu indah, tapi indah tanpa manusia yang berbuat kerusakan! Selama ini, aku takut berkonflik, tapi sekarang kupikir nggak apa selama bukan sama famili dan sahabat. Aku nggak bisa mendamaikan orang lain yang berselisih, biar mereka yang menyelesaikannya sendiri, karena itu di luar dayaku. Aku cukup menasihatinya saja.
Dengan kejadian ini, aku jadi mengerti jawaban dari pertanyaan, 'Kenapa mereka berselisih, kenapa yang junior nggak ngalah aja, kenapa nggak saling menghargai.' yang mungkin jawabannya bukan nggak bisa tapi nggak mau. Btw, aku jadi bisa nulis panjang di sini. Intinya, aku boleh diam. Tapi, nggak selalu, ada saatnya. Dan, sesekali kamu harus belajar menolak daripada menerima, apalagi itu bertentangan dengan hak dan kemauanmu. Orang-orang akan memaklumimu jika tidak kamu nggak usah sedih dan marah, karena kamu juga nggak minta makan sama dia. Harta tidak dibawa mati, jangan pelit sama yang membutuhkan. Apalagi sedekah subuh yang khasiatnya banyak.
Seulawah, 17 Juli 2022 18.00

